Mohon tunggu...
Rumah Yatim Official
Rumah Yatim Official Mohon Tunggu...

Rumah Yatim adalah organisasi sosial tingkat Nasional yang bergerak dalam pengasuhan dan pengelolaan anak-anak yatim dan dhuafa. Mengawal mereka menuju masa depan yang lebih gemilang di tengah kesulitan dan ketidakberdayaan karena kehilangan orang tua dan himpitan kemiskinan merupakan misi dan amanah Rumah Yatim. Setelah delapan tahun berkiprah, saat ini RY telah mengelola dan memberdayakan 12.000 anak-asuh yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Sebagai organisasi sosial yang amanah, transparan dan profesional, selama 7 tahun kami senantiasa mengadakan audit keuangan independent dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Alhamdulillah kini keberadaan Rumah Yatim semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia, terbukti dengan banyaknya jumlah anak-anak yang dikelola dan diberdayakan serta bertambahnya jumlah donatur dari tahun ke tahun.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Rumah Yatim Tanggapi Korban Bencana Banjir di Kabupaten Bandung

15 Maret 2016   10:23 Diperbarui: 15 Maret 2016   10:50 0 0 0 Mohon Tunggu...

[caption caption="www.rumah-yatim.org"][/caption]

Rumah Yatim Bandung – Minggu (13/03) di Kecamatan Bojongsoang Direktorat Pemberdayaan umat gabungan yang terdiri dari berbagai unsur melakukan evakuasi dan bantuan terhadap warga karena air telah mencapai ketinggian 1,7 meter. Informasi masih terus berdatangan dari warga yang meminta bantuan untuk melakukan evakuasi Seratus tujuh puluh warga dari RW 03 RT 1 hingga petang tadi warga masih terjebak di rumah mereka.

Ketinggian Banjir untuk beberapa daerah berbeda beda, Kecamatan Baleendah tinggi muka air mencapai 2,5 meter, kecamatan Banjaran direndam air antara 1 hingga 1,5 meter. Pada minggu (13/03) kecamatan Dayeuh Kolot, mendapat bantuan dari rumah yatim berupa evakuasi korban banjir, dan logistik berupa air minum serta makanan siap saji. Pipin Noor Sofyan selaku direktur Pemberdayaan menuturkan ‘’ Kebutuhan yang kita siapkan untuk korban banjir saat ini adalah berupa air minum, makanan siap saji, terlebih dahulu, karena itu yang sangat di perlukan, insyaallah untuk kebutuhan sandang dan dapur umum serta layanan kesehatan kita lagi cari titik yang paling memungkinkan dekat dengan korban banjir, Ungkap Pipin.’’

Bahkan di daerah lain banjir pada kali ini memakan korban di Kecamatan Pameungpeuk tepatnya di Kamung Sawah Luhur RW 10 Desa Sukasari. Korban atas nama Ibu Lela ditemukan meninggal dunia. Suami dan dua anak perempuan Ibu Lela masih belum diketemukan hingga Minggu petang.

Proses evakuasi korban banjir hingga saat ini masih terus dilakukan di beberapa titik banjir di Kecamatan Dayeuh Kolot