Selamet HARIADI
Selamet HARIADI wiraswasta

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan

Silaturrahim Berjamaah di Hari Idul Fitri

14 Juni 2018   09:45 Diperbarui: 14 Juni 2018   09:47 218 1 1
Silaturrahim Berjamaah di Hari Idul Fitri
Silaturrahim Berjama'ah di Hari Fitri/ilustrasi (dok.pelitabanten)

Aktivitas yang seakan wajib di hari idul Fitri adalah silaturrahim. Silaturrahim ini terbilang tak biasa di hari lainnya. Ada tradisi meminta maaf dan memberi maaf satu sama lain. Ada hal unik dalam momen Fitri ini, yakni silaturrahim berjama'ah, bagaimanakah itu?

Salam-salaman di Masjid (dok.tribunnews)
Salam-salaman di Masjid (dok.tribunnews)

Dimulai dari Masjid

Malam idul fitri adalah malam yang semarak. Gelora takbir dimana-mana. Masyarakat menyambut dengan semangat hari yang fitri ini, yang berarti pula hari kemenangan. Menang dari tempaan sebulan lamanya di bulan Ramadan.

Momentum idul Fitri adalah yang dinanti banyak orang. Bertemuanya dengan keluarga besar biasanya dilaksanakan di momen hari raya ini. anak-anak pun senang dengan adanya salam tempel atau angpau lebaran yang mereka terima.

Ada istilah silaturrahim berjama'ah di wilayah Lodalem, kabupaten Malang. Dimulai dari umumnya umat Islam, di waktu pagi hari idul fitri. Mereka berduyun-duyun ke masjid besar untuk melaksanakan sholat idul fitri.

Hal menarik adalah selepas sholat idul fitri ini. Sebelum pulang biasanya ada salam-salaman saling memahaafkan. Kemudian Masyarakat selepas idul fitri ini membentuk grup besar yang jumlahnya puluhan orang. Mereka melaksanakan silaturrahim berjama'ah. Grup ini biasanya didominasi oleh anak-anak muda.

Meski pula ada orang-orang tua pula yang melaksanakan hal ini namun tak begitu banyak. Silaturrahim berjamaah ini bersama selepas idul fitri menuju ke rumah-rumah warga. Dimulai dari satu deret kanan hingga ke ujung wilayah lalu dilanjut ke sisi lainnya.

SIlaturrahim Berjamaah/ilustrasi (dok.lensamahasiswa)
SIlaturrahim Berjamaah/ilustrasi (dok.lensamahasiswa)

Tak sempat duduk

Jumlah yang puluhan membuat grup silaturrahim berjamaah ini tak duduk saat singgah silaturrahim ke rumah warga. Seperti diketahui umumnya orang silaturrahim lebaran, biasanya duduk dan ngobrol beberapa saat. Namun hal ini berbeda denga grup silaturrahim ini.

Mereka dengan jumlah yang besarini masuk ke rumah warga. Memberi salam, masuk lalu meminta maaf ke pemilik rumah dan pula tamu yang ada disitu. Seadakan seperti berjabat tangan saat momen pernikahan. Cukup sebantar dan keluar lagi, tanpa banyak kata yang disampaikan selain meminta maaf tadi.

Tradisi yang terjadi di Lodalem ini membuat mereka yang masuk dalam grup silaturrahim berjamaah ini bisa singgah ke rumah-rumah warga. Tentunya yang melakukan open house atau membuka rumah saat idul fitri. Bagi yang sedang keluar bisa jadi dilewati.

momen silaturrahim berjamaah ini pula disukai anak-anak. Hal ini karena mereka bisa singgah ke hampir semua rumah.  Dan tak lupa cepat pula mendapat salam tempel untuk mereka saat lebaran. Dengan syarat sang pemilik rumah pun sudah siap dengan salam tempel atau angpaonya.

Aktivitas warga di hari idul fitri ini tentu saja sah-sah saja. Meski tak lama waktu silaturrahim, namun momen bisa singgah untuk bersilaturrahim ke semua rumah warga bisa dijalani. Tradisi di lodalem ini pun ternyata dilaksanakan di wilayah lainnya, yakni berbeda waktunya. Bisa jadi malam hari. Ah... yang penting semangat bersilaturrahim di hari fitri dengan keadaan lebih baik dari idul fitri sebelumnya.  

  

[selamet hariadi]

Bacaan BERMANFAAT lainnya: