Mohon tunggu...
Choirul Huda
Choirul Huda Mohon Tunggu...

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)

Selanjutnya

Tutup

Otomotif

Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN

22 Juni 2015   16:36 Diperbarui: 23 Juni 2015   21:40 0 2 2 Mohon Tunggu...

Antre saat mengambil makanan | foto: Kompasiana.com - Id Satto

KONSISTENSI dan inovasi merupakan kunci utama dalam meraih kesuksesan. Termasuk di bidang industri, khususnya yang bergerak di sektor otomotif. Fakta itu yang mendasari Kiichiro Toyoda saat mendirikan Toyota Motor Corporation. Dari awalnya pabrik tenun pada dekade 1930-an sampai beralih ke produsen otomotif terbesar di dunia.

Filosofi Toyoda yang merupakan putra dari Bapak Industri di awal era kemajuan Jepang, Sakichi Toyoda, sangat diterapkan hingga kini di semua elemen. Termasuk yang diaplikasikan pada PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang merupakan satu di antara dua penggerak utama Toyota di Tanah Air bersama PT. Toyota-Astra Motor (TAM). Bedanya, jika TAM lebih ke bagian distribusi penjualan, sedangkan TMMIN yang merakit produk Toyota dan mengekspor suku cadanganya ke 72 negara di dunia.

Untuk TMMIN memiliki dua pabrik yang berlokasi di Sunter 1 dan Sunter 2 yang seluruhnya berada di kawasan industri Jakarta Utara. Kebetulan, untuk yang pertama pernah saya kunjungi bersama rombongan 20 Kompasianer, admin Kompasiana, dan pihak Kompas.com di pabrik Sunter Plant 1 pada Rabu (10/6).

Yang menarik, dalam acara bertema Kompasiana Visit itu, saya tidak hanya mendapat pengetahuan mengenai otomotif saja yang memang merupakan target utama saya dan rombongan Kompasianer lainnya saat mendaftar. Termasuk rekan Kompasianer wanita Okti Li yang datang dari Cianjur.

Bahkan, saya sempat tak percaya ketika mengetahui rekan Kompasianer Agung Sony rela melakukan perjalanan pergi pulang (PP) dari Bali ke pabrik TMMIN dalam sehari menggunakan pesawat terbang. Itu membuktikan antusiasme kami terhadap Toyota yang identik dengan brand berkualitas.

Maklum, meski belum memiliki kendaraan roda empat, namun saya sudah mengenal Toyota sejak kecil. Bukan saja sebagai produsen mobil semata, melainkan banyak aspek lainnya. Misalnya, saya yang sehari-hari berprofesi sebagai jurnalis di media olahraga, tentu tidak asing dengan produk yang identik dengan logo T tersebut.

Sebab, Toyota memang kerap mensponsori atau menyokong suatu klub, organisasi, turnamen, hingga dijadikan sarana olahraga. Misalnya, sponsor utama di Piala Asia 2015 yang berlangsung Januari lalu. Kemudian, salah satu raksasa Seri A Italia, Fiorentina pada 2000-02 ketika masih diperkuat nama beken seperti Enrico Chiesa, Nuno Gomes, hingga Rui Costa.

Terakhir, tentu jangan lupakan Piala Toyota atau Piala Interkontinental yang memperebutkan jawara klub Eropa versus Amerika Latin sejak 1980 hingga 2004. Salah satu momentum yang saya masih ingat hingga kini, ketika klub idola saya, Juventus, menjuarai turnamen lintasbenua ini pada 26 November 1996 melalui gol tunggal Alessandro Del Piero ke gawang River Plate.

Pertanyaannya, apa yang bisa saya petik dari Kompasiana Visit di TMMIN Pabrik Sunter 1 Plant? Selain beberapa hal “remeh” yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya, ternyata banyak juga manfaat yang saya dapat dari kunjungan dua pekan lalu itu. Terutama berkaitan dengan etos kerja para karyawan yang menggabungkan prinsip Toyoda dengan budaya Indonesia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3