Mohon tunggu...
Satria Buana
Satria Buana Mohon Tunggu... Lainnya - Menulis

Jika apa yang kau senangi tidak terjadi, apa senangilah apa yang terjadi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sejarah Singkat Rokok

5 Oktober 2023   20:32 Diperbarui: 5 Oktober 2023   20:56 216
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Gambar: https://images.app.goo.gl/RZSxTFRd5NCAxrWJ6

 Jika berbicara mengenai rokok tentunya kita sudah tidak asing lagi, bagaimana tidak? Sebagai warga Indonesia hampir setiap hari kita melihat sebagian masyaraktnya merokok, setiap sudut kota, di perkampung, di kafe, pasar, jalan, bahkan bisa jadi salah satu diantara anggota keluarga kita ada yang merokok, jadi yang pasti kita sudah tidak asing lagi dengan barang itu. Tapi tahukah kalian bahwa rokok tuh mempunyai sejarah yang panjang sekali, rokok tidak serta merta datang begitu saja ke tanah nusantara, ada proses dan cerita yang sedikit panjang mengenai perjalananya. Tapi agar mempermudah dalam memahaminya mari kita bahas secara ringkas dan tepat.

SEJARAH ROKOK DI DUNIA 

Rokok pertama kali di temukan oleh suku indian, lebih tepatnya rokok ditemukan 4000 tahun sebelum masehi. Pada awalnya penggunaan rokok tidaklah dibakar lalu dihisap saja, lebih tepatnya tembakau waktu itu  sudah digunakan oleh beberapa suku Indian sebagai  ramuan obat, bahkan pada kegiatan mengunyah tembakau salah satu semacam kegiatan memuja Roh dan Dewa  . Jadi waktu itu suku indian menggunakan atau memanfaatkan tembakau sebagai  campuran obat atau penawar penyakit seperti batuk, flu, radang tenggorokan dll.

Lalu perjalan cerita rokok dilanjutkan oleh Christopher Columbus, pada waktu itu berlabuh di Pulau San Salvador. Kedatangan Columbus disambut hangat oleh penduduk suku Indian dan diberikan hadiah beberapa dedaunan tembakau kering sebagai penyambutan tamu.

Namun, saat itu Columbus dan rombongannya masih bingung akan fungsi dari daun tersebut. Kemudian mereka menemukan penduduk asli Amerika tersebut sedang membakar dan menghirup asap daun tembakau.

Kemudian mengetahui para rombongan menyukai tembakau itu, lalu dibawa pulanglah tembakau itu, tidak hanya itu colombus juga mengenalkan kepada beberapa pedagang dan ternyata tembakau banyak digemari terutama bagi para penduduk spanyol dan portugis, kemudian ya, tembakau menjadi komoditas dagang yang sangat laris.

Pada 1556, tanaman tembakau mulai dikembangkan di Eropa. Negara Eropa yang pertama kali mengembangkan tembakau adalah Prancis dan di sini pula sebutan rokok atau sigaret pertama kali dicetuskan. pada waktu itulah pemakaian tembakau kian berkembang, pemakaian tembakau yang lebih inovatif yakni menggunakan kertas khusus yang akan dilinting dan membungkus tembakau.

Melansir dari KOMPAS.COM, Mesin pembuat rokok pertama yang dipatenkan adalah buatan Juan Nepomuceno Adorno dari Meksiko pada 1847. Produksi rokok meningkat setelah mesin baru dikembangkan James Albert Bonsack dari AS pada 1880-an. Mesin buatan Bonsack ini bisa memproduksi rokok dari hanya 40.000 batang hingga sekitar 4 juta batang dalam sehari. Pengguna rokok menigkat pesat di dunia Barat pada abad ke-20. Di AS pada awal abad ke-20 tercatat konsumsi rokok rata-rata hanya 54 batang per orang setiap tahunnya. Pada 1965 konsumsi rokok di AS melonjak menjadi 4.295 batang per kapita per tahun. . Saat itu 50 persen pria dan 30 persen perempuan menghabiskan 100 batang rokok dalam setahun.

SEJARAH SINGKAT ROKOK DI INDOESIA

Mengutip dari  ttu.inews.id, Rokok pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada abad ke-17 oleh pedagang dari Eropa, terutama dari Belanda. Pada awalnya, rokok dianggap sebagai barang mewah dan diperuntukkan bagi kaum bangsawan dan pejabat kolonial. Namun, seiring berjalannya waktu, rokok mulai menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun