Mohon tunggu...
Sekar Mayang
Sekar Mayang Mohon Tunggu... Editor - Editor

Editor. Penulis. Pengulas buku. Hidup di Bali. http://rangkaiankatasekar.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bakat, Oh, Bakat...

11 Juni 2016   21:25 Diperbarui: 11 Juni 2016   21:28 116
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Gara-gara satu postingan yang menjurus curcolan, hebohlah wall FC seharian ini. Saya sendiri sempat mengira akun yang bikin postingan itu akun klonengan. Ya, wajarlah, nggak sekali-dua kali FC diserang pas lagi adem ayem kayak gini.

(Adem ayem, Moy? Mana pernah FC adem ayem sejak ada duet maut Eka Murti dan Pairunn Adi? Belom lagi kalo ditambah Susanti, eh, Susanto siapalah itu panjangannya, plus Arako yang katanya punya bakat mengubah sandal swallow menjadi carvil. Adem ayem model bijimana maksud lu, Moy?)

Oke! Cukup! Ntar ciloknya keasinan *eh

Jadi, sekarang saya pengen mbahas dua hal; bakat nulis dan bakat baper.

Pertama, bakat nulis. Nggak semua orang bisa melihat bakat nulis seseorang. Kalo dia nggak suka baca buku, biasanya emang nggak bisa bedain antara buku bagus dan buku catatan utang. Semisal ada orang yang ngeledek kalian nggak berbakat nulis, jangan langsung ditelen yes. Kunyah dulu sampe halus. Artinya, lihat dulu siapa yang bicara seperti itu. Apakah dia biasa baca buku? Atau dia bisanya cuma membaca isi hati mantannya?

Bakat nulis bisa dilatih, kok. Caranya? Ya, perbanyak latihan menulis. Dan, jangan lupa, perbanyak baca! Tanpa membaca, mustahil seorang penulis bisa membuat karya yang bagus, meskipun dari sononya dia sudah diberi bakat nulis oleh Tuhan.

Editor adalah salah satu yang bisa melihat apakah seseorang berbakat menulis atau tidak. Dan, sebagai editor yang sudah malang melintang di rel kereta api, eh, di warung cilok, saya biasanya bisa mencium seseorang berbakat dari pilihan kata yang dia pakai dalam naskahnya. Seperti yang pernah saya bilang, “Ide cerita boleh sama, tapi cara bertuturlah yang membedakan.” Itu memang betul. Seseorang yang punya bakat nulis gueedeee biasanya akan menyuguhkan permainan diksi yang tidak biasa, yang akhirnya bikin saya pengen baca naskahnya pelan-pelan. Kenapa? Soalnya takut melewatkan detail-detail yang ruar binasa.

Detail-detail ini nggak melulu sebuah rangkaian kata yang super njelimet. Bisa aja si penulis memakai kata-kata yang umum dipakai sehari-hari. Tapi, karena dia juga punya bakat baper, jadilah ruar binasa efeknya bagi pembaca.

Oke! Sekarang kita mbahas bakat baper.

Ada yang bilang, penulis nggak boleh baperan. Ntar dicolek dikit sama editornya, trus ngambek dan malah cari pohon toge buat gantung diri. Nah, kalo saya bilang, sih, “Baperlah pada tempatnya.” Penulis juga perlu punya bakat baper, lo! Kenapa? Ya, supaya karyanya jadi bernyawa. Silakan baca karya-karya Gayle Forman yang kurang ajar level bapernya. Baca juga karyanya Nicholas Sparks, John Green, dan Agatha Christie. Kalo nama terakhir, sih, mungkin bapernya karena pengen nuangin sianida di cangkir kopi si mantan ngiaaahahahahaha…

Maksud saya gini. Misal yak, kalian lagi jalan-jalan. Sendirian. Di malam minggu. Tanpa pasangan. Tanpa cemilan. Terus, di tengah jalan nemu dua orang sedang berasyik-asyik di balik semak-semak. Hayo, ngacung! Siapa yang nggak ujug-ujug baper liat yang lagi asyik di balik semak-semak? Tapi, yo, jangan lantas kembali nyari pohon toge buat gantung diri. Kemaslah kebaperan tersebut dengan hati-hati, lalu pulanglah ke rumah sendiri. Jangan ke rumah mantan yak. Sampai rumah, bukalah kemasan baper tadi dan tuangkan di naskah kalian. Dijamin, rasanya bakal kayak nenggak es degan pas bedug magrib.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun