Mohon tunggu...
Roivi Hardivianti
Roivi Hardivianti Mohon Tunggu... Mahasiswa - وَلَا تَهِنُوا۟ وَلَا تَحْزَنُوا۟ وَأَنتُمُ ٱلْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Mahasiswi HUKUM KELUARGA Fakultas Syariah UIN KH. ACHMAD SIDDIQ JEMBER

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Menipisnya Moral di Kalangan Pemerintah Desa

16 Oktober 2021   16:52 Diperbarui: 16 Oktober 2021   17:13 84 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Didalam kitab Bidayatul Hidayah terdapat sebuah maqolah yang wajib di pakai semua manusia, khususnya umat islam. Maqolah tersebut berbunyi, Al ilmu Hal yang mana memiliki arti "Sebaik-baiknya ilmu adalah akhlak". Juga terdapat didalam Al-Qur'an Surah AlAhzab:21, 

Artinya: 

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah". 

Di dalam dalil aqli dan naqli sudah dijelaskan bagaimana pentingnya serta utamanya ilmu akhlak. Karena dengan akhlak, kita sebagai manusia menjadi tolak ukur atau sebagai nilai tawar kita ketika kita terjun ke lapangan. Saat ini tidak hanya orang dewasa saja, melainkan hingga ke remaja bahkan sampai pada anak-anak. 

Di sini kita coba untuk mempertahankan pesan moral yang diajarkan oleh guru-guru dan juga orang tua kita. Mempersiapkan regenerasi selanjutnya agar tetap ada. Contoh sederhananya adalah sikap anak terhadap orang tua dan dilingkungannya yang dirasa kurang sopan, etika bertemu dengan tetangga, etika ketika sedang bertegur sapa, maupun bertemu dengan guru.  

Di zaman sekarang, anak-anak bahkan remaja menganggap bahwa etika dalam berkomunikasi adalah sebuah hal yang tabu, yang pada akhirnya mereka pukul rata. Entah itu kepada guru, tetangga bahkan keluarganya sendiri. 

Problem seperti ini sangatlah tidak mudah untuk diselesaikan, karena semua harus butuh waktu dan proses yang panjang dalam memolesnya. 

Semua itu ternyata telah dijelaskan dalam QS. Ar-Ra'd:11 dimana artinya yaitu: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. 

Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."  

Dalam tulisan ini, saya menemukan sebuah kasus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika atau biasa dikenal dengan istilah Narkoba, yang mana telah menjerat 4 Kepala Desa di Kabupaten Jember yaitu Kepala Desa Tempurejo Kecamatan Tempurejo, Kepala Desa Taman Sari Kecamatan Wuluhan, Kepala Desa Wonojati Kecamatan Jenggawah, dan yang terakhir yaitu Kepala Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan. 

Dari sini sudah sangat jelas bagaimana menipisnya moral dan akibat yang terjadi karenanya, seperti dampak untuk keluarga dan terlebih dampak untuk masyarakat. Karena seorang Kepala Desa merupakan suri tauladan bagi masyarakat dan keluarganya. Terlepas dari alasan coba-coba maupun penuhnya intensitas pekerjaan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan