Mohon tunggu...
Riki Dwi Saputra
Riki Dwi Saputra Mohon Tunggu... hello

Assalamualaikum

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Mendaki Gunung untuk Konten Medsos, Apa Salahnya?

8 April 2021   19:30 Diperbarui: 8 April 2021   19:47 23 3 0 Mohon Tunggu...

Alam memang selalu menyajikan keindahan yang mampu membuat siapapun terkagum - kagum. Dari banyaknya objek keindahan alam, gunung menjadi primadona dari berbagai kalangan baik itu orang tua sampai saat ini pun dapat kita jumpai anak - anak dibawah umurpun sudah mahir mendaki gunung yang tentunya tetap dalam pengawasan orang tuanya.

Gunung yang dahulu sepi,asri, bersih nan sunyi sehingga banyak digunakan untuk bermeditasi mencari ketenangan, kini berubah menjadi tempat ramai dengan banyaknya riah - riuh pendaki yang berganti setiap harinya. salahkah? tentu tidak, mana ada orang yang melarang orang lain untuk ikut menikmati keindahan alam negeri kita tercinta ini. 

Namun tetap saja, ada pendaki lama yang merasa tidak senang karena merasa tempat dia biasa mencari ketenangan terganggu oleh kebisingan dan keramaian karena trend pendakian gunung kini sedang naik daun.

Mereka yang merasa gunung kini sudah tak sama lagi seperti dulu lantas menyalahkan para pendaki baru dengan tuduhan gunung sekarang sudah berganti menjadi tempat photo studio dimana isinya hanya orang - orang narsis mencari konten agar nantinya dapat meraka upload ke sosial media mereka. 

Teman,,,zaman sudah berganti sekarang adalah era digital, era dimana semua nya dapat diakses dengan mudah melalui media sosial, kalian tidak dapat sepenuhnya menyalahkan mereka yang mendaki gunung sekedar mencari konten, kesenangan orang berbeda begitupun dengan kebutuhanya.

Menurut penulis sendiri, keadaan gunung yang kini sudah berubah memang sedikit menjengkelkan, dahulu kita dapat dengan leluasa memilih area camp mana yang mau kita dirikan tenda, kini kita harus berebut dengan pendaki lain agar dapat spot yang aman dari air dan badai. namun sebenarnya hal itu dapat kita hadapi dengan mudah, simak beberapa hal berikut yang dapat kalian lakukan :

1. Buang dulu sikap jaim kalian

gunung adalah alam bebas yang mana bahaya dapat datang kapan pun ia ingin datang,usahakan berbaurlah dengan pendaki lain agar nantinya jika memang terjadi hal - hal yang tidak diinginkan kebaikan itu akan kembali kepada kita, seperti timbal balik dalam hal kebaikan. contoh mendahulukan pendaki yangakan naik, berbagi sedikit logistik jika diperlukan.

2. Jaga sikap dan ucapan kalian

ini gunung bukan tempat karaoke dimana kalian bebas berteriak dan berjoged kesana kemari, hormati penunggu asli gunung tersebut, ucapak dan perilaku kalian dapat mencerminkan bagaimana diri kalian. jadi, usahakan berperilakulah sewajarnya orang normal tanpa berlebihan.

3. Dirikan tenda dicamp area jangan shelter ataupun dijalur pendakian

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN