Mohon tunggu...
Salma Aini
Salma Aini Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Berkaca pada Film "Good Doctor", Apakah Anak Autis Bisa Melakukan Hal Ajaib?

26 Maret 2018   12:46 Diperbarui: 26 Maret 2018   12:50 744 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Berkaca pada Film "Good Doctor", Apakah Anak Autis Bisa Melakukan Hal Ajaib?
www.indiewire.com

Anak autis adalah anak dengan kelainan sistem saraf yang memungkinkan anak tidak mampu untuk bersosialisasi dengan orang lain. Anak dengan kondisi ini tidak berhasil membangun kontak dengan dunia luar dan salah satu cirinya adalah tidak menoleh ketika dipanggil. 

Autisme merupakan kelainan bawaan sejak lahir atau ketika masih balita. Anak autis memiliki ciri umum yaitu perkembangan bahasa, kognitif, dan motorik yang lambat. Ketika diajak bicara, anak autis cenderung tidak berkonsentrasi dan mengalihkan pada hal-hal lain. Selain itu, anak autis terlihat gelisah, sulit ikut sert dalam kegiatan yang membutuhkan ketenangan, tidak sabaran, sulit untuk menangguhkan jawaban saat pertanyaan selesai, sering menyela pembicaraan. Selain itu, pada anak autisme sering terjadi beberapa gangguan seperti: sering menggoyangkan badan ke kiri dan kanan dan memasukkan jari ketangannya.

Terapi yang dapat dilakukan untuk anak autis adalah terapi perilaku, terapi wicara, terapi komunikasi, terapi okupasi, terapi sensori integrasi, dan terapi pendidikan khusus.  Terapi ini dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan efek dari auitsme tersebut. walaupun anak autisme memiliki penanganan yang ekstra. Namun dengan penanganan yang tepat, anak autis dapat berkembang lebih baik dibidangnya. Maka dengan hal itu, orang tua harus menemukan apa yang menjadi bakat dan minat anak tersebut. Jika bakat dan minat tersebut diarahkan,maka bakat dan minat tersebut akan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Film "Good Doctor" dapat menjadi pembuka pikiran untuk kita semua bahwa anak autis dapat tumbuh dan berkembang layaknya anak-anak normal hanya saja sulit memahami perasaan orang lain. Anak autis dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain. Karena pada umumnya anak autis lemah pada kognitif dan perasaanya namun memiliki kecerdasan dibidang lain seperti ilmu eksak dan yang lainnya. Hanya saja, mentor mereka haruslah sabar dan telaten memahami dan mangarahkannya.

Pada dunia nyata, kita dapat menemukan tokoh-tokoh penemu yang menyandang kelainan autisme ini. Diantaranya adalah Nicolas Tesla (perancang kembali perusahaan pembangkit-pembangkit arus searah milik Edison). Memang kemampuannya dalam bidang listrik dan energi diakui sangatlah luar biasa. Bahkan diketahui bahwa kejeniusannya mampu melampaui Thomas Alva Edison karena Edison disebut-sebut telah meminjam ide yang dimiliki Tesla. 

Tesla dikenal memiliki beberapa karakter autis seperti kesulitan berkomunikasi dan terlalu fokus pada pekerjaannya. Ia pun memiliki kebiasaan aneh, yaitu enggan masuk ke ruangan jika nomor ruangan tersebut tak bisa dibagi tiga. Namun meski memiliki autism, Nikola Tesla menjadi tokoh yang luar biasa. Selanjutnya adalah Wolfgang Amadeus Mozart, merupkan komponis musik klasik Eropa terbaik. Sejak usia 6 tahun hingga dewaa dia berkeliling dunia berkat bakatnya. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konseklasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. 

Karya-karyanya yang jenius sangat mendunia dan menjadikan Mozart sebagai salah satu legenda musik dunia. Namun, Mozart dikenal sebagai penyandang autis dimana ia seringkali menghadapi kesulitan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Kebiasaannya terbilang aneh karena ia kerap menggerak-gerakkan tangan dan kakinya serta membuat ekspresi wajah yang aneh saat berhadapan dengan publik. Pendengaran Mozart sangat sensitif. Suara yang  keras membuatnya merasa sakit secara fisik. Laporan lain menunjukkan bahwa sifat hiper aktif atau  terlalu aktif dari Mozart.

Ia juga sering mengalami perubahan mood yang tiba-tiba. Bahkan pada satu hari, Mozart yang merasa bosan melompat-lompat di atas meja dan kursi, mengeong seperti kucing dan melakukan gerakan jungkir balik. Surat Mozart menunjukkan adanya echolalia atau membeo (mengulang-ulang pertanyaan dan pernyataan).  Hal ini (cara membeo)  merupakan salah satu ciri cara berkomunikasi  orang yang mengidap autis. Meski begitu, komposer legendaris ini mampu membuktikan bahwa bakat dan kemampuannya yang luar biasa  tak bisa dihalangi oleh autisme.

VIDEO PILIHAN