Media Pilihan

Digital Media vs Analog Media

13 Februari 2018   16:30 Diperbarui: 14 Februari 2018   07:48 397 1 0
Digital Media vs Analog Media
ilustrasi: thedailytelevision.net

Menulis dalam dunia digital saat ini bukanlah hal yang jarang. Setiap orang yang mempunyai jaringan internet pasti akan menulis secara online di web. Kita bisa mengakses setiap informasi di internet, baik informasi yang berguna maupun informasi dengan konten yang buruk sekalipun. Informasi disebarkan secara langsung dan pembaca dapat menerimanya dengan cepat. 

Pembaca juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mencapatkan informasi, tidak seperti media cetak yang harus mengeluarkan biaya untuk membacanya. Dikarenakan kecepatan mengakses web sangat tinggi, maka perlu juga memperhatikan kualitas web. Segala hal ini dituliskan oleh Caroll dalam bukunya berjudul Writing for Digital Media. Berbicara mengenai digital media, peran penting dalam penulisan naskah digital menurut Carroll (2010) antara lain:

  • Komunikator pesan. Penulis pesan menyampaikan pesan secara menarik dan mendalam.
  • Penyusunan informasi. Informasi yang disajikan berguna untuk memunculkan interaksi dari pembaca, maka penulis harus memilih mana informasi yang akan ditulis dan dibuang.
  • Interpreter. Pesan yang ditulis harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan dipahami oleh banyak orang.

Tiga peran penting yang telah disebutkan membutuhkan kredibilitas. Kredibilitas adalah suatu yang penting dalam menulis, maupun mendapatkan informasi. Kredibilitas menjadi sebuah isu penting dalam penulisan naskah digital melihat mudahnya orang memberikan informasi melalui web. Banyak orang beranggapan bahwa informasi yang didapat melalui media digital lebih dipercaya daripada informasi dari media tradisional.

Kredibilitas juga berkaitan dengan bias. Hal ini muncul ketika ada perspektif mengenai penulis blog yang seringkali tidak mengikuti model objektivitas jurnalistik. Salah satu cara untuk memahami cara agar blog bisa menghasilkan suatu kepercayaan dari pembaca adalah identifikasi. Blog merupakan langkah yang penting dengan menampilkan banyak opini dari khalayak.

Penulis web juga diharapkan menerapkan prinsip transparasi. Kesiapan untuk mengakui kesalahan dan mempertimbangkan informasi baru, dan menampilkan sumber asli pada postingan. Selain itu, peulis web juga memerlukan akuntabilitas untuk membentuk interaksi pembaca dan memunculkan adanya ketertarikan pembaca.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana meningkatkan kredibilitas? Menurut Carroll (2010), ada beberapa elemen, yaitu:

  • Navigasi dan desain situs yang mudah digunakan
  • Grafis dengan kualitas yang tinggi
  • Penulisan yang baik
  • Menyajikan informasi dengan lengkap
  • Keahlian pada bidang subjek
  • Linkke situs web lainnya yang relevan

Kemudian, situs yang dianggap kredibel adalah situs yang memiliki syarat, seperti:

  • Terbukti berguna bagi Anda sebelumnya
  • Memberikan respon yang cepat terhadap pertanyaan Anda
  • Terdapat alamat organisasi
  • Telah diperbarui setelah kunjungan terakhir Anda
  • Memberikan kontak (nomor telepon atau email)
  • Dirancang secara professional
  • Menyediakan informasi beserta sumber atau referensi yang spesifik
  • Terhubung dengan situs yang Anda anggap kredibel
  • Menyatakan kebijakan privasinya
  • Disarankan da nada rujukan oleh media berita lainnya seperti koran, majalah, dll
  • Dan lainnya

Situs web yang dianggap kurang kredibel adalah situs web yang memiliki tujuan komersial dan memberi kesan imajiner yang dibuat oleh amatir. Sebuah situs dianggap kurang kredibel ketika terdapat lebih dari satu iklan pada halaman webnya. Ketika web tersebut memiliki iklan, iklan biasanya dari produk yang terkemuka. Situs yang kurang kredibel (buatan amatir) biasanya juga terdapat banyak kesalahan teknis dan jarang diperbarui, serta tampilan yang kurang professional. Menurut penelitian Stanford yang ditulis oleh Carroll dalam bukunya, berikut adalah beberapa hal yang mengurangi kredibilitas dalam sebuah situs web, antara lain:

  • Sulit dibedakan antara iklan dan konten
  • Jarang diperbarui
  • Sulit dinavigasi
  • Memiliki kesalahan ketik
  • Memiliki link yang tidak bekerja dan link ke situs yang kurang kredibel pula
  • Menggunakan nama domain yang tidak sesuai dengan organisasi
  • Memiliki satu atau lebih iklan pada setiap halaman web
  • Memberikan informasi yang tidak komprehensif
  • Memiliki tujuan komersial
  • Mengharuskan Anda untuk log in terlebih dahulu
  • Dan lainnya

