Mohon tunggu...
rizkaita
rizkaita Mohon Tunggu... Pembaca, penulis, dan kawan seperjalanan

Mari berbicara lewat barisan kata-kata

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Tani Jiwo, Tempat Terhangat Nomor Dua Seantero Dieng

2 Agustus 2018   14:08 Diperbarui: 2 Agustus 2018   16:26 0 1 0 Mohon Tunggu...
Tani Jiwo, Tempat Terhangat Nomor Dua Seantero Dieng
Foto salah satu shared room Tani Jiwo. Sumber: tanijiwo.com

Dataran Tinggi Dieng yang terbentuk akibat letusan gunung ini menawarkan perjalanan memukau bagi banyak orang. Sayangnya, perjalanan jauh yang telah ditempuh tentu saja membuat waktu yang tersisa tak lagi banyak. Padahal pesona Dieng bukan tipikal tempat wisata yang bisa dinikmati dalam kunjungan sekilas. 

Ada berbagai telaga, kompleks Candi, hingga pemandian air panas alami yang membuat pengunjung gamang untuk menentukan waktu pulang. Salah satu solusinya, menghabiskan waktu lebih dari sehari. Tentu saja itu berarti mencari penginapan untuk bermalam, karena kawasan wisata Dieng tak memperbolehkan pengunjung sembarangan menggelar tenda ditambah udara malam di sana tak akan menarik minatmu untuk melakukannya.

Tak perlu khawatir, ada banyak hostel atau penginapan yang tersedia di sekitaran Dieng. Salah satunya adalah Tani Jiwo. Hostel yang dicat dengan warna dominan putih ini siap bukan hanya menyajikan tempat bermalam seperti penginapan sederhana yang lain. Bahkan jika kamu hanya ingin bermalas-malasan seharian di sini karena udara dingin atau Dieng yang terlalu ramai juga tak membuatmu mati gaya. 

Apa sebabnya? Tani Jiwo selalu berisi manusia dan WiFi mumpuni. Ponsel saya yang tak bersinyal selama di Dieng terselamatkan karena fasilitas ini. Tinggal pilih mau ngobrol atau update di sosial media.

Hostel ini terletak di Jl. Raya Dieng No.31, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara atau di seberang terminal Aswatama. Tempat yang terdiri dari tiga lantai menawarkan berbagai tipe kamar. Ada sharing room yang berisi 2-6 tempat tidur susun, kamar tipe keluarga yang bisa diisi 4 orang, dan kamar standar yang diisi dua orang. Saya rasa Tani Jiwo mengusung tagline 'mari merapat agar semakin hangat' para stafnya dengan mudah mengakrabkan diri untuk memberi kesan hangat. Selain itu, bila kamu menginap dalam sharing room kamu dan teman-temanmu tak perlu khawatir akan terpisah kamar, dompetmu juga tak menggigil kedinginan kan?

Banyak bagian terbaik dari Tanijiwo, tempat tidur yang disiapkan dengan seprei putih dan bed cover tebal. Ini penting! Mengingat udara Dieng sungguhlah menguji manusia kota macam saya, silakan baca di sini. Di dalam kamar juga tersedia loker penyimpanan dengan kunci, sehingga tidak perlu khawatir meninggalkan barang-barang di kamar ketika berpergian.  Kamar mandinya yang meski terpisah untuk sharing room tetap sudah tersedia shampoo, sabun cair, dan pengering rambut.

Kitchen and Working Space at Tani Jiwo Hostel. Sumber: tanijiwo.com
Kitchen and Working Space at Tani Jiwo Hostel. Sumber: tanijiwo.com
Tani Jiwo hostel juga menyediakan ruangan publik yang cukup memadai dengan adanya dapur kecil dan perpustakaan mini. Para tamu bisa baca buku, nyambi kerjaan atau kenalan sama pelancong lain bisa lah. Tapi yang terakhir sayangnya tak sempat saya lakukan karena saya lebih memilih bergelung di bawah selimut. Di lantai dua dan tiga ada juga ruang terbuka yang bisa digunakan untuk merokok, karena di dalam ruangan merokok jadi haram. Haha ini bagian penting lainnya di Tani Jiwo. Saya yang berpergian dengan para perokok bisa damai tanpa ada pertumpahan darah.

Sudut ruang terbuka di Tani Jiwo. Foto: Yogo
Sudut ruang terbuka di Tani Jiwo. Foto: Yogo
Satu lagi, Tani Jiwo juga sedang mengembangkan paket wisata. Jadi pengunjung dari luar kota yang belum tau mau kemana atau tak membawa kendaraan sendiri bisa sekaligus mengambil paket ini. Ada paket yang sudah dirancang atau yang mau dipilih sendiri sesuai kamu mau cari konten hits dimana. Enaknya nih, kamu juga bisa menentukan meeting point sesuai kemampuanmu seperti di Wonosobo atau Jogja. Travel budy di Tani Jiwo juga ramah dan sabar. Tak ada kata terburu-buru untuk mengejar sekian tempat wisata karena perhitungan mereka juga matang dan suka jalan-jalan! Saya tak bisa membayangkan bisa memburu sunrise di Sikunir kalau bukan ada teman-teman dan Mas Ade yang mengajari cara ambil langkah.

Bersama Mas Ade, Budy travel Tani Jiwo. Foto: Yogo
Bersama Mas Ade, Budy travel Tani Jiwo. Foto: Yogo
Pengalaman kedua di Dieng dan pertama kalinya bisa menginap di Tani Jiwo membuat saya ingin kembali lagi. Saya ingin membawa keluarga dan sahabat-sahabat saya bergantian agar mereka tak iri melihat foto-foto dan tulisan ini. Meski Tani Jiwo masih menempati nomer dua sebagai tempat terhangat, tak apa. Karena tempat terhangat nomer satu di Dieng adalah minimarket yang pastinya tak akan membuka pintu bagi saya untuk bermalam.