Mohon tunggu...
Rudi N Chaniago
Rudi N Chaniago Mohon Tunggu... Tak perlu takut berjalan lambat, tapi takutlah jika hanya berdiri diam.

Seorang yang tertarik dengan dunia pendidikan, film, broadcast dan seni budaya

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Digitalisasi Konten Pembelajaran

16 Februari 2021   22:51 Diperbarui: 16 Februari 2021   23:21 480 3 0 Mohon Tunggu...

Digitalisasi merupakan proses peralihan media, peralihan yang dimaksud adalah peralihan dari cetak, video, maupun audio menjadi bentuk digital. Digitalisasi bertujuan agar bisa membuat sebuah materi (konten) dalam bentuk digital.

Digitalisasi terlahir dari derasnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang merangkum segala aspek-aspek yang berhubungan medium digital kemudian difungsikan sebagai alat untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, mengantarkan dan menyajikan kedalam bentuk informasi.

Sektor pendidikan saat ini menjadi prioritas untuk ditingkatkan,  pembelajaran masa pendemi yang belum memulihkan cara belajar normal akan berkaitan dengan kualitas pembelajaran. Meski telah diperbolehkan melalui Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan untuk melakasanakan proses pembelajaran tatap muka namun belum menjadi sebuah keputusan yang dapat dilaksanakan di banyak daerah. 

Upaya yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kualitas tersebut adalah pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik. Pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik dapat dilakukan dengan membangun sistem pembelajaran yang memungkinkan peserta didik memiliki kemampuan untuk belajar lebih menarik, interaktif, dan bervariasi.

Pembelajaran dengan membuat konten-konten digital merupakan suatu solusi yang dapat memfasilitasi peserta didik belajar lebih luas, lebih banyak. Melalui fasilitas yang disediakan oleh sistem tersebut, pembelajar dapat belajar kapan dan dimana saja tanpa terbatas oleh jarak, ruang dan waktu. Materi pembelajaran yang dipelajari lebih fleksibel, tidak saja dalam bentuk verbal, akan tetapi lebih variatif seperti teks, visual, audio, dan gerak. Pembelajaran digital memerlukan peserta didik dan tenaga pengajar berkomunikasi secara interaktif melalui pemanfaatan  platform digital, seperti media komputer dengan internetnya, handphone dengan berbagai aplikasinya lainya. 

Pemanfaatan media digital bergantung pada konten-konten pembelajaran dan karakteristik mata pelajaran. Pembelajaran melalui Web yang menunjukkan teks, adalah cara-cara bahwa pentingnya konten pembelajaran didokumentasi secara digital. Komunikasi yang lebih banyak visual meliputi gambaran papan tulis serta digabungkan dengan percakapan melalui konferensi video yang memperbolehkan peserta didik menggunakan media yang berbeda untuk bekerja.  

Pembelajaran digital adalah sebuah penerapan konten pembelajaran yang berbasis digital. Pembelajaran digital diawali dengan perencanaan yang baik, kemudian materi pembelajaran disampaikan (delivery content) kepada peserta didik harus mengacu pada perencanaan tersebut. Hal ini menuntut kompetensi bagi seorang tenaga pengajar dalam menyajikan konten pembelajaran digital meliputi perencanaan dan pengorganisasian pembelajaran, keterampilan penyajian, kerjasama, keterampilan bertanya, serta penguasaan konten pembelajaran yang melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran serta koordinasi dalam aktivitas belajar.

Pengetahuan tentang teori belajar, pembelajaran digital dan perencanaan pembelajaran yang juga secara tidak langsung memaksa tenaga pengajar menguasai penggunaan media digital adalah sebuah pergeseran pola pembelajaran antara pembelajaran yang tidak melibatkan teknologi dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi dan konsep pembelajaran berbasis kelas dengan pembelajaran digital yang tidak harus ada di kelas memiliki perbedaan dari segi gaya mengajar, teknik serta motivasi peserta didik dan tenaga pengajar. Pendekatan pembelajaran digital sementara ini dianggap efektif bila mencermati kondisi pandemi yang masih berlangsung. 

Kendala utama adalah lemahnya kemampuan pengelolaan dalam merencanakan sistem pembelajaran digital. Sistem pembelajaran digital menuntut keberadaan infrastruktur dan teknologi yang mendukung (technology support), seperti komputer, akses internet, server, televisi, video interaktif dan sebagainya. Keterlibatan teknologi tersebut tidak bisa digunakan secara spontanitas namun diperlukan sebuah desain pembelajaran yang memadukan teknologi tersebut secara efektif. 

Pembelajaran digital memiliki variasi sesuai dengan modus yang digunakannya, yaitu digital sepenuhnya atau kombinasi dengan tatap muka (face to face). Tatap muka dapat juga dilakukan dengan melibatkan teknologi, misalnya video conferencing atau tele conferencing. Keberhasilan pengembangan sebuah pembelajaran digital diperlukan desain secara bertahap. Desain ini secara khusus difokuskan pada penggunaan metode lanjutan dalam pembelajaran digital, khususnya pada aspek desain dan prinsip-prinsipnya.

Pembelajaran digital dapat dirumuskan sebagai 'a large collection of computers in networks that are tied together so that many users can share their vast resources' (Williams, 1999). Pengertian pembelajaran digital meliputi aspek perangkat keras (infrastruktur) berupa seperangkat komputer yang saling berhubungan satu sama lain dan memiliki kemampuan untuk mengirimkan data, baik berupa teks, pesan, grafis, video maupun audio. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x