Politik

Prabowo Diberi Nama Baru

20 April 2019   06:00 Diperbarui: 20 April 2019   06:05 598 1 1
Prabowo Diberi Nama Baru
foto.tempo.co

Capres Prabowo mengucapkan terimakasih kepada seorang sosok pemuka agama yang memberinya nama baru untuk dirinya.

"Haji Ahmad Prabowo Subianto" itulah nama yang diberikan. Nama itu diberikan dan diusulkan oleh ulama, habib, dan ustadz.

Namun Prabowo tidak menyebutkan siapa pemberi nama itu. Prabowo juga akan menanyakan dulu kepada rakyat, apakah nama baru itu bagus atau tidak?

Sementara itu, di tempat yang sama, Jum'at (19/4/2019) tempat kediaman Prabowo dipenuhi sejumlah karangan bunga sebagai ucapan selamat atas kemenangan Prabowo dan Sandiaga Uno yang menang di Pilpres 2019 ini.

Pada Kamis (18/4/2019) Prabowo memproklamasikan kemenangannya di rumahnya di Jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Prabowo dan kubu BPN memenangkan 62 persen dan C1 untuk beliau dan pasangannya menjabat Presiden periode 2019-2024.

Di rumah mantan Danjen Kopassus itu, sejumlah emak-emak memenuhi Jalan Kartanegara No 4.

Sebentuk panggung sudah berada di depan rumah Prabowo.

Prabowo akan bersujud syukur atas kemenangannya di atas panggung itu.

Berbeda dengan rekapitulasi BPN, hingga jam 14.00 WIB, Jum'at (19/4/2019), sejumlah enam Lembaga Survei dan real count dari KPU, pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 56, 01 persen, sedangkan pasangan Prabowo-Sandi 43, 09 persen.

Sementara itu, Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera, Sohibul Iman mengatakan adalah fitnah, merujuk kepada isu yang mengatakan bahwa Prabowo Subianto telah mengusir Sandiaga Uno, setelah menyaksikan quick count , pada malam setelah pencoblosan, Rabu (17/4).

Lebih lanjut Sohibul mengatakan tidak ada ketegangan yang terjadi antara Prabowo dan Sandiaga.

Pada saat mengumumkan klaim kemenangan 62 persen, nampak Sandiaga tidak hadir. Tapi menurut Sohibul lagi, bukan ada ketegangan, namun karena Sandiaga merasakan tidak enak badan.

Hoax yang beredar bahwa Prabowo tegang dengan Sandiaga itu terjadi di aplikasi WhatsApp. Ketegangan terjadi karena Sandiaga enggan turut memproklamirkan kemenangan bersama Prabowo atas hasil real count internal.

Sandiaga meluruskan isu itu lewat akun instagramnya, bahwa dirinya sedang tidak enak badan.

Adapun jubir BPN, Ferdinand Hutahean menjelaskan bahwa Sandiaga terus cegukan sedari siang.

Deklarasi kemenangan Prabowo itu telah mendapat tanggapan dari berbagai media asing internasional.

ABC News dari Australia, South China Morning Post dari Cina, Al Jazeera dari Qatar di antaranya.

Koran The Straits Time dari Singapura juga menulis artikel dengan judul dalam bahasa Inggris "Prabowo Subianto dan BPN mengklaim kemenangan real count".

Channel News Asia memberitakan hal senada, Prabowo menggugat hasil quick count.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2