Rifki Feriandi
Rifki Feriandi Wiraswasta

telat daki.... telat jalan-jalan.... tapi enjoy the life sajah...

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Merasakan Kenyamanan Mazda Biante yang "Eco-Friendly dan Sehat"

7 Agustus 2018   06:14 Diperbarui: 7 Agustus 2018   07:07 2266 3 2
Merasakan Kenyamanan Mazda Biante yang "Eco-Friendly dan Sehat"
Mazda Biante, mobil keluarga | Foto: Rifki Feriandi

Merasakan Kenyamanan Mazda Biante yang Eco-friendly dan Dan Sehat

Setiap ada acara pameran mobil, selain melihat produk-produk dari mobil-mobil keren, biasanya perhatian saya terfokus pada mobil MPV. MPV adalah singkatan dari Multi-Purpose Vehicle atau sering disebut Minivan. 

Saya lebih suka menyebutnya mobil keluarga. Kenapa MPV?  Ya karena sebagai ayah, saya membutuhkan mobil yang nyaman untuk dipakai sekeluarga.

Di GIIAS 2018 di ICE BSD, mata saya tertuju ke area Mazda. Ya, ada satu mobil yang rasanya cocok banget. Mazda Biante.

Sebagai pemakai mobil MPV dalam sepuluh tahun belakangan dengan berbagai merek, saya jadi tahu apa yang saya butuhkan, mobil minivan apa yang saya inginkan. Jadi, bolehlah mengeksplore Mazda Biante di pameran itu.

Lapang dan luas

Lega banget | Foto: Rifki Feriandi
Lega banget | Foto: Rifki Feriandi
Saat membuka pintu, kesan itu langsung muncul. Lapang. Istilah saya mah bisa "bernafas dengan lega". Langsung deh kebayang anak-anak di belakang plus kakek-neneknya yang ikut bisa duduk dengan santai. Cocoklah buat si Aki -Enin yang badannya cukup besar juga si Kakak yang tinggi serta tidak lupa si Ade yang bongsor. Ruangan dalam yang lebih lebar memberi cukup banyak ruang "bernafas" dan santai di kursi belakang. Tiga-tiga. Ya, Mazda Biante adalah 8-seater car.

Rasa lapang yang berubah nyaman juga muncul karena langit-langitnya yang tinggi. Cocok buat si Aki ,yang lebih tinggi dari si Ayah, jika ingin duduk bareng Enin di paling belakang. Eaaa.... Headroom yang tinggi makin terasa di kursi pengemudi.

Headroomnya tinggi | Foto: Rifki Feriandi
Headroomnya tinggi | Foto: Rifki Feriandi
Fleksibilitas jok

Kenyamanan makin terasa ketika mencoba mengatur posisi jok tengah dan belakang. Kebayang nih jika mau jalan tanpa bawa barang-barang, kursi belakang bisa digeser lebih ke belakang sehingga penumpang yang duduk bisa berselonjor lebih lega. Itu belum ditambah reclining sandarannya. 

Sementara jok di tengah pun bisa diatur dipepetin atau dipisah. Jadi kalo dikepinggirin, seperti duduk di pesawat gitu. Ada isle - gang. Ada dudukan tangannya lagi, meski hanya ada di satu sisi.

Yang seru itu, jok tengah pun bisa digeser jauh ke belakang, jika jok belakang tidak ada penumpangnya. Jadinya, legroom-nya kan gede banget. Lapang. Selonjotran banget deh. Lalu, ternyata sandaran kursinya bisa diatur sampai dengan rebah sempurna. 

Dan jika pengaturan benar, maka rebahan kursi tengah bisa menyambung dengan kursi belakang yang membuatnya pas banget sebagai tempat tidur. Hmm, jadi kebayang kalo bepergian travelling bareng si bungsu atau si sulung, bisa santai-santai istirahat di dalam mobil nih.

Jok bisa geser kiri-kanan-depan-belakang, injakan rendah | Foto: RIfki Feriandi
Jok bisa geser kiri-kanan-depan-belakang, injakan rendah | Foto: RIfki Feriandi
Kemudahan saat masuk

Experience-nya Mazda Biante bahkan sudah didapat sejak membuka pintu. Electric sliding door. Sangat memudahkan dengan sekali memencet tombol yang ada di tuas pintu penumpang. Pintu bisa juga dibuka dari posisi pengemudi. Tentunya ini sangat mengasyikkan buat penumpang, bukan?

Waktu masuk  pun kaki dianggkat cukup nyaman. Posisi injakan yang lebih rendah sangat memudahkan terutama untuk mereka yang bermasalah mengangkat kaki tinggi-tinggi. 

Pengalaman masa lalu bersama almarhum Ibu, ketika beliau kesulitan masuk mobil karena posisi injakan kaki terlalu tinggi dan berbuah effort yang lebih banyak, teratasi di mobil Biante ini. Ah, terbayang si Aki atau Enin yang harus menjaga sendi dan tulang karena sudah berumur lanjut, bisa naik mobil dengan lebih nyaman.

Dashboard keren, AC Nanoe Air Purification System yang sehat | Foto: Rifki Feriandi
Dashboard keren, AC Nanoe Air Purification System yang sehat | Foto: Rifki Feriandi
Sadar lingkungan

Sebenarnya sadar lingkungan pertama terasa ketika duduk di kursi pengemudi. Kita betul-betul sadar dengan lingkungan sekitar. Kaca-kacanya itu loh, gede-gede. Sudah kayak di dalam akuarium deh. Ke arah mana memandang itu enak jadinya. Beneran sadar lingkungan, dalam arti si pengemudi sadar dengan kondisi depan dan samping serta belakang, karena lapangnya jarak pandang.

Kesadaran itu juga bisa berubah menjadi kenyamanan seperti berada di dalam teater, ketika dari posisi belakang, si penumpang bisa melihat ke depan dengan lapang. Jadi, sadar dengan lingkungan sekitar yang berada di depan dan paling depan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2