Kesehatan

Sehatlah Jogjaku!

4 Desember 2017   04:06 Diperbarui: 4 Desember 2017   04:25 669 1 0

Polusi udara kota di beberapa kota besar di Indonesia telah sangat memprihatinkan. Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan segala resikonya telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker darah. Namun, jarang disadari ada berapa ribu orang yang meninggal setiap tahunnya karena infeksi saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru-paru akibat polusi udara kota. Udara kota telah dipenuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan.

Pencemaran udara adalah keberadaan satu atau lebih dari substansi fisik, kimia atau biologi di atmosfer bumi dalam jumlah yang besar dan dapat membahayakn kehidupan manusia di dalamnya seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Pencemaran udara ini menyebabkan adanya gangguan estetika dan kenyamanan serta merusak apapun yang ada di dalam atmosfer tersebut. Pencemaran udara dapat ditimbulkan karena sumber -- sumber alami maupun kegiatan makhluk hidup di dalamnya. Secara umum udara tercemar di definisikan sebagai perbedaan komposisi udara aktual dengan kondisi udara normal dimana komposisi udara alami tidak mendukung kegiatan makhluk hidup di dalamnya. Bahan atau zat yang disebabkan dari pencemaran tersebut dapat berbentuk gas dan partikel.

Saat ini masalah polusi udara menimbulkan permasalahan yang serius di masyarakat kita yang tinggal tidak hanya di kota besar melainkan juga di kota-kota kecil seperti Yogyakarta. Polusi udara yang terjadi sudah menyeluruh hingga ke atmosfer bumi kita sehingga lapisan oksigen yang tersedia semakin menipis. Polusi udara juga menjadi penyebab logam cepat berkarat dan merugikan berbagai pihak. Polusi udara terjadi akibat beberapa hal yang mendukung terjadinya polusi udara seperti asap kendaraan bermotor, pembakaran hutan dan juga hal lainnya yang menyebabkan semakin banyak jumlah polutan di udara. 

Menurut data yang diperoleh dari penelitian mengatakan bahwa polusi udara telah banyak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan juga hewan yang berada di dalamnya bahkan bisa menimbulkan kematian. Seperti yang terjadi juga di kota Yogyakarta dikatakan bahwa tingkat pencemaran lingkungan hidup di Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat di atas 250 persen kurun waktu tahun 2011 hingga 2015 (www.cnnindonesia.com). 

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang secara tidak langsung mengarah pada gaya hidup masyarakat. Gaya hidup masyarakat yang dimaksut adalah bagaimana manusia memperlakukan lingkungan sekitar dan juga bagaimana perilaku manusia di dalamnya terhadap lingkungan. Gaya hidup tersebut pula yang turut menyumbang keberadaan gas oksigen di lingkungan kita. Contohnya seperti merokok di ruang publik, membuang puntung rokok di sembarang tempat, merokok pada saat membawa kendaraan, asap kendaraan bermotor dan lain -- lain. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas,radiasi atau polusi cahaya.

Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. 

Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di atmosfer semakin meningkat. Menjaga kesehatan lingkungan terutama kelestarian udara semestinya telah menjadi aspek dasar yang harus dipahami oleh setiap lapisan masyarakat. Hal ini terkait dengan udara merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup di dunia ini. Aktivitas sehari-hari dapat dilaksanakan ketika manusia mendapatkan udara. 

Tidak hanya manusia, udara juga berguna bagi tumbuhan dan hewan serta makhluk hidup lain. Namun adapun semakin berkembangnya jaman justru yang terjadi adalah menurunnya kualitas udara di lingkungan kita. Oleh karena itu tetaplah jaga udara yang kita hirup setiap harinya agar kelak panjang umur kita dan tubuh pun menjadi sumber udara yang baik bagi kelangsungan hidup kita