Mohon tunggu...
Rini DST
Rini DST Mohon Tunggu... Ibu Rumah Tangga - Seorang ibu, bahkan nini, yang masih ingin menulis.

Pernah menulis di halaman Muda, harian Kompas.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kanjuruhan, Saksi Kebrutalan Penebar Maut

2 Oktober 2022   23:20 Diperbarui: 3 Oktober 2022   11:42 227 13 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Gambar: Stadion Kanjuruhan (Foto: Nur Cholis)

Stadion Kanjuruhan adalah stadion bola yang terletak di Kepanjen, Malang, Jawa Timur (Jatim). Stadion ini mempunyai kapasitas sekitar 42000 penonton, dibangun pada tahun 1997 dan diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.  Stadion yang merupakan kandang Arema FC, klub sepak bola profesianal Malang. 

Pada 01/10/2022, stadion Kanjuruhan menjadi arena laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya, pekan ke 11 Liga 1 2022-2023. PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI menyelenggarakan Liga 1. Seanyak 18 klub peserta melakukan 34 pertandingan, sejak Juli sampai dengan April. 

Laga berakhir dengan kemenangan 3-2 Persebaya Surabaya atas tuan rumah Arema FC. Persebaya Surabaya dikenal dengan julukannya Bajul Ijo, sedangkan Arema FC dengan Singo Edan. Ini adalah kali pertama Bajul Ijo mengalahkan Singo Edansetelah 23 tahun tak pernah terkalahkan, di kandang sendiri pula. 

Sumber Gambar: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Kompas.com)
Sumber Gambar: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan (Kompas.com)

Tak bisa dihindarkan, dalam kekecewaannya suporter Arema FC, Aremania turun menyerbu ke lapangan. Mereka melempari pemain dan ofisial dengan benda tumpul. Para pemain Arema FC dan Persebaya Surabaya, juga ofisial, segera menuju ruang ganti, tanpa bersalam-salaman antar mereka.  Aremania yang merangsek lapangan makin lama makin banyak, polisi segera melakukan tindakan pengamanan untuk para pemain dan ofisial. 

Selanjutnya polisi menghalau massa yang turun menggunakan gas air mata, awalnya untuk di lapangan terlebih dahulu. Kemudian ditembakkan ke arah tribun, gas air matanya kena angin menjadi menyebar ke banyak arah. Penggunaan gas air mata untuk membubarkan suporter Arema FC yang ricuh di akhir pertandingan mengakibatkan ratusan orang sesak napas, berdesak-desakan keluar dan terinjak-injak.  

Sebanyak 127 orang dilaporkan tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang. Korban tewas terdiri dari suporter Arema FC dan anggota polisi. Sungguh semua masyarakat Indonesia merasakan duka yang sangat dalam.  Laga sepak bola yang seharusnya memberikan kegembiraan yang menghadirkan ribuan pecinta bola, harus berakhir ricuh yang menebar maut.

Sumber Gambar: Polisi yang Tewas dalam tragedi Kanjuruhan
Sumber Gambar: Polisi yang Tewas dalam tragedi Kanjuruhan
Dua polisi dari Polres Tulungagung dan Trenggalek meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC versus Persebaya. 

Ini sosok polisi yang meninggal dunia akibat kerusuhan di Kanjuruhan.

  • Briptu Fajar Yoyok Pujiono yang merupakan anggota Polsek Dongko, Trenggalek.

  • Brigadir Andik Purwanto anggota Polsek Sumbergempol, Tulungagung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan