Mohon tunggu...
Alamsyah
Alamsyah Mohon Tunggu... verba volent scripta manent

Lisan Terbang, Tulisan Menetap

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Kisah Berdarah Para Petani Brasil Diperingati Sebagai Hari Perjuangan Petani Internasional

17 April 2021   04:43 Diperbarui: 17 April 2021   04:44 89 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kisah Berdarah Para Petani Brasil Diperingati Sebagai Hari Perjuangan Petani Internasional
Peristiwa Pembantaian Eldorado do Carajs. Foto: aventurasnahistoria.uol.com.br

Hari ini 17 April 1996 atau 25 tahun silam, Polisi militer Brasil melontarkan peluru ke arah sejumlah petani yang melakukan aksi unjuk rasa kala itu.

Sejumlah petani Brasil tak bertanah melakukan aksi unjuk rasa tak lain untuk mempertahankan hak-hak mereka untuk memproduksi pangan dengan menuntut akses terhadap tanah, diberondong Polisi. Akibatnya 19 petani tewas di lokasi aksi unjuk rasa.

Insiden ini kemudian dikenal dengan nama  Pembantaian Eldorado do Carajs. Peristiwa terjadi pada 17 April 1996 di kota Eldorado do Carajs, negara bagian Par, Brasil. Selain 19 tewas, 60 petani luka berat.

Dari insiden itulah kemudian, organisasi gerakan tani lintas negara (La Via Campesina) menetapkan tanggal  17 April diperingati sebagai Hari Perjuangan Petani International (International Day of Farmers Struggle).

Kebijakan pemerintah Brasil yang juga ditopang dunia internasional kala itu, sudah dengan sangat jelas memaksa jutaan petani di berbagai belahan dunia untuk meninggalkan lahan pertanian mereka.

Penguasa kala itu mengambil lahan dari petani untuk pembangunan industri skala besar atau proyek-proyek infrastruktur, industri ekstraksi seperti pertambangan, kawasan wisata, kawasan ekonomi khusus, kawasan konservasi dan perkebunan.

Kedaulatan masyarakat petani di Brasil serta di negara lain akibatnya kala itu hilang, seiring jumlah lahan hanya terkonsentrasi pada beberapa pihak saja.

Hal ini juga diperparah dengan sistem tanam monokultur untuk menghasilkan bahan bakar nabati dan untuk kegunaan industri lainnya didorong demi keuntungan modal agribisnis dan transnasional.

Hal ini tentunya menyebabkan kerusakan hutan, air, lingkungan, dan kehidupan sosial ekonomi petani.

Namun para petani, khususnya di Indonesia, tak pernah berhenti untuk melakukan perjuangan. Mereka menggelar Konferensi Nasional Pembaruan Agraria untuk Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Asasi Petani di Cibubur Jakarta pada tahun 2001 silam.

Dari situ, bersama Serikat Petani Indonesia (SPI) bersama elemen gerakan rakyat lainnya menetapkan tanggal 20 April sebagai Hari Hak Asasi Petani Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN