Mohon tunggu...
Rifqi Daffa
Rifqi Daffa Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAD

mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Media Konvensional Resep Kemunculan Media Baru

31 Maret 2021   21:50 Diperbarui: 31 Maret 2021   22:00 59 1 0 Mohon Tunggu...

Media berasal dari kata medium yang memiliki makna penghubung atau perantara. Media menjadi salah satu unsur yang selalu ada dalam kehidupan saat ini. Dapat dijumpai dari segi kecil kehidupan seperti surat undangan baik resmi atau tidak resmi. Seiring berkembangnya zaman, media juga berkembang dari waktu ke waktu Mulai dari media yang terdahulu atau disebut media konvensional maupun dengan media baru. Perkembangan media membawa dampak besar bagi kehidupan. Hadirnya media menjadi kunci sistem pertukaran pesan antar individu secara terltulis maupun lisan dan baik langsung maupun tidak langsung.

Media Konvensional yakni media yang bersifat lama atau bisa dikatakan media awal mula. Sebagai contoh media konvensional yaitu surat kabar atau koran. Berbicara tentang surat kabar atau koran penyajiannya cukup beragam. Dari pengalaman pribadi saya yang saat ini sebagai mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, ada yang berisi berita harian, berita yang sedang hangat dibicarakan, ilustrasi kejadian, chord gitar pada halaman belakang, teka-teki silang, pengiklanan bahkan ada yang berisi tentang kabar duka seseorang. Surat kabar atau koran di negara Indonesia sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda yang disajikan dalam Bahasa Belanda hingga negara Indonesia mampu mendirikan kantor produksi surat kabar atau koran sendiri bernama Medan Prijaji tahun 1903 meskipun saat itu kebebasan pers sangat buruk. Pertukaran informsi masih terbatas akses satu sama lain. Tdak hanya itu, zaman dahulu belum semua orang dapat menerima koran atau surat kabar karena keterbatasan beberapa aspek. Bentuk perkembangan surat kabar atau koran yang dapat dijumpai seperti pada zaman dahulu hanya terdiri dari satu warna, hitam dengan kertas warna putih atau semu cokelat. Saat ini, surat kabar atau koran memiliki beraneka ragam corak warna dari satu warna hingga full color. Banyaknya warna, banyaknya aneka ragam sajian desain pada surat kabar atau koran menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan minat baca ada yang tertarik dengan sedikit warna karena terkesan ringkas ada juga yang tertarik dengan desain dan warna beragam untuk memberikan kesan tidak hanya monoton.

Media konvensional selain surat kabar atau koran yaitu radio. Media dengan penympaian informasi melalui suara yang ditransmisikan menjadi gelombang signal. Radio hampir serupa dengan surat kabar atau koran  dimana dapat diketahui keberadaannya sejak zaman dahulu. Apabila surat atau koran hanya berbentuk tulisan dalam kertas radio memiliki berbagai macam bentuk dan ragam fungsinya. Mulai dari radio yang hanya dapat mengirimkan sandi morse berupa bunyi beep yang dibunyikan sesuai urutan kode morse pada tiap huruf hingga radio yang dapat mengirim suara vocal percakapan dari jarak dekat maupun dari jarak jauh. Radio ketika memasuki zaman peradaban mulai beragam manfaaatnya sebagai contoh seperti digunakan untuk bertukar kabar, atau untuk mendengarkan lagu. Dalam fungsi mendengarkan lagu pada radio mengalami beberapa langkah sseperti request kepada penyiar yang sedang siaran di studio. Fungsi penggabungan radio dengan tape recorder untuk memutar musik pada pita kaset berwarna cokelat. Penggabungan radio dan tape recorder berkembang pesat dan sangat diminati banyak kalangan dari genrasi ke generasi. Unsur klasik dan kuno menadi daya tarik terendiri bagi peminat radio tape recorder pada zaman sekarang. Walaupun dapat dibilang penggunaanya rumit dan terkesan repot radio klasik tetap memiliki penggemar bahkan hingga kolektor. Nilai jualnya yang tinggi dapat menjadi bahan pertimbangan setelah mengesampingkan fungsi utama pada umumnya.

