Mohon tunggu...
Saumiman Saud
Saumiman Saud Mohon Tunggu... Administrasi - Pemerhati

Coretan di kala senja di perantauan

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

7 Alasan Mengapa Pilih Ahok, padahal Ketahuan Ia Tidak Pintar Satu Hal? Apa Itu?

6 Maret 2016   07:01 Diperbarui: 6 Maret 2016   12:08 14029 15 37 Mohon Tunggu...

[caption caption="Mengapa pilih Ahok, padahal ia tidak pintar dalam satu hal, apa itu?"][/caption]Sebagian orang kan bertanya-tanya, mengapa teman Ahok yang sebagian besar terdiri dari anak-anak muda itu itu begitu semangat mengumpulkan KTP dari rakyat Jakarta hanya untuk satu jabatan yang di sebut Gubernur DKI? Bukankah mereka juga memiliki kesibukan masing-masing? Lalu anda juga bertanya mengapa ada banyak orang termasuk tulisan ini yang senantiasa menuliskan tentang Ahok, padahal sipenulis itu sendiri tidak kenal pada Ahok, hanya dengar-dengaran namanya dan lihat di TV wajahnya? Mengapa? Apa keistimewaan dan akibatnya bila kita memilih dan tidak memilih Ahok? Mengingat ada berbagai kalangan mulai kasak-kusuk ingin menjegal,menganjal, melawan bahkan mengeroyok Ahok.

Berikut ini ada 7 alasan yang ditulis dengan gamblang mengapa Ahok harus menjadi Gubernur DKI satu priode lagi, padahal ada satu hal yang dia tidak pintar? Ingat, tulisan ini ditulis bukan berarti karena sang penulis mendapat untung karena Ahok berkuasa, seperti komentar tuduhan salah satu kompasioner baru di bawah, yang pasti artikel begini mendapat bayaran mahal dari kompasiana.com, benarkan kompasiana....Ayo silakan lanjut baca, yang lain silakan nulis yang banyak :

1. Bila Ahok tidak dipilih maka dicurigai Jakarta bakal muncul kembali PKL yang berkeliaran dan Tanah Abang kembali dikuasai oleh preman pertahana. Tentu gawat sekali, akan terjadi lagi keserawutan di mana-mana. Namun bila Ahok menduduki jabatannya lagi ia akan menyelesaikan semuanya, supaya mereka yang terpilih pada masa-masa mendatang tidak mengalami kesulitan lagi.

2. Bila Ahok tidak dipilih maka gaji PNS akan dibayar murah kembali dan kerja mereka kembali asal-asalan. Tadinya birokrasi yang diatur Ahok satu pintu akan menjadi pintu, sekalian ditambah banyak lacinya kembali karena para konsumen kembali bakal memberikan uang tambahan atau yang disebut pelicin. Namun bila Ahok yang menduduki jabatan, bahkan dia sedang memperjuangkan rumah masyarakat yang seharga 2 M juga tidak perlu memnbayar pajak.

3. Bila Ahok tidak dipilih maka sampah akan kelihatan lagi di segala tempat, karena revolusi mental masyarakat masih sepertiganya. Maka tidak heran sampah akan mengadakan reuni kumpul di mana-mana dan bergerombolan di sungai-sungai bahkan di gorong-gorong, seperti bekas kabel yang jumlahnya 22 truk itu. Namun bila Ahok menjadi Gubernur lagi , maka sesuai dengan pengalaman gorong-gorong semua bakal menjadi prioritas, bahkan tsunami menerjang, Jakarta tetap tidak banjir, upps salah, karena menerjangnya di tempat lain.

4. Bila Ahok tidak dipilih maka tatkala hujan turun melanda Jakarta kembali selalu siaga untuk wanti-wanti air meluap. Tetapi bila Ahok diberikan tugas Gubernur ia akan bereskan sedetai-detailnya, karena duapuluh empat jam sungai selalu dikeruk, laporan yang bermasalah akan diselesaikan segera.

5. Bila Ahok tidak dipilih maka alat-alat transportasi di Jakarta tidak bakal diganti akan tetap memakai bus lama dan kuno, karena menurut salah satu calon Gubernur yang mau melawan Ahok berkata, bila ada sopir-sopir bus nakal, biar mereka dicambuk saja, besok sembuk ngebut lagi. Namun bila Ahok yang sebagai Gubernur ia akan mengganti semua bus lama dengan yang baru, bahkan trayek bus baru dibuat persis dengan bus lama dengan harga yang lebih murah untuk memaksa bus lama itu supaya bangkrut karena mereka ngotot tidak mau ganti bus atau bergabung kerja sama dengan pemerintah.

6. Bila Ahok tidak dipilih maka Jakarta akan menjadi tempoe dulu lagi, uang perparkiran kurang lengkap masuk kas negara, pungutan liar di mana-mana, namun bila Ahok yang dipilih lagi, maka semua ini akan diberantas terus, Jakarta penuh cctv seperti di luar negeri, kejahatan cepat diberantas, prostitusi dan narkoba diberantas terus.

7. Bila Ahok tidak dipilih maka dikhawatirkan mereka yang saat ini masih tinggal ditempat kumuh tidak pernah menikmati rumah yang cocok atau layak tinggal seperti rumah susun yang sudah dinikmati sebagian masyarakat Jakarta saat ini; karena terus terang para lawannya itu pintar bernyanyi, yang lainnya pintar kritik, yang lainnya pintar hukum, yang lainnya pintar olah raga, hanya itu. Namun bila Ahok melanjutkannya, maka kita tidak perlu lagi bertanya kepintarannya, mungkin anda yang ngak suka Ahok malu mengakui bahwa Ahok ternyata  pintar segala-galanya, Cuma ada satu saja Ahok tidak pintar, apa itu? Ahok TIDAK PINTAR KORUPSI.

Selamat Hari Minggu Jakarta

Saumiman Saud, Sf

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x