Mohon tunggu...
Wahyuni Susilowati
Wahyuni Susilowati Mohon Tunggu... Penulis, Jurnalis Independen

pengembaraan raga, penjelajahan jiwa, perjuangan menggali makna melalui rangkaian kata .... https://web.facebook.com/wahyuni.susilowati

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Agatha Christie, Misteri Menegangkan dari Kesehariannya

14 Agustus 2019   15:41 Diperbarui: 14 Agustus 2019   16:04 0 5 3 Mohon Tunggu...
Agatha Christie, Misteri Menegangkan dari Kesehariannya
Agatha Christie mengolah ide cerita dengan tulisan tangan (doc.History.com,Goodreads/ed.Wahyuni)

"Alur cerita bermunculan di saat-saat yang sedikit aneh, ketika saya berada di jalan atau mengamati sebuah toko topi ... mendadak sebuah ide yang menakjubkan datang begitu saja di kepala."Tutur Agatha Christie dalam bukunya 'Agatha Christie, An Autobiography'.

Kejadian sehari-hari bahkan pengamatan yang sangat biasa sekalipun dapat menjadi pemicu lahirnya sebuah alur cerita baru. Novel keduanya yang berjudul 'The Secret Adversary' muncul dari sebuah percakapan yang tak sengaja didengar Agatha ketika berada disebuah kedai teh.

"Ada dua orang di meja yang berdekatan tengah mendiskusikan seseorang yang mereka panggil Jane Fish ... dari situ saya kepikiran kalau bisa membuat awal sebuah cerita, gara-gara nama yang tak sengaja saya dengar, sebuah nama yang tidak biasa. Sebuah nama seperti Jane Fish atau mungkin Jane Finn, itu bisa lebih bagus lagi."

Bagaimana Agatha mengubah semua gagasan yang datang menjadi novel? Dia membuat catatan-catatan panjang yang sambung menyambung dalam lusinan buku tulis, menuliskan semua ide-ide yang belum ketahuan arahnya dan alur-alur cerita beserta karakter-karakter yang muncul di benaknya.

"Saya biasa membawa sekitar setengah lusin buku dan menggunakannya untuk membuat catatan seputar ide-ide cerita yang mendadak terlintas, atau tentang racun dan obat-obatan, atau penipu-penipu cerdik yang saya baca di koran."

Dari lebih seratus buku catatan yang ada, sebagaimana dilansir oleh situs www.agathachristie.com, 73 diantaranya berhasil selamat dan analisa mendetil John Curran menunjukkan bahwa buku-buku tulisan tangan tersebut merupakan harta karun berharga berisikan ide awal kisah-kisahnya dan bagaimana kemudian semua berkembang menuju cerita yang utuh.

Buku-buku catatan itu sendiri berisi berbagai materi yang belum dipublikasikan dan sangat menantang untuk dibaca ibarat sebuah jendela untuk melongok ke dalam pemikiran Agatha dan melihat bagaimana dia berkarya. Benih-benih awal sejumlah cerita Agatha dapat dengan mudah ditemukan di sana. Sebuah buku catatan bertahun 1963 menyimpan sebuah alur cerita yang sedang berada dalam fase pengembangan, tertulis di situ :

'Buku West Indian -- Miss M? Poirot -- B&E tampaknya saling setia -- sebenarnya B dan G (Georgina) telah menjalin hubungan gelap selama bertahun-tahun ... Mayor 'kodok' tua tahu --pernah melihat dia sebelumnya -- dia dibunuh'

'A Carribean Mystery' dipublikasikan tahun 1964 dengan sang 'Kodok Tua' menjadi korban pertama pembunuhan di novel itu. Kepulauan Karibia digambarkan dengan sangat indah dan itu mungkin didasarkan pada panorama pulau St Lucia yang pernah dikunjungi Agatha saat berlibur.

Namun masih ada ratusan alur cerita dan berbagai alternatif pengungkap misteri yang lahir dari kekayaan imajinasinya yang tidak pernah dicetak menjadi bagian novel, seperti kata Agatha :

"Tidak semua berjalan sesuai yang anda pikirkan ketika anda membuat rancangan untuk bab pertama atau berjalan sambil bicara sendiri dan melihat sebuah cerita terbuka."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2