Mohon tunggu...
Rika KamilaPutri
Rika KamilaPutri Mohon Tunggu... Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Mahasiswi Jurusan Tarjamah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Ayo Kaum Milenial Jadi Pelopor Pentingnya Berinvestasi!

5 Desember 2020   13:15 Diperbarui: 5 Desember 2020   13:24 34 1 0 Mohon Tunggu...

            Jika dilihat zaman sekarang jika kita ingin berinvestasi tidak sesulit zaman dahulu. Zaman sekarang hampir semua kegiatan dan informasi dapat diakses secara instan melalui intermet, begitu pula dengan berinvestasi di Pasar Modal Indonesia (PMI) kita dapat melakukannya hanya dengan cara mengunduh aplikasi dan mengaksesnya lewat smartphone kita.

            Selain itu, kemudahan dalam investasi pada saat ini salah satunya jumlah lot sahamnya. Saat ini jumlah 1 lot saham setara dengan 100 lembar, dan jika dibandingkan dengan peraturan sebelumnya yaitu 1 lot saham setara dengan 500 lembar, otomatis harga saham saat ini lebih terjangkau. Saat ini saja harga 1 lot saham Blue Chip dapat dibeli pada kisaran harga sekitar Rp300.000,00. Oleh karena itu, hal ini lebih memudahkan masyarakat untuk dapat mulai terjun ke dunia pasar moda, khususnya bagi kalangan masyarakat kelas menengah kebawah. Hal itu menunjukkan bahwa di era ini seseorang yang dapat menjadi investor bukan saja dari kalangan menengah keatas, orang yang dari kalangan menengah kebawah pun dapat memulai karier menjadi seorang investor.

            Disamping kemudahan dan hal menarik lainnya tentang investasi, jika dilihat dari kesadaran dan minimnya informasi dan penyuluhan pada masyarakat, harusnya kaum milineal bisa menjadi pendobrak kesadaran masyarakat akan pentingnya terjun kedalam dunia pasar modal. Kaum milenial dapat disebut pendobrak kesadaran karena kaum inilah yang dianggap sebagai kaum yang terpelajar dan paling bisa memahami dan mengerti keadaan dan tren di era saat ini. Oleh karena itu ada bebarapa info penting dan menarik supaya kita makin melek akan pentingnya investasi, di antara seperti :

            Pertama, yaitu Pasar Modal Indonesia masih asing bagi masyarakat Indonesia. Jika dilihat Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masyarakat dengan kelompok yang sekarang lebih dikenal dengan kelompok generasi milenial mencapai 64,3 juta jiwa. Namun demikian pemilik akun atau investor pasar modal yang terdaftar di berbagai sekuritas yang menjadi anggota bursa pada Bursa Efek Indonesia baik itu dalam bentuk saham ataupun reksadana baru sekitar 1,6 juta jiwa hal ini bisa dilihat berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pada data ini menunjukkan bahwa masih sedikit sekali masyarakat Indonesia yang telah menjadi investor (Badriatin, dkk. 2020).

           Kedua, peningkatan investasi diyakini ikut andil dalam mendongkrak pembangunan ekonomi suatu bangsa. Dalam ekonomi makro, investasi juga berperan sebagai salah satu komponen dari pendapatan nasional, Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP). Investasi memiliki hubungan positif dengan PDB atau pendapatan nasional, jika investasi naik, maka PDB akan naik, begitu juga sebaliknya, saat investasi turun maka PDB akan ikut turun (Sugiarto. 2019).

          Ketiga, jika kita menabung dalam bentuk investasi saham jangka panjang, maka tabungan kita akan menjadi uang yang menghasilkan uang kembali, dalam artian lain uang yang kita investasikan menjadi aset hidup bukan aset yang mati. Hal itu bisa menjadi suatu keuntungan dibanding kita hanya menyimpan uang kita dalam bentuk tabungan biasa.

         Banyak hal penting dan menarik lainnya seputar dunia investasi. Jadi sudah tertarik belum untuk mulai berinvestasi? Ayo kaum milenial! Jika kesadaran ini tidak dibangkitkan oleh semangat kaum milenial, oleh siapa lagi? Yuk melek berinvestasi!

Daftar Pustaka

 

Badriatin, T. dkk. (2020). Pelatihan Investasi Sejak Dini Melalui Pasar Modal Pada Mahasiswa Baru Politeknik Triguna Tasikmalaya Vol. 3, No. 1, Januari 2020, hal. 8-16.

Sugiarto, E.C. (2019). Investasi dan Indonesia Maju. Sentul, Kementrian Sekertariat Negara Republik Indonesia. Diakses pada 24 November 2020.

VIDEO PILIHAN