Mohon tunggu...
Rudi Darma
Rudi Darma Mohon Tunggu... pemuda senang berkarya

pemuda yang menjadi dirinya di kampung halaman

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Segala Atributpun Melebur

20 Agustus 2019   22:00 Diperbarui: 20 Agustus 2019   22:18 0 3 1 Mohon Tunggu...
Segala Atributpun Melebur
olimpic30.com

Saat pendiri bangsa berkumpul untuk merumuskan dasar, lambang negara dan segala hal yang diperlukan untuk pembentukan negara, semua orang yang berada di kediaman Laksamana Maeda- seorang petinggi Jepang yang mengambil resiko berdekatan dengan beberapa tokoh pemuda Indoensia yang sedang mempersiapkan pembentukan negara.

Masa itu adalah masa revolusi dimana semuanya berlangsung serba cepat, serba darurat tapi semuanya focus pada tujuan yang sama yaitu kemerdekaan Indonesia. Komponen pemuda itu menggambarkan keseluruhan Indonesia, dengan begitu mereka memperhatikan setiap segi dari pembentukan negara baru ini.

Karena setiap komponen ada (meski tidak semua) landasan negara yaitu Pancasila merupakan aspek-aspek luhur yang diambil dari setiap daerah di Indonesia. 

Keberadaan kerajaan Majapahit dan beberapa kerajaan setelah itu memberi sedikit warna dari keIndonesiaan itu. Juga pengaruh Islam yang domninan dimana agama ini berhasil mencuri perhatian banyak rakyat untuk memeluknya. Beberapa kerajaan yang tersisa juga sudah memeluk Islam sebagai agama dan keyakinan raja dan rakyat kerajaan itu.

Karena itu sebenarnya tak heran jika PAncasila adalah ideology atau landasan negara yang memuat lima tujuan dasar syariah (maqashid syariah) yaitu menjaga agama, jiwa, akal , keturunan dan harta. Kelima aspek itu termaktub dalam Pancasila dimana dasar negara itu juga mengatur hubungan dengan Allah atau Zat yang dipercayainya, relasi dengan sesama, bagaimana bersatu dengan segenap masyarakat juga mengatur kesejahteraan dan keadilan.

Pancasila juga memuat landasan keyakinan yang dipeluk oleh pemeluk Kristiani, semisal ajaran soal kasih, hubungan dengan sesame, hubungan dengan Tuhan dan bagaimana memperlakukukan orang lain dan mengelola harta yang diberikan Tuhan kepada umat manusia. 

Pancasila juga memuat atribut-atribut agama Budha serta Hindu juga Kong Hu Cu. Tri Hita Karana yang merupakan ajaran pokok pemeluk agama Hindu menyebutkan bagaimana pentingnya menjaga hubungan dengan Sang Hyang Widi Wasa (Tuhan dalam masyarakat Hindu), bagaimana relasi dengan sesama dan bagaimana relasi manusia dengan alam semesta (lingkungan) Semesta adalah hal penting dalam ajaran Hindu, dimana manusia diminta untuk mendapat keseimbangan dalam relasi pada ketiganya.

Karena Pancasila adalah jadi leburan banyak keyakinan maka dia layak jadi landasan negara. Pancasila tidak menonjolkan satu agama dengan agama lain; dia menaungi keragaman identitas, symbol dan atribut masing-masing keyakinan. Atribut tadi sudah melebur dan menjadi aturan-aturan bersama  yang menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sebagai warga negara.