Mohon tunggu...
Rudy Wiryadi
Rudy Wiryadi Mohon Tunggu... Akuntan - Apapun yang terjadi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Mulai hari dengan bersemangat

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sejarah Masuknya Islam di Jawa Barat, Siapakah Tokoh Sunda Pertama yang Naik Haji?

19 Oktober 2021   11:28 Diperbarui: 19 Oktober 2021   11:30 1629
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik


Sebelum mayoritas penduduk Sunda (Jawa Barat) sekarang ini beragama Islam, dulunya wilayah Parahyangan ini beragama Hindu-Buddha.

Sebelum kerajaan legendaris Pajajaran dengan rajanya yang paling terkenal Prabu Siliwangi, di tatar Pasundan itu konon ada Sri Jayabuphati, yang digadang-gadang sebagai pendiri kerajaan Sunda pada tahun 923 Masehi.

Jika Anda masih bertanya-tanya, di Jawa Barat ini ada kerajaan Pajajaran, Tarumanagara, kerajaan Sunda, dan Galuh.

Maka jawabannya adalah, nama-nama yang disebutkan di atas adalah sejajar dan saling berhubungan satu sama lain.

Pajajaran adalah kelanjutan dari kerajaan-kerajaan sebelumnya, yaitu Tarumanagara, Sunda, dan Galuh. Yang semuanya bernafaskan Hindu-Buddha.

Menarik disimak, kapankah waktunya Islam mulai masuk ke wilayah Pasundan ini?

Dari buku yang berjudul "Hitam Putih Pajajaran: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan" karya Fery Taufiq El Jaquene, Islam mulai masuk ke wilayah Sunda ini pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi.

Dalam buku itu, Prabu Siliwangi (1428-1579) yang memiliki gelar Sri Baduga Maharaja dikatakan tidak mempermasalahkan masuknya agama baru (Islam) ke wilayah kekuasaannya.

Dalam naskah Carita Parahyangan disebutkan penduduk Sunda mulai mengenal agama baru itu seiring dengan kedatangan atau hubungan dagang antara penduduk Sunda dengan orang-orang dari Arab atau Timur Tengah.

Seiring dengan itu sedikit demi sedikit penduduk Jawa Barat mulai memeluk agama Islam. 

Pada awal-awalnya penduduk Sunda yang mualaf itu mulai menimbulkan friksi di masyarakat. Mereka yang mualaf harus menanggung risikonya sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun