Mohon tunggu...
Shabiralia MarendaNafisa
Shabiralia MarendaNafisa Mohon Tunggu... Perawat - Aku seorang mahasiswa yang masih banyak belajar dan terus belajar

Mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Pentingnya Pendidikan dalam Keperawatan sebagai Tenaga Profesional

27 Mei 2019   02:00 Diperbarui: 23 April 2021   12:29 1263
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi perawat sebagai tenaga profesional (Sumber : luis melendez via unsplash.com)

Perawat vokasional juga memiliki izin bekerja yang disingkat SIPV (Surat Izin Perawat Vokasional). Dalam pembelajarannya pendidikan perawat vokasional lebih mengacu kepada praktik dibandingkan dengan teori. Tidak terlalu banyak teori yang di dapat oleh perawat vokasional. 

Karena tujuan diadakannya pendidikan perawat vokasional itu sendiri adalah untuk menciptakan perawat yang kompeten dalam melaksanakan praktik asuhan keperawatan. 

Maka dari itu jangka waktu yang ditempuh oleh perawat vokasional lebih singkat dibandingkan dengan perawat professional. Selain itu gelar yang didapat tentu berbeda. Perawat vokasional ketika lulus nantinya akan mendapat gelar Ahli Madya Keperawatan (AMD.Kep).

Sementara itu, Perawat professional merupakan perawat yang mandiri dan dapat bekerja secara otonom. Perawat professional dapat bekerja di pusat layanan kesehatan umum ataupun melakukan praktik secara mandiri. Perawat professional tentunya menempuh pendidikan akademik dan profesi serta lulus uji kompetensi perawat professional. 

Ijazah yang akan didapatkan adalah pendidikan S1 serta Pendidikan Profesi. Perawat professional akan mendapat surat izin yaitu SIPP (Surat Izin Perawat Professional) setelah memenuhi persyaratan dan lulus uji kompetensi perawat professional.

Serta nantinya gelar yang akan didapatkan oleh  perawat professional adalah gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep) serta gelar Ners (Ns.) menjadi perawat professional tidak cukup hanya dengan lulus program sarjana tetapi juga harus lulus program profesi (Lestari, 2014). Untuk menyempurnakan ilmu yang sudah didapatkan karena teori tanpa praktik bukanlah apa -- apa.

Selain perbedaan baik dalam jangka waktu yang ditempuh, gelar yang didapat serta sertifikat yang didapat. Ilmu yang didapatkan disetiap tingkat pendidikan tentu juga berbeda. Jika dalam pendidikan perawat vokasional lebih kepada praktiknya dan sedikit teorinya. 

Lain halnya dengan perawat professional dimana dalam pendidikannya lebih banyak teori dibandingkan praktik. Maka dari itu seorang perawat lulusan program sarjana harus mengikuti program profesi untuk dapat bekerja sebagai perawat yang professional. 

Tak hanya itu perbedaan tingkat pendidikan juga mempengaruhi peran dan fungsinya di pusat pelayanan kesehatan nantinya. Wewenang, Peran, dan Fungsi antara perawat vokasional dan professional tentunya berbeda.

Seorang perawat vokasional melaksanakan berbagai kegiatan terkait pemberian asuhan, pendidik, komunikator asuhan keperawatan dan bekerja dibawah supervise Ners Generalis. Ada beberapa peran dan fungsi perawat vokasional, diantaranya: 

Malakukan praktik asuhan keperawatan yang diawasi langsung oleh perawat professional, melaksanakan intruksi atau program keperawatan tertentu, perannya hanya pada karatif saja, serta tugasnya seperti perawat pada umumnya tetapi memiliki batasan tertentu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun