Mohon tunggu...
Rorry Nurmawati
Rorry Nurmawati Mohon Tunggu... Freelance

Freelance writer || I love and passion for photography || If you have any question, please let me know at aslirorry@gmail.com or DM Instagram @ryrorry_

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Kota Mojokerto Menjadi Kota Percontohan Pertama Kota Tanpa TPA

16 November 2019   13:07 Diperbarui: 16 November 2019   13:18 223 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kota Mojokerto Menjadi Kota Percontohan Pertama Kota Tanpa TPA
Diskusi bersama organisasi lingkungan/dokpri

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, menyambut baik gagasan organisasi peduli lingkungan yang akan membuat Kota Mojokerto sebagai kota percontohan pertama di Indonesia dalam bidang pengelolaan sampah terpadu.

Tujuan akhirnya, adalah menjadikan kota Mojokerto sebagai kota tanpa tempat pembuangan akhir (TPA). Gagasan ini, merupakan hasil diskusi dengan beberapa organisasi, baik  luar dan dalam negeri di Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk 50, Kota Mojokerto.


Diskusi serius tersebut, menghadirkan Adrian Griffiths dan Dale Rautenbach (United Kingdom) dari Recycling Technologies. Serta Jean-Christophe Lesguillier (Perancis), Thomas Chhoa (Singapura), dan Edoardo Cavallo (Italia) dari Alliance to End Plastic Waste (AEPW).

Dan dari Indonesia, ada CEO PT Tridi Oasis Dian Kurniawati dan CEO PT Reciki Solusi Indonesia/Bakti Bumi Bhima Aries Diyanto.

Dalam diskusi ini, Adrian Griffiths dari Recycling Technologies menjelaskan tentang pengelolaan sampah (municipal solid waste) baik secara manual maupun mekanikal. Sehingga pada akhirnya, hanya 10 persen dari sampah yang akan masuk ke TPA.

Dengan demikian, jumlah sampah yang masuk ke TPA bisa jauh berkurang. Kedepan, diharapkan tidak ada sampah yang masuk ke TPA karena seluruh sampah yang dihasilkan bisa diolah dan dimanfaatkan kembali.

"Ini adalah salah satu cita -- cita yang hendak kami wujudkan dari diskusi saya bersama rekan -- rekan dari beberapa organisasi. Organisasi -- organisasi ini bergerak dalam bidang pengelolaan sampah, yang masing -- masing memiliki spesifikasi yang berbeda -- beda. Namun memiliki tujuan yang sama yaitu kebersihan lingkungan," kata Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Ning Ita pun, menyambut baik gagasan kerjasama tersebut. Mengingat kondisi TPA Randegan seluas 6,2 hektar saat ini, mulai penuh. Untuk itu, diperlukan solusi yang tepat dalam mengelola sampah yang setiap harinya terus meningkat jumlahnya.

"Saya juga menyampaikan tentang tantangan yang tengah kita hadapi, khususnya sampah yang dibuang di sembarang tempat. Ini, menjadi PR kita bersama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya," imbuhnya.

Untuk pelaksanaan kerjasama ini, Pemerintah Kota Mojokerto perlu melakukan berbagai persiapan. Sedikitnya, ada tiga hal yang harus disiapkan. Pertama, menyiapkan perjanjian (agreement) atau kesepakatan terkait penyediaan lahan pengelolaan sampah.

Kedua menyiapkan perjanjian (agreement) terkait penyediaan sampah yang akan dikelola. Ketiga, menyiapkan perjanjian (agreement) terkait perizinan.

"Ke depan, ini akan kami komunikasikan dan berkoordinasi dengan pihak -- pihak terkait. Terlebih, ada program -- program pengelolaan sampah yang telah lebih dulu dikerjasamakan. Sehingga, kerjasama ini dapat saling bersinergi dan melengkapi. Semoga dampak yang signifikan untuk Kota Mojokerto pun, bisa dirasakan nantinya," jelasnya.

Perlu diketahui, PT Tridi Oasis merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti pengelolaan botol plastik bekas. Sedangkan Bakti Bumi bergerak dalam pengelolaan sampah -- sampah organik.

Lain halnya dengan, Recycling Technologies, bergerak dalam pengelolaan sampah -- sampah bernilai rendah, seperti kantong plastik, bungkus makanan dan minuman, sachet bekas sabun dan shampoo, dan masih banyak lainnya.

VIDEO PILIHAN