Mohon tunggu...
Selamet HARIADI
Selamet HARIADI Mohon Tunggu... Indonesia

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mengupas Akar dan Gunung Es Korupsi di Indonesia

29 November 2015   06:17 Diperbarui: 29 November 2015   09:41 0 9 6 Mohon Tunggu...

[caption caption="Buku Bibit (dok.antaranews)"][/caption]Bibit S. Rianto menulis Buku yang berjudul "Koruptor Go To Hell! Mengupas Anatomi Korupsi di Indonesia", buku ini berisi gambaran tentang pola korupsi mulai dari peraturan hingga bahasan yang melingkupinya. Tulisan awal pada buku ini adalah tentang momentum serangan balik (fight back) terharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari para koruptor dengan bergulirnya kasus Antasari.

Seorang oknum anggota DPR mulai mempermasalahkan keabsahan putusan Pemimpin KPK jika hanya diambil 4 orang. Hal ini pun merembet hingga panyadapan pembicaraan yang dilakukan KPK.

Goncangan pada KPK dipaparkan penulis pada Bab pendahuluan ini dengan melihat aspek Serangan Balik Koruptor. Hal ini seakan menggambarkan pada masyarakat tentang pelemahan KPK.

 [caption caption="Gedung KPK (dok.kopel-online)"]

[/caption]Akar Korupsi

Pada bab pertama membahas tentang akar korupsi, dimana perbuatan korupsi haruslah memenuhi 4 unsur yakni: niat melakukan korupsi (desire to act), kemampuan untuk berbuat korupsi (ability to act), peluang atau kesempatan untuk melakukan korupsi (opportunity to do corruption) dan target atau adanya sasarn yang bisa dikorupsi (suitable target).

Pada bab ke-1 ini bahasan lebih menitikberatkan pada akar yang mengakibatkan terjadinya korupsi yang merupakan kejahatan bahkan termasuk extraordinary crime. Serangan balik Koruptor dengan berbagai macam cara menyerang KPK, hal ini diperparah dengan dugaan keterlibatan Antasari yang tak lain adalah ketua KPK dalam kasus yang ditangani Polri.

 [caption caption="Gunung Es Korupsi (dok.slidshare)"]

[/caption]Gunung Es Korupsi

Pada bab ini dijelaskan tentang gambaran korupsi yang seperti gunung es, jika yang terlihat sudah dihilangkan ternyata bongkahan es yang ada di bawah laut perlu juga ditangani. Begitulah gambaran Korupsi yang perlu ditangani sampai ke akarnya layknya gunung es.

Seperti gambaran gunung es, maka bongkasan es di bawah permukaan digambarkan dengan Kerawanan Korupsi (corruption hazard) yang meliputi: Lokasi, Manusia, Barang hingga Kegiatan. Hal-hal tersebut merupakan aspek-aspek rawan terjadinya korupsi.

Pada lapis di bawahnya ada Potensi Masalah penyebab Korupsi (PMPK), mulai dari Sistem, Integritas moral, remunerai, control atau pengawan lemah hingga budaya taat hukum yang lemah.

Dari fenomena gunung es ini perlu adanya pola deteksi-aksi untuk penanggulangannya. Penulis menjabarkan berbagai cara atau kegiatan penanggulangan gunung es korupsi. Korupsi memang musuh bersama karena merugikan banyak hal, oleh karenanya peran penanggulangannya pun perlu banyak pihak yang saling membantu mulai dari perbaikan moral hingga penindakannya. [SH]

KONTEN MENARIK LAINNYA
x