Penulisan pada web,sebaiknya penulis menyampaikan poin agar informasi yang disampaikan menjadi ringkas. Hal ini berhubungan dengan kenyamanan para pembaca. Jadi untuk menarik perhatian dan ketertarikan pembaca, penulis dapat memperhatikan judul, subheads, hyperlink,serta fontyang digunakan. Layeringberpengaruh terhadap banyak atau sedikitnya konten yang akan dibaca oleh pembaca. Layeringadalah respon terhadap kenyataan bahwa pembaca hanya memindai, bukan membaca. Layeringini mencakup:

  • Headlines (atau judul), subheads dan sub-subheads
  • Teasersdan lead-inssatu kalimat
  • Ringkasan singkat paragraf
  • Visual, foto, grafik
  • Audio atau klip video
  • Cerita terkait
  • Tautan yang berhubungan

Alih-alih menciptakan sebuah cerita atau artikel, editor online berusaha menyajikan cerita yang menghubungkan konten terkait. Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah situs visual dan intelektual menarik yang menceritakan sebuah cerita sedemikian rupa, sehingga keuntungan media semakin maksimal dan meminimalkan kerugian. Penelitian Nielsen, yang ditulis oleh Carroll mengatakan kelebihan dari online adalah:

  • Ruang gratis yang tersedia, tidak memerlukan biaya untuk menerbitkannya
  • Navigasi
  • Ketersediaan akses 24/7
  • Kesempatan untuk memperbarui, merevisi, dan memperluas beberapa kali
  • Ada umpan balik

Sedangkan kelemahan dari online adalah:

  • Kurangnya portabilitas
  • Sulit untuk membangun ruang daripada layoutpada media cetak
  • Persaingan

Berbicara mengenai isi dari berita atau tulisan sendiri, ada yang dinamakan headlinesyang paling sering menarik perhatian saat awal masuk ke halaman web. Berita utama adalah yang paling sering dibaca, sedangkan berita lainnya hanya dipindai. Judul yang memiliki ukuran yang sama dengan teks isi, keduanya akan dibaca, namun jika diletakkan secara terpisah, biasanya uraiannya akan dilewati oleh pembaca.

Eyetrack studyyang kemudian dituliskan oleh Carroll dalam bukunya menyatakan bahwa:

  • Navigasi yang ditempatkan di atas halaman utama dengan margin lebar akan mengungguli navigasi di bagian lainnya
  • Paragraf yang pendek akan lebih banyak dibaca
  • Format satu kolom akan lebih banyak dibaca
  • Ringkasan deskripsi menjadi yang paling dibaca, jadi gunakan huruf tebal
  • Ukuran foto rata-rata 230x230 piksel
  • Foto wajahyang jelas lebih baik
  • Teks sangat berguna untuk menyajikan fakta, nama, dan informasi
  • Font terbaik yang sering digunakan font sans serif (Arial, Courier, Georgia, dan Verdana)
  • Dan lainnya

Sebaiknya pada setiap halaman web memiliki link yang bertaut dengan situs web lainnya. Hal ini dikarenakan tidak semua orang mengakses berita melalui halaman utama dari suatu situs web. Pencarian informasi akan lebih mudah jika memiliki link dengan informasi lainnya. Selain itu, penulis juga sebaiknya membuat keyworddalam tulisannya sehingga berita atau tulisan lebih mudah untuk ditemukan oleh pembaca.

Kualitas juga menjadi sangat penting mengingat layar yang digunakan sangat kecil. Maka dari itu penulis harus memperhatikan retorika yang akan disampaikan, mengapa menyajikan ini, dan mengapa menyajikan itu. Misalnya, dalam menggunakan video, pembaca atau khalayak akan lebih suka streamingvideo karena lebih efisien waktu, dan short videoakan lebih menarik karena meminimalisir waktu untuk men-download.

Sekali lagi, manusia adalah makhluk sosial, yang mana akhirnya diskusi, ngobrol, SMS, menjadi sangat popular. Teknologi membantu adanya dialog diantara manusia. Dibalik itu semua, ketika teknologi tidak dimonitor maka dapat disalahgunakan. Maka dari itu diperlukan pengelolaan informasi yang benar. Pertama, cari informasinya, lalu membuatnya menjadi bermakna, relevan, dan menarik. Setelah itu, memutuskan media mana yang akan digunakan untuk memberikan informasi tersebut. Pengisahan cerita yang baik dimulai saat menemukan sumber yang baik pula, ketika dapat memberikan kebenaran dari suatu pertanyaan.

SUMBER:

Carroll, Brian. 2010. Writing for Digital Media.New York: Routledge.