            Media konvensional yang berkembang dari waktu ke waktu melahirkan media baru atau new media . Media baru lahir dari pesatnya perkembangan zaman seperti munculnya internet. Cikal bakal mudahnya informasi disebarkan secara luas dan bebas demi pemenuhan kebutuhan informasi di era digital ini. Sesuai pengalaman yang saya alami, internet hadir berperan besar untuk kelangsungan hidup dari yang bermula sebagai pertukaran pesan hingga menjad wilayah ladang rupiah. Kecepatan pertukaran pesan dengan internet dapat dibilang lebih baik dari media konvesional. Perbedaan yang mudah dijumpai seperti akses yang mudah, kebebasan penggunaan, kecepatan yang stabil, dan lain sebagainya. Media baru membawa dampak positif begitu banyak. Orang tidak perlu repot lagi menunggu surat kabar untuk mendapat informasi kapan saja meskipun masih saja yang lebih mempercayai surat kabar atau koran sampai saat ini. Kemudahan akses media baru menuntut khalayak untuk update dengan informasi yang ada agar tidak diangga ketinggalan zaman. Perihal tersebut melahirkan beberapa jasa penyedia informasi seperti blogspot dan sebagainya, dimana siapapun kapanpun dan dimanapun dapat menjadi jurnalis online. Usia sekolah hingga dewasa dapat menjadi jurnalis online apabila akses menuju media baru masih tetap mudah dan cepat. Dalam hal ini membawa dampak kepada persentase minat baca yang tumbuh secara signifikan.

Lahirnya sosial media juga merupakan bagian dari media baru. Sosial media dengan beragam jenis, nama , fitur, dan fungsi yang mudah dalam penggunaan sangat memudahkan siapapun untuk mulai menjelajahi dunia baru yani dunia maya. Tidak memandang usia, siapapun diperkenankan mengkases sosial media. Tentunya pengawasan orang dewasa ketika seorang anak kecil mulai penasaran dengan hadirnya sosial media. Apabila penggunaan sosial media tidak dibatasi dan diawasi dengan benar tidak dipungkiri akan terjadi kesalahan yang dapat berakibat fatal  bahkan hingga meregang korban jiwa. Sosial media saat ini lebih banyak digunakan sebagai tempat untuk mengadu nasib mencari sesuap nasi dalam bentuk penawaran jasa hingga penjualan produk. Jika dibandingkan media konvensional, media baru lebih efisien dan cepat serta lebih efektif karena kemudahan akses yang begitu menjanjikan. Media baru dapat dikatakan positif apabila penggunaannya sesuai takaran dan ketentuannya. Hadirnya media baru memicu timbulnya potensi positif untuk saya seperti memudahkan akses informasi, memudahkan pengolahan informasi dari satu sumber menuju sumber lain, memicu munculnya teknologi baru dan sebagainya. Dari pengalaman pribadi saya dalam penggunaan media konvensional seperti koran atau surat kabar, radio hingga radio yang digabung dengan tape recorder kemudian mulai mengenal media baru yakni internet, blogspot dan sosial media merupakan pengalaman berharga karena dapat merasakan perkembangan media dari waktu ke waktu meskipun bukan dari awal mulai media tersebut berdiri.  Sebagai contoh selain diatas seperti zaman dahulu untuk menikmati hiburan saya perlu membaca komik berbentuk buku, saat ini tidak perlu repot membeli buku komik karena komik digital sudah tersedia. Contoh lain seperti untuk menikmati musik saya harus membeli atau rental vcd berbentuk piringan dan tidak bisa dinikmati setiap saat, namun saat ini cukup dengan mengunduh aplikasi Youtube dan dapat menikmati musik sepuasnya. Harapan saya media baru diiringi perkembangan teknologi dapat membawa dampak baik bagi kehidupan saya kedepan. Pemanfaatan media baru yang maksimal , meminimalisir kesalahan penggunaan media dan teknologi, keefektifan dan keefisienan informasi yang diolah dalam media baru dan lain sebagainya. Media konvesional entah bagaimanapun tetap melatarbelakangi munculnya media baru diibaratkan seperti regenerasi media menuju yang lebih baik dari sebelumnya.

VIDEO PILIHAN