Mohon tunggu...
Suga Muhammad
Suga Muhammad Mohon Tunggu... penulis dan trainer

meninggalkan jejak pemikiran lewat tulisan

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Melempemnya Kivlan Zein Pasca Diperiksa Polisi

20 Mei 2019   12:24 Diperbarui: 20 Mei 2019   12:33 81 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Melempemnya Kivlan Zein Pasca Diperiksa Polisi
mediaindonesia.com

Kivlan Zein merupakan salah satu pendukung setia Prabowo Subianto sejak 2014. Pada pilpres kali ini, Kivlan turut menyuarakan kecurangan yang dilakukan petahana dan menuntutnya untuk didiskualifikasi.

Upaya Kivlan untuk melakukan itu adalah dengan menggalang massa yang diberi nama Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK). Bersama Eggi Sudjana, Kivlan Zein memimpin demo di Bawaslu.

Seperti halnya para pendukung 02, tuntutannya adalah agar Jokowi didiskualifikasi karena dituduh melakukan kecurangan secara masif, terstruktur, dan sistematis. Meskipun pada akhirnya Bawaslu tidak menemukan hal tersebut sebagaimana laporan BPN. Sumber data yang digunakan untuk melaporkan kecurangan itu dianggap tidak memenuhi kriteria oleh Bawaslu.

Pasca melancarkan demonstrasi, Eggi Sudjana ditangkap polisi atas tuduhan makar saat menyampaikan pidato di Kertanegara terkait percepatan pelantikan Prabowo sebagai presiden melalui people power.

Kivlan Zein turut serta dipanggil polisi untuk memberikan keterangan terkait kasus sahabatnya tersebut. Uniknya, sikap Kivlan Zein berbeda setelah diperiksa oleh polisi. Ia menyatakan akan mengikuti prosedur yang berlaku dan meminta orang-orang yang semula sepemikiran dengan dirinya untuk melakukan hal yang sama.

"Upaya lain nggak ada. Saya hanya tinggal menunggu keputusan penyidik. Saya akan terima apa adanya, yang saya juga menyerukan kepada yang berpikir sama dengan saya, saya sampaikan mari kita sesuaikan diri dengan UU dan keputusan sesuai dengan keputusan yang berlaku," ujar Kivlan Zein seperti dilansir dari detik.com (17/5/2019). 

Semoga ini juga menyadarkan yang lain untuk mengikuti aturan yang berlaku. Tidak hanya koar-koar saja tanpa bukti nyata yang justru dapat membahayakan keutuhan bangsa dan negara. 

VIDEO PILIHAN