Selamet HARIADI
Selamet HARIADI wiraswasta

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan

Kentongan Sahur, Dari Berkeliling hingga Hanya di Musholla

5 Juni 2018   16:41 Diperbarui: 5 Juni 2018   16:59 804 0 0
Kentongan Sahur, Dari Berkeliling hingga Hanya di Musholla
Kentongan Sahur (dok.nu)

Membangunkan dengan Kentongan Sahur, dari Keliling hingga hanya di Musholla

Sahur....Sahur...

Nyanyian yang terindikasi seperti teriakan tersebut biasanya kita temui saat waktu sahur tiba. Berbagai cara memang digunakan untuk membangunkan sahur. Seperti tradisi dengan kentongan Sahur.

Kentongan Sahur (dok.nu)
Kentongan Sahur (dok.nu)
Berkeliling, Bersama-sama dengan Kentongan Sahur

Kentongan sahur adalah tradisi membangunakna orang sahur menggunakan kentongan. Sebenarnya tak hanay kentongan, tapi juga menggunakan alat lain yang bisa menimbulkan bunyi seperti galon. Kegiatan ini digunakan pula sebagai wadah kreatifitas.

Tua-muda masyarakat ikut dalam kegiatan di waktu sahur ini. Umumnya memang anak-anak muda yang mengikuti Kentongan Sahur.  Namun selain itu ada pula anak-anak kecil yang semangat berkeliling saat waktu sahur.

"Sahur...Sahur..."

Penggilan pengingat waktu sahur ini dengan semangat dikumandangkan mereka yang ikut. Berjalan pelan-pelan sambil pula menambah personil yang mengikuti kentongan sahur. Memang ada yang menyusul di tengah jalan karena tak mengikuti kentongan sahur dari awal berangkatnya.

Rombongan kentongan sahur ini bersama-sama berkeliling mengingatkan orang akan waktu sahur. Diharapnya orang-orang mendengar dan segera menunaikan sahur. Riuhnya suara tak ayal membuat orang yang tidur bisa terbangun dari lelapnya.

Kentongan Sahur (dok.nu)
Kentongan Sahur (dok.nu)
Kentongan Sahur di Musholla

Selepas berkeliling, mereka rombongan kentongan sahur akan menuju ke Musholla atau Masjid. Di tempat ibadah ini mereka melanjutkan kentongan sahurnya. Nyanyian tentang pengingat waktu sahur pun tetap dikumandangkan menyemarakkan waktu sahur.

Berbeda dengan  saat berkeliling. Biasanya kentongans ahur diselingi pula dengan waktu yang tersisa sebelum imsak tiba. Waktu pengingat ini memang penting agar mereka yang mendengar dapat tanggap akan pentingnya segera sahur sebelum waktu sahur habis.

Tradisi membangunkan sahur dengan kentongan sahur ini di beberapa tempat, khususnya di dekat wilayah saya tinggal sekarang mulai berkurang. Maksudnya berkurang tak lagi berkeliling, namun hanya tinggal kentongan sahur di Musholla atau Masjid.

Kegiatan membangunkan dengan Kentongan sahur ini memang perlu didampingi orang dewasa yang mengarahkan waktu, suara dan tempat yang dilalui dengan tepat. Hal ini agar masyarakat yang menyimak kentongan sahur tak terganggu, seperti melakukan kentongan sahur jam 1 malam tentunya kurang elok. Alangkah baiknya mulai jam 2 atau setengah 3 jika imsak jam 4. Demikian secuil cerita tradisi membangunkan orang sahur dengan kentongan Sahur di kampung. Semangat Sahur dengan semangat!   

[selamet hariadi]

Bacaan BERMANFAAT lainnya: