Mohon tunggu...
selestin nisfu
selestin nisfu Mohon Tunggu... Tenaga Kesehatan - Epidemiologi Kesehatan

on learning process. love every little things to write in.

Selanjutnya

Tutup

Kurma

Membuat SOTR Jadi SOTM, demi Kemaslahatan Bersama

4 Juni 2018   04:11 Diperbarui: 5 Juni 2018   13:27 1080
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
doc pribadi : selestinisfu

Lalu sebagai orang tua, Tokoh masyarakat, dan pemerhati kenyamanan hidup bermasyarakat seperti saya. Ketika menentang kegiatan SOTR karena pengalaman di atas, apakah salah?

Setidaknya bila memang kami salah dalam melarang atau menghimbau untuk tidak melakukan SOTR, para pelaku SOTR bisa menempatkan diri masing -- masing, menjaga nama baik masing -- masing, dan berbenah kembali tujuan sebenarnya dari kegiatan SOTR.

2. Maraknya Tindak Kejahatan

Jalanan, selalu tidak bisa ditebak. Baik lingkungan dan orang -- orang yang akan ditemui. Bisa saja sejumlah preman atau pencuri, mendapatkan peluang dari kesempatan SOTR, pemalakkan atau pencurian, sampai perkelahian. Naudzubillah. Tentu hal tersebut sangat seram bila dibayangkan.

3. SOTR dari Segi Kesehatan dan Kepraktisan

Bagi yang biasa SOTR dengan motor, mungkin merasa oke -- oke saja, tapi tahukan angin malam itu dingin menusuk sampai ke tulang -- tulang, kasian dek kalau masuk angin, nanti gak jadi puasa. Selain itu makanan box yang dibawa akan sangat ribet membawanya. Dan perlu diperhatikan juga makanan yang dibawa dalam kondisi fresh, karena sering kali makanan yang mau disajikan untuk sahur sudah basi atau berbau, atau jadi anyep karena kena angin malam. L

Mungkin kalian akan berpendapat : Kenapa sih? Lah wong mau berbuat baik pake kebanyakan mikir takut ini takut itu? Masih bagus kita mau turun langsung kebawah, ikut berbagi suka dengan mereka yang dijalanan?

Tidak ada yang salah, bahkan kalau niatnya memang baik. Allah sudah mencatat itu sebagai pahala untuk kalian. Tapi menjaga ketentraman di masyarakat juga lebih penting dan dianjurkan, pun tidak masalah kalau kalian ditegur "jangan berisik tolong mas/mbak","jangan buat sampah ya dari kegiatan SOTR", "jangan sambil coret -- coret fasilitas umum", "jangan sambil trek -- trekan yang buat berisik" lantas semua teguran -- teguran itu tidak membuat kalian naik pitam atau menjadi konflik, dan kalian akan menerima nasihat itu sebagai rules utama dari kegiatan SOTR damai. Tentu kami akan merasa senang hati menjadikan SOTR legal. Tapi faktanya? Masih banyak oknum salah, dan dari pada oknum salah itu merembet ke yang orang -- orang benar ikut jadi korban. Mending sekalian saja di larang SOTR nya.

Solusinya bagaimana kalau mau berbagi dengan mereka yang di jalan?

Luruskan niat, kalau niatnya memang benar untuk berbagi tinggal dimanfaatkan saja fasilitas atau solusi dari para Tetua kita (misalnya pak Sandi yang menyarankan SOTR diganti dengan Saur di Masjid), tinggal di pikir bareng -- bareng gimana caranya budaya Saur On The Mosque (SOTM) bisa berjalan, dan para sasaran yang hendak mendapat makan bisa terfasilitasi. Kalau niatnya benar, tempatnya dimanapun bisa saja kan? Masalahnya kalau di jalan khawatir di khilafnya anak muda, yang bisa saja jatuhnya malah hura -- hura.

SOTM bisa sekalian generasi muda belajar memakmurkan masjidnya, atau kalau mau lebih dekat dengan kelompok sasaran seperti gelandangan, pengemis, dll bisa mencari lokasi mushola yang dekat jalan. Survei dulu sebelumnya, untuk lokasi, jumlah sasaran, dan cara menarik kelompok sasaran supaya datang ke lokasi SOTM. Kan malah lebih matang dan enak konsepnya. Pun, sekarang anak -- anak muda lebih pandai soal membuat acara dan kepanitiaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun