Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Seputar Vaksin yang Perlu Kita Ketahui

29 Juni 2016   08:49 Diperbarui: 29 Juni 2016   11:21 261
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Program vaksinasi di Indonesia. Photo: www.searo.who.int

Di tengah tengah pengembangan dan penyelidikan vaksin palsu  yang sedang ramai diberitakan di media, ada baiknya kita mengetahui lebih dalam terkait dengan vaksin ini karena keaslian vaksin bukanlah satu satunya yang menentukan efektivitas suatu program imunisasi masal.

Mamang tidak dapat dipungkiri di berbagai belahan dunia vaksin dinilai sebagai upaya dunia untuk menekan angka kerentanan dan kematian serta memperbaiki kualitas kesehatan terutama di negara sedang berkembang terhadap penyakit. Saat ini diperkirakan  sebanyak 29% dari kematian anak usia 1-59 bulan dapat dicegah melalui program inunisasi.

Vaksin berperan besar dalam mengeliminasi polio di dunia. Sumber: www.cdc.gov
Vaksin berperan besar dalam mengeliminasi polio di dunia. Sumber: www.cdc.gov
Kalau kita buka kembali lembar sejarah kesehatan dunia,  tentunya  kita akan teringat kembali bagaimana peran  suatu vaksin dalam mengeliminasi penyebaran penyakit yang sangat mengerikan seperti misalnya cacar dan polio.

Cakupan vaksinasi Haemophilus influenza tipe B (Hib) dunia. Sumber:www.who.int
Cakupan vaksinasi Haemophilus influenza tipe B (Hib) dunia. Sumber:www.who.int
Sebagai contoh, badan kesehatan dunia WHO telah berhasil memperluas program imunisasi anak di  dunia dari hanya 5% di era tahun 1970 an menjadi lebih dari 80% di era tahun 1990 an dengan  memfokuskan 6 penyakit utama pada anak dengan menggunakan vaksin, yaitu dipteri, batuk rejan (pertussis), tetanus, polio, campak dan TBC) yang telah menyelamatkan 2-3 juta jiwa setiap tahunnya.

Perkembangan Vaksin

Tidak pelak lagi abad 20 merupakan era revolusi dalam bidang imunologi, mikrobiologi, biologi molekulat, bioteknologi termasuk vaksinologi.  Perkembangan teknlogi ini meningkatkan efektivitas vaksin dan juga cakupan penyakit yang lebih luas yang dapat dikendalikan seperti misalnya: hepatitis B, meningitis, pneumonia, typhoid dan varicela.  Saat ini memang teknologi vaksin mencapai kemajuan yang sangat pesat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, seperti misalnya pengembangan vaksin DNA, vaksin yang dapat dimakan, dan vaksin terapeutik.

Vaksin DNA merupakan produk teknologi terkini. Ilustrasi: www.intechopen.com
Vaksin DNA merupakan produk teknologi terkini. Ilustrasi: www.intechopen.com
Terlepas dari segala kemajuan teknologi pembuatan vaksin, ternyata  penggunaan vaksin terutama di negara berkembang termasuk Indonesia masih masih belum efektif.  Keberadaan vaksin untuk penyakit yang justru menjadi wabah dan mendatangkan korban besar di negera negera berkembang  seperti misalnya HIV, malaria dan demam berdarah ternyata belum sepenuhnya tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.

Di samping itu program imunisasi masal terhadap penyakit penyakit yang mengakibatkan angka kematian tinggi seperti hepatitis B, Haemophilus influenza tipe B (Hib), meningitis, demam tipoid dan rotavirus masih mengalami kendala,  kendati vaksin-vaksin ini sudah beredar lebih dari 10 tahun dan harganya sudah jauh lebih murah.

Vaksin yang paling banyak diperlukan dunia. Sumber: www.who.int
Vaksin yang paling banyak diperlukan dunia. Sumber: www.who.int
Data yang disampaikan oleh badan kesehatan dunia WHO menunjukkan bahwa walaupun sudah banyak vaksin tersedia, namun beberapa vaksin tersebut masih masuk dalam kategori vaksin yang sulit di jangkau di negara berkembang.

Kategori vaksin yang ketersediaannya luas dan terjangkau adalah:

  • Vaksin Hepatitis B
  • Vaksin campak
  • Vaksin demam tipoid
  • Vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib)
  • Vaksin Tetanus
  • Vaksin Pertussis (batuk rejan)
  • Vaksin Kolera
  • Vaksin Dipteri
  • Vaksin Japanese encephalitis
  • Vaksin Poliomyetis

Sedangkan  vaksin yang masuk ke dalam kategori yang ketersediaannya belum meluas

  • Vaksin AIDS
  • Vaksin Tuberkulosis
  • Vaksin malaria
  • Vaksin disentri
  • Vaksin Enterotoxigenic E. coli
  • Vaksin RSV
  • Vaksin Schistosomiasis
  • Vaksin Leishmanisasis
  • Vaksin Chagas
  • Vaksin demam berdarah
  • Vaksin Leprosy

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun