Mohon tunggu...
Rizky Hadi
Rizky Hadi Mohon Tunggu... Anak manusia yang biasa saja.

Selalu senang menulis cerita.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Buka Puasa Menyatukan Keluarga

17 April 2021   13:03 Diperbarui: 18 April 2021   16:14 219 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Buka Puasa Menyatukan Keluarga
edited by canva

Matahari mulai enggan menampakkan sinar ganasnya, menyisakan rona jingga di angkasa. Area dapur sudah menampakkan kesibukan sejak beberapa saat lalu. Bedug dipukul bertalu-talu, suaranya yang dinantikan seluruh warga. Beberapa tegukan air sudah melewati tenggorokan yang kering sejak siang. Sejenak kemudian, suara azan magrib menggema. Kepala keluarga beranjak, mengambil air wudhu, diikuti makmumnya. Sajadah digelar, menunaikan kewajiban.

Begitulah momen ketika fajar turun di kaki langit saat Ramadhan. Bahagia rasanya mendengar beduk dipukul. Kelegaan menaungi hati. Setelah satu hari berjibaku melawan hawa nafsu, akhirnya waktu yang dinantikan tiba. Satu keluarga berkumpul. Menikmati sajian masakan yang sudah disiapkan oleh racikan hati sang ibu rumah tangga.

Tak peduli apakah masakan itu mewah atau tidak, yang jelas, jika ibu sudah memasak, maka hampir dipastikan akan selalu menghasilkan cita rasa yang ramah di mulut. Tak perlu restoran mewah dan harga melimpah.

Si bapak terlebih dahulu mengambil makanan, kemudian anak-anaknya mengikuti. Hebatnya, sang juru racik malah mengambil makanan terakhir. Dia rela menunggu suami dan anaknya selesai. Dan apa yang dilakukannya setelah itu? Dia malah menawarkan suami dan anaknya untuk menambah makanan, padahal dia belum sempat memakannya.


Setelah makanan tandas dan perut puas, terjadi perbincangan hangat di antara anggota keluarga tersebut. Si anak akan bercerita tentang kegiatan yang dilakoninya selama satu hari. Dia selalu antusias bermonolog begitu detail. Kemudian sang bapak akan memberikan sedikit nasehat. Sang ibu pun selalu menularkan semangat.

Lantas si anak meninggalkan tempat dan melakoni aktivitasnya lagi. Menyisakan sang bapak dan ibu. Kini giliran sang bapak yang bercerita. Dia juga bercerita tentang pekerjaannya. Tentang apa yang harus menjadi kewajibannya, raganya yang lelah akibat memeras keringat sembari menahan dahaga. Dan jika bercerita perihal itu, dia kembali mengingat bahwa ada istri dan anak yang harus dinafkahi.

Tugas ibu menjadi sentral di sini. Dia juga yang akan menjadi naungan curhat oleh suami dan anak. Ketabahannya begitu luas, kesabarannya bagai samudera. Meskipun terkadang dia malah lebih lelah  Setiap hari menata rumah agar selalu terlihat rapi, memikirkan apa yang harus menjadi menu buka puasa dan sahur, dan mengatur keuangan agar cukup untuk memenuhi kebutuhan. Benar-benar luar biasa.

Buka puasa memang bisa menyatukan keluarga. Masing-masing dari anggota keluarga tersebut telah melanglang selama satu hari dengan segala macam kesibukannya. Dan ketika sore menjelang, mereka selalu membutuhkan rumah untuk berpulang dan beristirahat.

Mau di mana lagi jika tak berpulang ke keluarga? Ingin berkeluh kesah kepada siapa kalau tidak dengan keluarga? Hendak meminta bantuan ke siapa kalau tidak kembali ke keluarga?  Kesatuan ini yang menolong seseorang dari apa pun.

Jika kamu sedang berada di tempat jauh dan sedang kesusahan, di rumahmu, ibumu diam-diam tahu dan mendoakanmu. Jika kamu sedang berjuang mencapai impian, bapakmu tengah berlumur keringat. Jika kamu berada dalam masalah pelik, saudara dan kerabatmu dengan hati lebar mengulurkan tangan. Dan jika kamu lelah dengan apa yang kamu lakukan, singa dalam dirimu pasti akan membakar kembali gelora dan gairah semangat.

Keluarga adalah rumah dalam arti sebenarnya. Salam hangat and happy fasting.

VIDEO PILIHAN