Bulutangkis

Target Dua Wakil Setiap Nomor, Sanggupkah Tunggal Putri?

10 Januari 2019   04:04 Diperbarui: 10 Januari 2019   08:26 451 1 1

Menjejaki tahun ini, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mempunyai target yaitu bisa meloloskan sebanyak-banyaknya wakil untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020.

Pemain yang diikutkan pada Olimpiade Tokyo adalah pemain yang minimal berperingkat 8 besar untuk nomor ganda dan 16 untuk nomor tunggal.

Mengaca pada kekuatan sekarang, untuk mencapai target 2 wakil pada masing-masing sektor, yang paling sukar adalah di nomor tunggal putri.

Gregoria Mariska Tunjung sekarang berada di ranking ke 15, harus dipertahankan dan diperbaiki lagi. Sementara tunggal putri kedua Indonesia, Fitriani sekarang berada di posisi 33 dunia.

Di ganda campuran, PBSI juga harus bekerja keras mencari dua pasangan terbaiknya, karena saat ini belum ada ganda campuran Indonesia yang masuk delapan besar. 

Tanpa memperhitungkan Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir, Indonesia punya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Di ganda putri, hanya Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang kini di delapan besar dunia. Harus dicari satu pasangan lagi.

Sedangkan untuk ganda putra dan tunggal putra boleh dibilang lebih ringan buat PBSI. Ganda putra, Indonesia punya Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di peringkat pertama, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di peringkat ketujuh.

Tunggal putra ada Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Tommy Sugiarto punya gambaran akan lolos.

Fokus yang mau tidak mau harus  diutamakan PBSI adalah membenahi nomor tunggal putri. Hanya Gregoria Mariska Tunjung di 16 besar dunia. Yang lain masih berada di luar 30 besar. Fitriyani (33), Russelli Hartawan (51), dan Dinar Dyah Ayustine (49).

Pelatih tunggal putri PBSI, Minarti Timur pun mengatakan memang harus bekerja keras untuk menaikkan peringkat keempat tunggal putri kita.

Tiga bulan waktu tersisa untuk pengumpulan poin Olimpiade harus dipersiapkan semaksimal mungkin.

Keempat tunggal putri itu akan mengikuti turnamen-turnamen BWF awal yang digelar di bulan Januari, dimulai dari Thailand Masters, Malaysia Masters, dan Indonesia Masters.

Sementara hasil dari Thailand Masters 2019 yang dimulai 8 Januari 2019, di putaran pertama, tunggal putri Indonesia Fitriani menang tiga set atas Lee Ying Ying dari Malaysia dengan 18-21, 21-9, dan 24-21 dalam tempo 54 menit.

Kemenangan atas Ying Ying (peringkat ke 39)  tersebut merupakan kemenangan ketiga bagi Fitriani. Sebelumnya, Fitriani menang di Axiata International Series 2016, dan USM Li Ning International Series 2015.

Di laga kedua di turnamen level Super 300 ini, Fitriani akan berhadapan dengan wakil tuan rumah Jindapol. Yang mana sebelumnya Jindapol menundukkan Lin Ying Chin asal Taiwan dengan 21-15, 21-15.

Perjumpaan antara Fitriani dengan Jindapol di laga kedua (Kamis, 10/1/2019) merupakan pertemuan pertama kali dengan pebulutangkis berranking 14 dunia tersebut.

Selain tunggal putri, tiga ganda campuran Indonesia juga melaju ke putaran kedua. Mereka adalah Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow, Ronald Alexander/Annisa Saufika, dan Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.

Mengingat kualifikasi bulutangkis ke Olimpiade Tokyo 2020 tinggal 3 bulan lagi - 29 April 2919 hingga 26 April 2020 - dimana poin pemain yang diperoleh pada turnamen BWF bakal dikalkulasi guna menentukan jatah setiap negara yang lolos ke Olimpiade 2020. Pelatih harus lebih jeli.

Adapun jatah maksimal yang dapat diperoleh setiap negara adalah dua wakil untuk masing-masing nomor. Jadi maksimal kuota yang didapat suatu negara adalah 10 wakil. Dua jatah wakil akan didapat, jika pemain untuk nomor tunggal minimal berperingkat 16 besar, sementara untuk ganda minimal berperingkat 8 besar menjelang dimulainya Olimpiade.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2