Mohon tunggu...
Scelviana Cahyani
Scelviana Cahyani Mohon Tunggu... Seseorang yang suka dengan bidang peternakan

mahasiswa UNDIP Fakultas Peternakan dan Pertanian 2017 dan saat ini sedang mengikuti kegiatan KKN di Desa sendiri

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Desa Karangrejo Lor Kembangkan Pakan Fermentasi untuk Ternak Ruminansia

5 Agustus 2020   10:07 Diperbarui: 5 Agustus 2020   09:58 9 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Desa Karangrejo Lor Kembangkan Pakan Fermentasi untuk Ternak Ruminansia
Dok. Mahasiswa

Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Desa Karangrejo Lor Kemabangkan Pakan Fermentasi untuk Ternak Ruminansia

 PATI (03/08/20) -  Masyarakat desa tentu tidak asing lagi dengan istilah “Ngarit” dan “Angon”. Kedua istilah itu tentu tidak asing didengar karena masyarakat desa mayoritas memiliki ternak seperti kambing, domba dan sapi atau ternak ruminansia. 

Namun, mengingat kondisi sekarang ini (pandemi Covid-19) masyarakat desa tidak dianjurkan untuk melakukan “Ngarit” dan “Angon”. Hal ini dikarenakan kegiatan itu secara tidak langsung dapat menimbulkan kontak langsung antar peternak atau bahkan menimbulkan suatu kerumunan.

Tentu hal ini menjadi perkara pelik bagi masyarakat desa. Salah satu mahasiswa KKN di Desa Karangrejo Lor akhirnya menciptakan suatu inovasi yaitu membuat pakan fermentasi yang berbahan dasar dari limbah pertanian seperti jerami padi atau kulit kacang hijau.


 Alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan pakan fermentasi sangatlah mudah didapatkan. Alat yang perlu disiapkan adalah wadah besar (ember atau drum), plastic cor dan alat pemotong (chopper atau sabit). Bahan yang perlu disiapkan adalah jerami padi atau limbah pertanian lainnya, EM 4, urea dan dedak padi.

Dok. Mahasiswa
Dok. Mahasiswa
 Pembuatan pakan fermentasi sebenarnya tidaklah rumit dan dapat dilakukan dengan banyak cara. Hal penting yang wajib dilakukan yaitu memastikan bahan yang akan difermentasi selalu dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). 

Langkah-langkah pembuatan pakan fermentasi yaitu potong jerami padi sepanjang 5 – 10 cm, tambahkan 10% dedak padi, 5% urea dan 9% mollases. Kemudian aduk semua bahan hingga homogen. Lalu masukkan semua bahan ke dalam ember atau drum yang dilapisi plastic cor dan tunggu hingga satu minggu.

Selama proses pembuatan pakan fermentasi berlangsung, mahasiswa KKN UNDIP senantiasa melakukan pendampingan kepada masyarakat agar tidak terjadi kegagalan. Selama proses fermentasi, pakan tidak boleh dibuka-buka dan harus dipastikan tidak ada udara yang masuk.

Dok. Mahasiswa
Dok. Mahasiswa
Ciri-ciri pakan fermentasi yang berhasil adalah berbau masam, tidak berlendir, tidak berjamur dan tidak menggumpal. Sebelum diberikan pada ternak, pakan fermentasi harus diangin-anginkan terlebih dahulu. Perlu diingat, ternak saat pertama kali diberi pakan fermentasi tentunya tidak akan langsung mau menerima karena belum terbiasa. 

Oleh karena itu, saat pemberian pakan pada ternak perlu dilakukan secara bertahap (sedikit demi sedikit) dan diberi sedikit dedak padi atau pollard untuk memancing ternak serta meningkatkan nilai palatabilitas. 

VIDEO PILIHAN