Mohon tunggu...
Salsabila Angela
Salsabila Angela Mohon Tunggu... College Student, Communication Studies.

Living life and thoughts sharing since we're growing up as a human and democratian.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Festival Film sebagai Bentuk Diplomasi Publik Indonesia - Amerika Serikat

3 Oktober 2020   21:14 Diperbarui: 7 November 2020   04:53 252 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Festival Film sebagai Bentuk Diplomasi Publik Indonesia - Amerika Serikat
image1-3-5f7882808ede48758f623b92.jpeg

Berbicara tentang festival film, kita dapat melihat bahwa hadirnya penayangan film Indonesia merupakan salah satu cara atau jembatan bagi pemerintah untuk turut serta mendorong dan mendukung karya anak bangsa. Siapa sangka bahwa melalui bidang perfilman ini dapat menjadi alat diplomasi publik oleh Indonesia dalam berhubungan dengan negara luar. Pada sebuah festival film bergengsi di Amerika, film karya anak bangsa yang berjudul Hiruk Pikuk Alkisah (The Science of Fiction) karya Yosep Anggi Noen telah berhasil menjadi film yang menarik perhatian dan menjadi salah satu film yang diputar pada American Film Institute Festival (AFI). Organisasi film Amerika ini merupakan salah satu ajang bagi para penggiat film di seluruh dunia untuk dapat berpartipasi menampilkan karya terbaik mereka di Hollywood.

Kita dapat memandang bahwa festival film ini menjadi salah satu cara mempererat hubungan hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika dalam hal diplomasi publik. McPhail (2014) mengemukakan bahwa diplomasi publik merupakan sub bidang baru yang ada dalam komunikasi global dengan ikatan konstituen lama, didalamnya terdapat pengaruh sosial, retorika, komunikasi persuasif, dan pertukaran serta keterlibatan internasional. Diplomasi publik mengacu pada upaya komunikasi global untuk untuk menginformasikan, memengaruhi, dan melibatkan khalayak atau publik secara global untuk mendukung kepentingan nasional. 

Dalam hal ini, penayangan film anak bangsa di AFI yakni sebagai suatu bentuk dalam mencapai kepentingan nasional, serta partisipasi pemerintah maupun non pemerintah untuk turut bersinergi bersama dalam melakukan diplomasi film. Pemutaran film-film bergengsi oleh American Film Institute ini berlangsung pada tanggal 14 sampai 21 November 2019. Film Hiruk Pikuk Alkisah karya Yosep Anggi Noen diputar di TCL Chinese Theatre, Hollywood, Amerika Serikat pada tanggal 15-16 November 2019, yang mana pada saat itu sangat ramai dibanjiri oleh penggemar film di Hollywood. 

Film yang menceritakan tentang seorang Siman yang dipotong lidahnya karena memergoki pembuatan film palsu soal pendaratan di bulan ini dapat dijadikan sebagai aset diplomasi karena seperti yang kita tahu bahwasannya film memiliki nilai seni dan kreatifitas yang berperan penting dalam proses pembentukan citra bangsa. Melalui diplomasi film, negara dapat menghadirkan visualisasi dan presentasi karakter atau identitas sebuah masyarakat dalam suatu negara, yang sifatnya lebih bergerak secara luwes dan bersahabat. Pasang surut hubungan diplomasi yang telah terjadi antara Indonesia-Amerika menjadikan film yang juga bergerak di bidang sosial budaya ini berperan sebagai isntrumen bagi kedua negara dalam melaksanakan diplomasi publik yang lebih menarik, guna mencapai kepentingan nasional masing-masing negara dan meredakan ketegangan. Partisipasi dalam penayangan film di AFI ini memberi dampak yang baik pada hubungan diplomasi publik karena perfilman Indonesia kemudian tidak menjadi hal yang asing lagi bagi negara Amerika Serikat.

Pada tahun 2014, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia juga pernah melakukan promosi karya-karya film anak bangsa di Amerika, yaitu pada ajang Los Angeles Indonesia Film Festival (LAIFF). 

image0-4-5f7884128ede48412f188193.jpeg
image0-4-5f7884128ede48412f188193.jpeg
Tidak hanya pemutaran film, pihak kementrian juga mengadakan sebuah sesi diskusi film dengan para tamu undangan dan sineas international, yang diselenggarakan di Olympic Collection, Westwood dengan undangan khusus. Tamu undangan tersebut adalah Stan Woldkowski, John Huddles, dan Bob Chappel.

Dalam bentuk diplomasi publik melalui karya film ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga bekerjasama dengan tim Dapoer Kita Productions, yang mendatangkan aktor, aktris, serta prosedur dari film yang diputar. Diantara lain adalah Lukman Sardi, Prisia Nasution, Wulan Guritno, Tino Saroengallo, dan Edwin Nazir. 

Dalam buku McPhail (2014) mengatakan bahwa diplomasi publik adalah proses global yang berorientasi pada diplomasi kepada publik. Komunikasi yang terbuka, interaksi dan menjangkau publik melalui berita dan opini sangat diharapkan dalam diplomasi publik ini. Dalam jangka pendek, diplomasi publik adalah terkait penyampaian sebuah pesan seseorang kepada publik asing secara tepat waktu dan dapat mudah dipahami. Intinya, diplomasi publik terbaik adalah membangun hubungan dan saling pengertian di antara pihak-pihak yang terlibat dalam pertukaran komunikasi. 

Penyelenggaraan festival film oleh pemerintah Indonesia di Amerika ini cukup strategis serta dapat meningkatkan kerjasama dan hubungan yang baik antara Indonesia dengan Amerika. Diplomasi publik melalui film ini juga turut menjadi wadah yang tepat sebagaimana alat diplomasi bekerja untuk menghasilkan relasi yang kuat antar negara yang bersangkutan.

Daftar Pustaka

Kemenparekraf.go.id. (2014, 27 Agustus). Promosi Indonesia Melalui Film di Amerika. Diakses pada 2 Oktober 2020, dari
https://www.kemenparekraf.go.id/post/promosi-indonesia-melalui-film-di-amerika.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN