christian irawan
christian irawan

mungkin sedikit membingungkan , tapi yang pasti demi kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Apabila Modal Menjadi Dewa

13 Juni 2018   19:27 Diperbarui: 13 Juni 2018   19:35 314 0 0

Ya kita mulai lagi dari sini, membuat judul yang sebagian besar dikeluhkan oleh para pengusaha, baik itu pemula sampai pengusaha senior sekalipun, Ya,, Modal adalah Dewa Bisnis, siapa bermodal besar itu yang menang. Apakah Betul..


Saya modalnya kecil,..jadi bisnis seadanya, saya akan begini..dan begitu.. kalau modalnya cukup, beri saya beberapa M beer .. saya akan begini, Ohh si itu.. pantes aja .. modalnya kuat kok....     kata - kata ini mungkin sering didengar apabila sedang ada rapat dengar pendapat para pengusaha.. alias curhatan pengusaha.

Dijaman sekarang memang modal yang kuat membuat perusahaan menjadi cepat berkembang, apalagi ditambah skill penjualan dan manajerial dalam perusahaan yang mumpuni , pasti lari nya wush - wush. 

Namun kalau tidak punya modal bagaimana.. ketika saya mencari di telusuran google, banyak info yang muncul adalah tulisan - tulisan yang menganjurkan untuk meminjam ke bank, ke teman, atau banyak yang menawarkan pinjaman, sampai satu ketika saya pun memiliki niat meminjam. Tapi ternyata ketika ingin mengajukan pinjaman maka yang dilihat pertama adalah apakah anda memiliki aset .. ?

Jaminan Sertifikat tanah adalah yang paling umum untuk di gadaikan.. belum lagi seribu macam syarat - syarat yang membuat anda semua repot. Belum lagi bunga yang diterapkan cukup tinggi. Kalau menurut saya sihh.. sudah lupakan saja ( T Five ), memang ada pinjaman tanpa angunan, namun ketika hitung - hitungan, bunganya malah dapat membuat usaha kita gulung tikar.

Nah sedikit tips Jika anda tidak mempunyai aset, maka yang harus anda lakukan adalah.. bersabar ... berusaha ... berdoa,.. sambil menunggu keajaiban datang. Atau anda berusaha mencari investor, seperti banyak perusahaan di luar sana melakukannya,.. diluar sana banyak sekali orang - orang yang memiliki modal yang lebih dari cukup, namun tidak memiliki usaha, dan kesibukan, namun memiliki niat, hanya saja jalannya belum di temukan. 

Jangan malu dan juga jangan ragu jika anda ingin membagi perusahaan yang anda mulai dengan partner anda, tentu saja suntikan modal dan juga suntikan tenaga pikiran akan anda dapatkan setelahnya, Pengalaman saya mencari investor adalah, mulailah dengan niat yang baik, jujur dan berbicaralah dengan orang - orang terdekat anda, dan dengarkanlah nasihatnya. 

Adakalanya orang - orang terdekat melarang dengan melihat resiko kedepan, baik itu adanya konflik, adu kepentingan, dan masalah personal, namun semuanya itu adalah proses yang akan dilewati. Jika sudah bulat, maka mulailah mencari investor di sekeliling anda, baik itu teman , keluarga, ataupun dengan membuat proposal dan menyebarkannya secara umum. 

Namun disini penulis bukan ingin membahas bagaimana mencari investor yang baik hehehe,,,, saya akan sedikit membahas untuk bagaimana bertarung dengan modal yang minim.. 

Okayy singkat saja .. biasanya perusahaan yang bermodal cukup itu cukup malas untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang sulit, yang rumit,  dan menurut mereka tidak menguntungkan. 

Anda bisa mencari segmen itu dan mengerjakannya, di bidang saya  contohnya : perusahaan furniture sebesar Inf**ma atau ik*a tidak akan melayani jasa - jasa perbaikan furniture, karena menurut mereka itu adalah pekerjaan yang sulit, rumit, dan tidak menguntungkan,  Namun saya memulai dengan itu, dengan mengerjakan beberapa perbaikan - perbaikan furniture, membuat kita langsung mengerjakan hal yang terumit dan termalas. dan dengan modal yang kecil. 

Coba luangkan sedikit waktu untuk berpikir keras mengenai hal ini, apa yang paling malas kompetitor - kompetitor di atas anda lakukan. Anda bisa memulainya , dan anda lakukan jangan sendirian, dalam artian, supaya cepat dan tidak membutuhkan modal banyak, anda harus merekrut partner - partner yang sebidang dengan anda, dan tentu saja jadikan perusahaan anda pemimpinnya. Bahasa lapangannya anda harus memakloon kan. ehehehe. 

Lalu apa lagi.. salah satunya adalah bergeraklah dengan motto Big Company in Small Size, dengan bergerak seperti perusahaan besar, dengan detail dari hal kecil , contohnya dengan membuat kop surat modern, surat jalan dan invoice yang rapih, dengan tata bahasa yang corporate. Anda akan menciptakan atmosfer Big Company dalam perusahaan anda hanya bermodalkan email, printer, dan kata - kata yang baik. 

Maka pelanggan akan lebih percaya dengan anda. Jangan dengarkan omongan - omongan orang lain yang mengatakan bahwa anda terlalu berlebihan dalam mendesain ulang perusahaan anda. Tidak perlu minder dengan tempat  usaha dan kantor anda yang kecil. Karena jaman sekarang customer hanya akan menilai dari apa yang mereka rasakan. 

Selalu latih pikiran anda menjadi perusahaan besar, dan juga latih karyawan anda, memiliki mindset yang besar, buang jauh - jauh karyawan yang tidak mau dilatih, dan tidak ingin sukses, jangan sayang dengan karyawan seperti itu, walaupun anda menyayanginya secara personal. Bisa jadi mereka lebih berkembang di tempat lain. 

Dan jika anda sudah memiliki modal yang cukup, latihlah seperti anda tidak memiliki modal terus, ahhh,, yang terakhir ini saya sudah kehabisan kata - kata, jadi mungkin nanti disambung saja ya.. hehehe , mohon maaf penulisannya seperti yang menggurui atau kurang baik, karena penulis masih harus banyak belajar menulis di forum kompasiana ini. Semoga bermanfaat tulisan ini, dan tetap semangat..... pantang menyerah