Mohon tunggu...
Salma Dhiya Ulhaq
Salma Dhiya Ulhaq Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Sastra Indonesia UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Salma Dhiya, An ambitious person who love to write and sees it as a stress reliever, but is overcome by insecurities, so she writes down her feelings anonymously, still trying the best she can do to become an independent woman who can fulfill her own desires. Have done some of assignment about how to write articles, scientific articles, translation English language to Bahasa Indonesia or Bahasa Indonesia to English language. She know how to analyze something, familiar with linguistics stuff. Sometimes write article in her own blog.

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Serial Gadis Kretek di Netflix Ramai Menjadi Perbincangan, Pancing Banyak Perempuan Muda Tertarik Mencoba Rokok!

23 November 2023   22:26 Diperbarui: 23 November 2023   22:56 207
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Film. Sumber ilustrasi: PEXELS/Martin Lopez

Serial terbaru Netflix yang berjudul "Gadis Kretek" ramai diperbincangkan di media sosial sejak dirilis pada tanggal 2 November. Sesuai dengan judulnya, serial ini fokus bercerita tentang industri kretek, jadi enggak heran jika banyak adegan merokok di dalamnya. Salah satu adegan yang menampilkan Dian Sastro sebagai Dasiyah yang sedang ngerokok tingwe (kretek buatan sendiri) bahkan sampai viral di media sosial, terutama di X (dulu Twitter).

Banyak warganet yang merasa Dian Sastro terlihat kelihatan keren setiap kali ngerokok, ekspresinya dingin dan karismatik banget. Tapi sebenarnya, menurut penelitian dari National Institutes of Health dan Tobacco Control tahun 2000, merokok buat perempuan bisa jadi bentuk resistensi, protes, dan kritik terhadap tatanan sosial patriarkal yang biasanya ninggalin perempuan di luar.

Tapi, resistensi ini juga dianggep kontroversial. Menurut laporan Think Global Health tahun 2021, The Washington Post, dan penelitian International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2015, perlawanan perempuan dengan merokok nggak bisa lepas dari peran industri tembakau yang sengaja membidik perempuan. Mereka memanipulasi makna, seolah-olah merokok itu bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan gender.

Munculnya video kompilasi adegan Dian Sastro yang sedang merokok di media sosial X (dulu Twitter), dibuat oleh akun @soheefilm dalam serial Gadis Kretek, menghasilkan komentar-komentar yang menjadi perbincangan seru. Banyak warganet perempuan yang ngaku jadi ingin mencoba merokok setelah menonton serial Gadis Kretek, entah untuk ngerasain sensasi atau cuma pengen kayak karakter Dasiyah. Ada yang berkomentar, "Jujur, gara-gara lihat Dasiyah disini jadi pengen nyebat " atau yang lainnya seperti, "saran rokok utk pemula (abis nonton gadis kretek)." Juga dari akun @nurulfauziyah yang mencuit, "Sumpah series Gadis Kretek ini bikin penasaran sama rokok. Akhirnya sekali seumur hidup nyobain ngisap rokok. Turns out muntah-muntah, mual, dan pusing "

Hal tersebut menjadi perbincangan karena banyak yang jadi ingin coba merokok setelah nonton serial ini. Seperti halnya trend merokok keren yang sempat ramai dari kalangan laki-laki setelah mereka menonton tayangan serial Peaky Blinders yang dibintangi Cillian Murphy.Tapi sebenarnya, perdebatan muncul soal bagaimana dampaknya ke prevalensi merokok di Indonesia, khususnya remaja perempuan yang menjadi perokok pemula. Soalnya, serial ini banyak menunjukkan estetika produksi dan aktivitas merokok.

Meskipun begitu, rokok dalam cerita ini hanyalah menjadi setting dan alat plot. Sisanya, menceritakan masalah sosial yang ada di sekitar produksi rokok, salah satu penopang ekonomi terbesar di zamannya, yakni dalam cerita pada masa 1965.

Ada kekhawatiran kalau menonton adegan merokok bisa membuat anak muda jadi ikut merokok, seperti yang disimpulkan dalam laporan Surgeon General tahun 2019. Dikutip dari arsip web CDC (Centers for Disease Control and Prevention), laporan Surgeon General tahun 2019 bahwa, "Nonton orang merokok di layar film bisa bikin anak muda jadi ikut ngerokok." Tetapi sebenarnya, mengurangi adegan merokok di film bisa mencegah inisiasi penggunaan tembakau di kalangan anak muda.

Namun karena serial Gadis Kretek memang tentang rokok kretek yang diceritakan, peluang bagi studio film untuk memberikan rating film dengan adegan merokok sebagai R (Rated). Serial ini berkategori PG-13 di Netflix, bisa jadi ditonton oleh remaja yang belum cukup dewasa dan dengan rasa penasaran yang tinggi, terutama karena melihat aktor favorit mereka bisa keliatan keren sedang merokok secara dramatis dan estetik. 

Tapi, ini bukan salah serial Gadis Kretek, mereka tidak mengkampanyekan orang untuk merokok. Tapi kekhawatiran muncul karena makin banyak remaja perempuan yang pengen mencoba merokok setelah nonton, untuk melindungi hal tersebut, makanya penting sekali memberi rating usia yang sesuai dengan kontennya.

Salma Dhiya Ulhaq

Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun