Mohon tunggu...
Warto Nur Alam
Warto Nur Alam Mohon Tunggu... Hidup Harus Bermerk

Aries

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Tidak Ada Sekolah untuk Jadi Orangtua

16 Januari 2020   21:32 Diperbarui: 16 Januari 2020   21:43 26 0 0 Mohon Tunggu...
Tidak Ada Sekolah untuk Jadi Orangtua
Ket Foto : Penulis sedang membantu siswa menyiapkan mental hadapi ujian sekolah dan menyisipkan sugesty positif bagi kehidupannya--dokpri

Hai...  pembaca Kompasiana, terima kasih sudah menyempatkan diri untuk membuka artikel perdana saya ini, Perkenalkan saya Warto Nur Alam asal Brebes, yang kata orang sih saya tukang Hipnotis (ih serem deh takut dihipnotis nanti terbongkar semua, hehe...). Kesempatan ini saya coba berbagi pengalaman tentang bahasan Orang tua dari pengalamanku di dunia trainer Parenting. 

Orang tua merupakan seseorang bapak/ibu yang mempunyai peranan penting terhadap anaknya, baik secara hubungan biologis maupun sosial, namun predikat orang tua yang melekat kepada seseorang apakah sebagai orangtua baik menurutnya atau jelek menurut anaknya?, disinilah perlu kejelian dan kepekaannya kita sebagai orang tua. 

Dewasa ini, tugas dan kewajiban orang tua sangatlah kompleks, apalagi menyongsong revolusi industri 4.0, jangan sampai anak jadi korban sisi negatif dari era tersebut. 

Anak merupakan peniru ulung, apa yang dilihat dan didengar, ia akan menirunya tanpa memikirkan hal tersebut baik atau buruknya. Definisi anak sendiri ialah seseorang yang berusia 0-18 tahun. 

Berbicara gelombang otak, Pikiran kritis berkembang usia 3 tahun, mulai usia 7-9 tahun semakin menebal dan keras. Puncaknya pada usia 13 tahun, Setelah itu perubahan lebih sulit dilakukan karena sudah menjadi karakter, watak dan kebiasaan, terkecuali mau merubahnya dan tahu cara/pembimbing semisal Hypnotherapys.  Penanaman nilai positif Sebaiknya dilakukan pada usia 0-6 tahun. 

Kembali kebahasan awal ketopik judul, orangtua mana yang tidak menginginkan anaknya hidupnya sukses, baik Sekolah maupun karirnya, terkadang egoisme sebagai dalih bentuk kasih sayangnya anak dipaksa melakukan keinginan baik dari memilih sekolah sampai masalah rumah tangga.  

Silahkan saja punya mimpi tinggi terhadap anak, tetapi kenali segala potensinya, tetapkan harapan atau kriteria berdasarkan potensi tersebut, bila anda belum tahu potensi anak, tetapi sudah memasang target bercurigalah bahwa target tersebut sebenarnya hanyalah bayang-bayang dari luka anda dimasa lalu. 

 Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, terkecuali mereka yang belajar mandiri, baik dari pengalaman seseorang langsung, buku, majalah ataupun lainnya. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x