Samuel Siman
Samuel Siman Security

gemar motret pemandangan kehidupan politik

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Narkoba Penghancur Bangsa, Kok Mencari Popularitas?

4 Maret 2019   20:25 Diperbarui: 4 Maret 2019   20:41 48 0 0

Narkoba menjerat siapa saja di negeri ini. Tidak tebang pilih. Hari ini Narkoba semakin semakin mudah untuk didapati oleh siapapun.  Banyak kampung narkoba yang butuh pembersihan dan perbaikan untuk bisa terlepas dari cengkraman kampung narkoba.

Narkoba seperti barang yang mudah didapatkan oleh siapapun. Ada beberapa kasus dimana narkoba yang dijadikan permen dan dijual kepada anak SD. Sangat miris memang seakan peredaran narkoba sudah seperti barang legal.

Penangkapan besar pernah terjadi ketika Buwas masih kepala BNN. Kemudian penangkapan besar dari pemasok dan pengedar utama dari narkoba seakan hilang dari pemberitaan media massa. Dan sekarang Narkoba tetap menjadi musuh bersama, tetapi miskin upaya pencegahan dan pemutusan siklus bisnis narkoba.

Adalah di Langkat Sumatera Utara, anggota Fraksi dari Partai Nasdem menjadi bandar Narkoba yang ditangkap oleh Kepolisian dengan jumlah tak tanggung 105 kg. Hal ini narkoba telah masuk dalam lingkaran anggota dewan dan partai politik pendukung penguasa.

Namun, sekarang seperti kejadian yang menjadi korban adalah Andi Arif. Dan berita mempublikasikan sedemikan rupa. Dan banyak kalangan dari politisi memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan pemberitaan. Diantaranya adalah politisi dari PSI yang pernah memberikan Award kebohongan. Dan sikap dari ini adalah sikap tidak elok menjadikan kasus ini sebagai mainan dan gorengan.

Telisik lebih jauh, Narkoba saat ini tidak menjadi bagian yang diperhitungkan untuk dicegah dalam meruntuhkan bangsa Indonesia dengan skema perang candu. Penangkapan korban dan melakukan rehabilitasi adalah kewajiban untuk menyelamatkan. Sedangkan ada tugas besar yang mesti mendapatkan perhatian. Yakni sindikat besar yang dengan mudah memasok barang ke Indonesia.

Apalagi sekarang moment Pemilu, segenap perhatian publik terbawa suasa untuk melihat, apa kata dan bagaimana sikap politisi yang saling mendukung. Dan narkoba seakan terlupakan musuh sebenarnya yang merusak siapapun di negeri ini.

Maka tugas kita adalah mengingatkan bahaya narkoba dan daya rusak terhadap tatanan bernegara. Dan bukan malah menjadikannya komoditas untuk mendapatkan efek publikasi dan elektoral dengan melakukan berbagai cuitan. Ada tendensius dan itu bukanlah cerminan bagaimana mengurangi dampak narkoba kepada anak bangsa.

Dan contoh yang dilakukan oleh sebagian dari politisi dengan membuat cuitan dan menertawakan adalah tindakan yang tidak pantas. Maka mari dukung polisi dan pemerintahan berjibaku untuk membuka jaringan besar dan menerapkan hukuman yang berat bagi perusak bangsa Indonesia.