Mohon tunggu...
Selvy Safitri
Selvy Safitri Mohon Tunggu... Freelancer - A social worker, a sanguine, a cat-tail willow spirit who look for an oak :)

I've always loved the beginnings; the start of a new project, the birth of a new friendship, the first page of a love story.

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Kenaikan Harga Rokok: Boleh Dicoba!

21 Agustus 2016   00:06 Diperbarui: 21 Agustus 2016   00:40 510
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pandangan dunia tentang rokok telah berubah drastis sekitar 1 (satu) abad yang lalu, pernah dulu sekali ketika televisi masih hitam putih atau mungkin jauh sebelum itu kebiasaan merokok dianggap keren atau juga seksi, pada zaman itu para aktor di film-film yang berperan sebagai penguasa atau juragan bangga sekali berlaga dengan rokok menyala di tangan, seolah sedang mempromosikan rokok kepada masyarakat. 

Namun sudah sejak tahun 1980-an sampai dengan hari ini kampanye anti rokok gencar dilaksanakan dimana-mana, dewasa ini tayangan televisi Indonesia bahkan sudah menganggap adegan merokok sebagai sesuatu yang tabu dan harus di sensor, dalam mengiklan-kan produknya pun perusahaan rokok tidak pernah menampilkan produk, di berbagai sarana publik tulisan dilarang merokok nyaris selalu ada, tidak hanya itu,

jika ada yang berani merokok di sarana publik seperti angkot pun, seketika para penumpang akan menghakimi mereka dengan menunjukkan muka masam.Tampaknya para perokok sudah dianggap sebagai manusia yang anti-sosial. Jadi sebenarnya perjalanan rokok ini amat menarik untuk diulas sedikit lebih panjang.

sumber: https://radeny.wordpress.com/2009/12/31/cara-merokok-yang-baik/
sumber: https://radeny.wordpress.com/2009/12/31/cara-merokok-yang-baik/
Rokok diproduksi dari bahan utama yang berasal dari sebuah tanaman yang memiliki daun lebar dan berwana hijau bernama tembakau, dalam bahasa spanyol disebut ‘tabaco’ yang mengacu pada gulungan daun-daun pada tumbuhan tersebut. 

Tembakau  sebenarnya sangat  bermanfaat bagi kesehatan bahkan telah lama menjadi tanaman obat. Kepala Peneliti di Georgetown University, Washington DC, Dr. Kenneth Dretchen yang melakukan penelitian terhadap virus HPV (Human Papilloma Virus) yang menjadi penyebab munculnya kanker mulut rahim. Ia mengembangkan antibodi terhadap HPV dari senyawa yang terkadung dalam tembakau. Berdasarkan penelitian, tumbuhan tembakau dapat menjadi obat penawar alternatif karena tembakau mampu menjadi wadah perkembangan genetik virus HPV tersebut untuk memproduksi sel kuman yang nantinya dapat menjadi antibodi bagi virus pencetus kanker mulut rahim.

Selain itu ada pula penelitian yang diterbitkan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences, pada akhir Maret 2009 menyatakan bahwa tembakau bisa menghasilkan protein obat human immunodeficiency virus (HIV) penyebab AIDS, yang disebut griffithsin. HIV adalah virus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia. Virus dalam tembakau dapat menghasilkan protein yang bermanfaat untuk melawan virus penyebab HIV. Dengan bantuan tembakau, obat HIV itu dapat diproduksi dalam jumlah besar dan murah.

sumber : http://www.nangimam.com/2014/01/kandungan-dan-manfaat-tembakau.html
sumber : http://www.nangimam.com/2014/01/kandungan-dan-manfaat-tembakau.html
Di indonesia sendiri ternyata tanaman tembakau ini juga telah banyak menyumbang pendapatan negara dan tentunya juga turut memberikan sumbangsih lapangan kerja bagi para masyarakat sebagai petani tembakau hingga pegawai pabrik.

Nah ternyata tembakau tidak hanya memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia seperti yang terkandung dalam rokok, namun juga bisa memberikan dampak yang baik. Mungkin tanaman tembakau akan sangat bermanfaat dan dapat mendorong perekonomian negeri, serta tetap mempertahankan nasib para petaninya jika tanaman ini diolah untuk menghasilkan suatu produk yang terkategori baik atau bermanfaat bagi kesehatan manusia. 

Lain hal nya tembakau  yang dilolah menjadi bahan utama rokok, seperti yang kita ketahui tembakau dalam rokok menghasilkan kandungan nikotin yang beracun dan berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia, nikotin ini dapat dengan cepat masuk ke dalam otak manusia dan dapat menyebakan kematian jika dikonsumsi dengan kadar lebih dari 30mg. Dalam satu batang rokok biasanya mengandung 0,1 - 1,2mg nikotin dan dapat mencapai otak dalam waktu kira-kira 15 detik. Selain itu ada pula beberapa bahan rokok lainnya yang tak kalah membahayakannya bagi kesehatan manusia, salah satunya sianida.

Kendati masyarakat mengetahui bagaimana berbahaya nya bahan-bahan yang terkandung dalam sebatang rokok, kampanye anti rokok dan gaya hidup sehat juga sudah gencar dilakukan, pembahasan mengenai bahaya rokok dalam bentuk tulisan, seminar, dll sudah banyak di publikasikan, namun yang mengherankan jumlah perokok di bumi ini tetap saja tidak berkurang secara signifikan, bahkan mungkin cenderung semakin bertambah. Di Indonesia sendiri hingga saat ini masih sering kita temukan orang-orang yang masih menghisap rokok, walaupun masyarakat sering kali menunjukkan muka masam bahkan menegur secara langsung para perokok, dan lebih parahnya lagi di bungkus kemasan rokok sendiri sebenarnya sudah dituliskan bahaya merokok bagi para perokok ‘Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin’, uniknya itu semua belum juga dapat membuat perokok berhenti merokok.

Di tahun ini bahkan pemerintah Indonesia akan menaikkan harga rokok menjadi 2 (dua) kali lipat dari harga semula. Hal tersebut dinilai berpotensi untuk menaikkan pendapatan negara dalam sektor cukai agar APBN dapat lebih sehat di masa mendatang, Ketua DPR RI, Ade Komarudin mengatakan, usulan pemerintah menaikkan harga rokok ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengurangi jumlah perokok yang ada di masyarakat. Hasil studi yang dilakukan beberapa kali juga berpendapat bahwa perokok aktif di Indonesia akan lebih besar berpotensi berhenti merokok jika harga rokok dinaikkan setidaknya dua kali lipat dari harga normal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun