Mohon tunggu...
Rudy Wiryadi
Rudy Wiryadi Mohon Tunggu... Akuntan - Apapun yang terjadi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mulai hari dengan bersemangat

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kisah Kanjuruhan, Kerajaan Hindu-Buddha Tertua di Jawa Timur yang Jadi Nama Stadion di Malang

6 Oktober 2022   11:07 Diperbarui: 6 Oktober 2022   12:16 521
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hal tersebut terbukti dari ditemukan nya sejumlah prasasti seperti Prasasti Dinoyo seperti yang sudah disebutkan di atas.

Disebutkan jika kerajaan pada awalnya diperintah oleh seorang raja yang bernama Dewa Singha yang menyembah Dewa Siwa.

Dewa Singha mempunyai putera yang bernama Liswa. Liswa ini kemudian menjadi raja menggantikan ayahnya. Liswa lantas bergelar Gajayana.

Di masa raja Gajayana inilah Kanjuruhan mengalami masa kejayaan dan keemasannya. Kerajaan Kanjuruhan berkembang pesat mulai dari ekonominya, sosial budaya, seni, maupun pemerintahannya.

Selain makmur, dibawah Gajayana Kerajaan Kanjuruhan yang membentang dari dari lereng Gunung Kawi hingga pesisir Laut Jawa juga aman dan keadilan tercipta buat rakyatnya.

Hal tersebut membuat Gajayana sangat dicintai.

Setelah Gajayana wafat, keturunan Gajayana mewarisi dan menjadi penerus yang tetap masih dicintai oleh rakyat Kanjuruhan karena tercipta keamanan dan keadilan.

Pada saat itu ada kerajaan yang sudah terkenal di Nusantara bahkan sampai ke mancanegara yaitu Kerajaan Mataram Kuno.

Rakai Pikatan (847 Masehi) yang menjadi raja Mataram memperluas ekspansi wilayahnya sampai ke Jawa. Rakai Pikatan sangat disegani oleh raja-raja di Jawa.

Upaya perluasan kekuasaan selalu berhasil dilaksanakan oleh Mataram baik melalui penaklukan maupun persahabatan.

Mataram yang lantas menguasai Kanjuruhan namun tidak ada bukti adanya peperangan atau penaklukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun