Mohon tunggu...
Selvia Indrayani
Selvia Indrayani Mohon Tunggu... Guru - Guru, penulis, wirausaha, beauty consultant.

Pengajar yang rindu belajar. Hanya gemar memasak suka-suka serta membukukan karya dalam berbagai antologi. Sesekali memberi edukasi perawatan diri terutama bagi wanita.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Ikut Samber THR Kompasiana Serasa Sekolah Lagi

8 Mei 2021   19:26 Diperbarui: 8 Mei 2021   19:30 828
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mystery Challenge 4 (8 Mei 2021)-Olahan pribadi

Ini pertama kalinya saya mengikuti Samber THR Kompasiana. Rasanya menjadi anak bayi di suatu komunitas tanpa mengenal siapa pun. Selama ini hanya membaca dan tanpa pernah ada rasa ingin menulis. Hingga suatu hari harus mencoba dan ternyata membuat saya ketagihan.

Hari pertama ikut masih belum memasang foto. Baru sadar ketika membuka kembali artikel. Akan tetapi, artikel sudah terkunci sehingga tidak dapat diedit. Hari kedua, kesalahan yang sama diulang lagi. "Wah, hari berikutnya harus lebih teliti", batin saya. Rasa penasaran membuat saya ingin mengikuti sampai akhir. Kesan pertama sungguh menggoda, selanjutnya membuat saya ketagihan. 

Ikut Samber THR Kompasiana bikin nagih-dokpri
Ikut Samber THR Kompasiana bikin nagih-dokpri
Ikut Samber THR Kompasiana serasa kembali sekolah. Ternyata ada poin yang diperoleh, walaupun saya belum paham benar tentang poin-poin tersebut. Dibutuhkan skill, ketekukan, ketelitian, keberanian, dan rasa percaya diri.

Seperti anak sekolah, setiap kompasianer pasti memiliki skill yang berbeda dalam mengolah tulisan dan bidang keahlian. Ternyata Samber THR Kompasiana 2021 ingin memadukan kreativitas dari berbagai sisi termasuk teknologi. Benar-benar serasa anak sekolah zaman sekarang. Bukan dinilai dari hasil ulangan saja, melainkan ada keterampilan yang menjadi penilaian.

Ada rasa puas ketika saya bisa menghadirkan kembali kesenian daerah yang dirindukan saat Ramadan. Sayangnya itu tidak dapat dinikmati lagi saat ini. Ternyata tulisan tersebut saat ini telah dibaca 451 kali. Lumayanlah untuk pemula seperti saya. Sayangnya saya tidak menemukan koleksi foto ketika saya menonton Thong-Thong Lek dua tahun lalu.

Baca juga: Festival Thong-Thong Lek yang Dirindukan Masyarakat Rembang Saat Ramadan

Festival Thong-Thong Lek-dokpri
Festival Thong-Thong Lek-dokpri
Hal yang membuat saya suka mengikuti Samber THR Kompasiana:

1. Latihan menulis setiap hari

Saya merasa seperti sekolah saat menulis. Intinya belajar dan mencoba. Mau benar atau salah, teruslah mencoba. Bukankah lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali?

Latihan menulis ini membuat saya makin banyak membaca dan terinspirasi dari penulis-penulis lain. Setiap penulis memiliki gaya yang jadi ciri khas. Wah, saya jadi ingin bertanya dan mohon masukan kepada teman-teman. Bagaimana gaya kepenulisan saya? Apa yang perlu saya kembangkan lagi?

2. Ada hadiahnya

Siapa yang menolak diberi hadiah. Apalagi jika hadiah ini adalah hasil dari usaha. Seandainya dapat hadiah, itu berarti rezeki tahun ini. Apa pun bentuknya, bisa jadi penambah semangat.

Ngiler Hadiah-dokpri
Ngiler Hadiah-dokpri

3. Bisa mendapat teman baru

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun