Mohon tunggu...
syarifuddin abdullah
syarifuddin abdullah Mohon Tunggu... Penikmat Seni dan Perjalanan

Ya Allah, anugerahilah kami kesehatan dan niat ikhlas untuk membagi kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Di Moscow Merayakan Victory Day

9 Mei 2019   18:43 Diperbarui: 11 Mei 2019   15:14 0 3 0 Mohon Tunggu...
Di Moscow Merayakan Victory Day
Dokumen pribadi: pelataran Museum Perang Dunia-II di Moscow, Rusia, 09 Mei 2019.

Tak jauh dari Istana Kremlin Moscow, didampingi kedua orangtuanya, seorang anak berusia sekitar 10 tahun, berpakaian lengkap militer dengan atribut pangkat-pangkatan yang juga lengkap, memberi hormat ala Rusia dalam posisi sikap sempurna. Saya mengamatinya persis ketika dari titik pusat upacara di lingkungan Kremlin, terdengar suara tembakan menggelegar dan menggetarkan langit Moskow.

Saya baru tahu, rupanya pada Kamis, 9 Mei 2019, adalah hari libur nasional Victory Day, yang diperingati dan dirayakan untuk mengenang kemenangan Uni Soviet (kini Rusia) dalam Perang Dunia-II.

Di sisi lain, sepasang suami-istri, berusia paruh baya, berjalan tegopoh-gopoh dan masing-masing membawa foto: lelaki dan wanita yang juga berpakaian militer. Mungkin dua orang yang di foto itu adalah salah satu korban perang. Aku nggak bertanya.

Dari Kremlin di pusat kota Moscow, saya bergeser ke museum Perang Dunia-II, yang lingkungannya lebih mewah tapi agak mirip suasana Monas di Jakarta. Di dalam museum, tiap etalase berisi foto-foto atau lukisan dan miniatur terlihat begitu hidup dan menggambarkan kehancuran akibat PD-II.

Ketika akan pulang, mata saya tergoda melihat seorang wanita renta, mungkin berusia sekitar 90 tahun, dipapah seorang gadis belasan tahun, mungkin cicitnya. Saya lalu membatin, wanita renta dan sepuh itu, usianya pasti masih remaja pada periode kecamuk Perang Dunia-II (1941-1945).

Seorang anak berusia 10 tahunan, sepasang suami-istri paruh baya, dan seorang nenek renta yang dipapah cicitnya, semua memperlihatkan wajah sumringah.

Merayakan kemenangan dan/atau mengenang kekalahan adalah kombinasi dari dua bandul kehidupan yang terus berayun (menghadirkan masa lalu ke masa kini, sembari menghadirkan harapan masa depan ke masa kini). Di "momen kini" itulah segalanya dirajut untuk merawat martabat diri dan bangsa agar tetap terpelihara dalam memori kolektif sebagai bangsa.

Rusia diuntungkan oleh rangkaian sejarah panjang dengan segala pahit-manisnya. Dan menurut saya, Vladimir Putin, sang pemimpin Rusia, memiliki nyaris semua syarat untuk merayakan Victory Day dengan meriah.

Syarifuddin Abdullah | 09 Mei 2019/ 04 Ramadhan 1440H