Choirul Huda
Choirul Huda wiraswasta

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)

Selanjutnya

Tutup

Jalan Jalan

Kenangan Wisata ke Kawasan Pesisir Selatan, Sumatera Barat

23 Februari 2011   02:59 Diperbarui: 26 Juni 2015   08:21 2241 2 0
Kenangan Wisata ke Kawasan Pesisir Selatan, Sumatera Barat
1298423506819392131

Huuf, sedang nyenyaknya tidur terbangun gara-gara mimpi pergi ke daerah Sumatera Barat. Ya, mengingat Sumbar, pikiran saya langsung terbayang dengan suasana di ranah Minangkabau. Sejak akhir 2009 lalu, saya memang tidak pernah lagi mengunjungi daerah itu. Kangen juga akan keramah tamahan penduduknya, rasa pedas masakannya, keindahan panorama alamnya, serta kenangan akan seorang gadis yang telah berlalu dan harus dilalui... Huuf, lagi-lagi bayangan seorang wanita yang harus dipadamkan. Sebab kalau dibiarkan memudar, akan menyayat hati dan perasaan hingga membuat logika seorang pria tak berdaya. Hmm, saya jadi lupa niat menulis wisata, gara-gara teringat akan seseorang, ah, lanjutkan sajalah menulisnya... Saat masih bekerja di tambang batubara di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Dharmasraya, Sumbar. Saya sering sekali pergi bertamasya ke daerah yang menurut saya menarik dan juga unik. Kebanyakan memanfaatkan hari libur dan cuti yang diberikan oleh pihak perusahaan, saya sering jalan-jalan bersama teman-teman untuk mencari tempat wisata yang populer. Seperti beberapa tempat yang saya pernah saya kunjungi adalah: 1. Pantai Carocok Terletak di Kota Painan, Ibukota dari Kabupaten Pesisir Selatan, dipantai ini sangat terkenal akan kebersihan pasirnya dan berwarna putih, juga terdapat sebuah jembatan yang menghubungkannya dengan Pulau Kereta. Oleh masyarakat sekitar disebut dengan jembatan cinta, karena (mungkin) didasari oleh kisah cinta dizaman dahulu. Jarak lokasi ini dari kota Padang sekitar ± 75 km, atau hanya 2 jam perjalanan dengan kendaraan. Memandang pantai ini, saya jadi teringat akan foto bersama dengannya, apalagi saat menyeberangi jembatan dan pergi keliling pulau kereta. Apalagi saat foto bersama dijembatan cinta, saat matahari mau terbenam, benar benar indah dan tak dapat dilukiskan dengan kata-kata, perasaan dan juga logika...

2. Jembatan Akar Objek wisata ini adalah salah satu andalan dari Provinsi Sumatera Barat yang paling terkenal. Terletak di Kecamatan Bayang dan tidak jauh dengan objek wisata Air terjun Bayang Sani. Panjang jembatan ini sekitar 25 meter dengan lelebar 1,5 meter yang cukup dilalui beberapa orang. Dan merupakan jembatan terunik di dunia yang terbuat dari akar pepohonan, hanya terdapat di Indonesia dan tidak ada dibelahan bumi lainnya. Entah bagaimana asal-usulnya, kalau kata seorang Nenek yang menjual Mie rebus riwayat jembatan ini adalah karena keinginan dua masyarakat desa yang bersebelahan tapi dipisahkan sebuah aliran sungai. Kemudian ada seorang sesepuh yang berinisiatif menaruh dua batang pohon beringin yang ajaibnya tumbuh melilit sendiri membentuk jembatan. Pemandangan dibawah jembatan ini keren sekali, dengan batu cadas yang banyak bertebaran. Sangat cocok untuk foto-foto bernarsis ria.

[caption id="attachment_91414" align="aligncenter" width="300" caption="Kenangan di Jembatan Akar (Jadul)"][/caption] 3. Bukit Lengkisau Adalah sebuah bukit setinggi lebih dari 5oo meter yang terletak bersebelahan dengan pantai Carocok. Keindahan bukit ini adalah saat melihat panorama kota Painan yang dikelilingi banyak bukit, teluk, serta garis pantai yang memanjang.  Dari sini wisatawan juga dapat melihat pemandangan pantai carocok dan deretan bukit barisan yang membelah Pulau Sumatera. Apalagi bila kita menyaksikannya saat matahari akan terbenam, maka semakin tampak keeksotisan nuansa alam khas Sumatera Barat. Bukit ini juga sering digunakan untuk olah raga paralayang dalam yang masuk dalam event nasional. [caption id="attachment_91418" align="aligncenter" width="300" caption="Pemandangan matahari terbenam di Bukit Lengkisau"]

12984238671194713976
12984238671194713976
[/caption] 4. Air terjun Bayang Sani Terletak di kecamatan Bayang, terpaut 5 km dari objek wisata Jembatan Akar. Air terjun Bayang sani merupakan air terjun bertingkat tiga dengan ketinggian mencapai sekitar 80 meter. Dahulu air terjun ini konon menjadi tempat pemandian Nona-nona Belanda, saking takjubnya Meneer dan Nona Belanda, maka dinamakan air terjun Well Come, atau air terjun selamat datang. Baru pada tahun 80an diganti dengan nama air terjun Bayang Sani, karena melintasi sungai Bayang. Saya sendiri pernah mandi ditingkat pertama, karena sewaktu ingin mendaki tingkat kedua cuaca agak mendung, kami batalkan takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Airnya sangat bersih dan bikin segar kami yang telah berjalan sekian lama. Meskipun sayangnya ditepian air terjun ini banyak sampah berserakan. [caption id="attachment_91421" align="aligncenter" width="300" caption="Kenangan sewaktu di Air terjun Bayang Sani"]
1298425153148226316
1298425153148226316
[/caption] 5. Air terjun Timbulun Berada di Kota Painan sebelah timur, saya sempat dua kali mengunjungi air terjun ini. Karena letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota, hawa di tempat ini cukup sejuk apalagi banyak terdapat penjual duren yang rasanya sangat manis dan legit.

* * *

Berhubung mata kembali berat, saya mengantuk dengan sangat. Niat ingin menuliskan semua pengalaman berwisata di Sumatera Barat saya batalkan, dan terpikir untuk membuatnya secara bersambung. Untuk saat ini, hanya 5 Objek wisata diatas yang bisa saya tulis, khusus yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan. Pada tulisan berikutnya, akan saya ceritakan pengalaman saya sewaktu di berwisata di daerah Sumatera Barat lainnya.

  • Pantai Air Manis, Padang (Batu Malin Kundang)
  • Museum Adityawarman, Padang
  • Pantai Caroline, Bungus
  • Pantai Cubadak, Pesisir selatan
  • Jam Gadang. Bukittingi
  • Danau Atas Danau Bawah, Solok

Dan tempat wisata lainnya di Sumatera Barat yang masih terekam dalam memori (±) saya tetapi tidak bisa disebutkan karena mata benar-benar sudah tidak kuat menahan kantuk.

* * *

Tulisan-tulisan lainnya yang terkait...

Nina (kau tercipta bukan untukku)

Nina (adakah sebuah cinta dalam hati)

Dragon Ball, kenangan akan masa kanak-kanak yang tak terlupakan

Mengejar Bayang-bayang merah

Manusia tak bertulang punggung...

Ah, semua karena Judi...

Sore hari, Jakarta dihuni Bangsa Barbar...

500 meter dari Istana Negara