Mohon tunggu...
Rustan Ibnu Abbas
Rustan Ibnu Abbas Mohon Tunggu... Penulis, Trainer

Suka nulis , Trainer Sales, Cinta Islam, Pembelajar dari nilai kehidupan Silahkan kunjungi Blog saya di www.rustanibnuabbas.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Politik

Yusril semakin Frustasi Menghadapi Pemilu, Nantangin Habib Rizieq Bikin Partai

1 Februari 2019   13:21 Diperbarui: 1 Februari 2019   14:22 0 0 1 Mohon Tunggu...
Yusril semakin Frustasi Menghadapi Pemilu, Nantangin Habib Rizieq Bikin Partai
https://www.viva.co.id

Kalau ditanyakan partai mana yang paling galau menghadapi pemilu 2019 tentu kita sudah bisa menjawab Partai Bulan Bintang (PBB). Partai  yang didirikan tahun 1998 dianggap sebagai partai penerus Masyumi ini dalam kancah perpolitikan pernah meraih suara 2 % pada pemilu tahun 1999, 2,6 % pemilu tahun 2004 dan yang menyakitkan pada pemilu tahun 2009 dan 2014 PBB tidak lolos parliamentary threshold 2,5%  sehingga mereka tidak memiliki seorang pun perwakilan di DPR RI.

PBB dalam perjalanan menuju seleksi tahapan penetapan sebagai peserta pemilu tahun 2019 terbilang butuh perjuangan yang berat. Bagaimana tidak dalam pengumuman hasil penelitian administrasi dan verifikasi faktual KPU menyatakan PBB tidak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan KPU dan bersama PKPI dinyatakan tidak lolos sebagai peserta pemilu tahun 2019. Maka PBB menggugat kepeutusan tersebut ke Bawaslu kemudian Bawaslu melalui putusannya membatalkan keputusan KPU yang menyatakan PBB tidak memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu 2019.

Rupanya polemik tidak hanya sampai disitu, rupanya Prof. Yusril Izha Mahendara mencoba melakukan manuver politik menyakitkan oleh sebagian pendukung hasil Ijtima Ulama pendukung capres Prabowo-Sandi dengan memberikan sinyal dukungan pasangan capres Jokowi-Ma'ruf. Pada awalnya Yusril menawarkan diri menjadi kuasa hukum pasangan capres  Jokowi-Ma'ruf padahal sebelumnya Prof. Yusril sangat getol mengkritik kebijakan Presiden Jokowi yang dianggap tidak pro rakyat.

Akhirnya setelah sekian lama menunggu akhirnya secara kelembagaan Partai Bulan Bintang (PBB) dalam rakernas memutuskan secara resmi mendukung pasangan Capres Jokowi-Ma'ruf sesuai dengan pernyataan resmi yang disampaikan langsung oleh ketua umum PBB dan meminta semua kader menaati keputusan tersebut.

Sebelum rakernas Partai Bulan Bintang Yusril mencoba berkompromi pada kader yang jelas-jelas bersebrangan dengan keputusannya mendukung capres Jokowi dengan mengatakan akan bersikap terbuka apabila ada kader yang berbeda pendapat dengan keputusan partai dan tidak mesti sejalan dengan keputusan partai.

Jelas ini menegaskan adanya dualisme keputusan yang membuat prof. Yusril bimbang dan galau. Disisi lain ingin agar kadernya solid menghadapi Pileg dan pilpres tapi disisi lain banyak kader yang tidak sejalan dengan apa yang disampaikannya termasuk  keputusan ini bersebrangan dengan keputusan Ketua Majelis Syuro MS Ka'ban yang menyatakan 80 persen kader mendukung capres hasil Ijtima' ulama dan juga ditantang oleh sebagian kader serta caleg PBB.

Kini perpecahan itu kian nyata. Maksud hati ingin agar partainya bisa lolos ke parlemen namun belum berjuang sudah banyak kader yang kecewa dan memundurkan diri sebagi caleg. Apakah ini alamat PBB akan mengalami kegagalan untuk ketiga kalinya masuk parlemen.? Waktu yang akan menjawabnya.

Apalagi setelah adanya "fatwa" Habib Rizieq untuk semua simpatisan dan kader FPI untuk keuar dari PBB karena tidak mengikuti hasil Ijtima Ulama untuk mendukung capres Prabowo-Sandi tentu akan diikuti oleh pendukundan simpatisannya. Maka keputusan untuk mendukung Jokowi menjadi "buah simalakama" bagi PBB. Rupanya Yusril gerah juga dengan fatwa ini dan menantang Habib Rizieq membuat partai sendiri. Tentu saja hal itu yang tidak akan terjadi sebab Habib Rizieq memiliki organisasi basis massa islam yang mengakkan amar ma'ruf nahi mungkar.

Kita lihat bagimana perjalan PBB kedepan menjelang pemilu dan pilpres. Ibarat mobil yang sedang mogok PBB kian kekurangan energy menghadapi pemilu. Para penumpang di mobilnya banyak yang turun ditengah perjalanan karena mobil yang ditumpanginya  menuju jalan yang berbeda. Bila arah yang dituju tidak lagi sama maka buat apa tetap bertahan.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x