Petani Itu Keren
Petani Itu Keren

Memerhatikan Dunia Pertanian dan Peternakan Indonesia. Mendukung penyejahteraan petani sebagai pahlawan pangan nasional.

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi

Mudahnya Ekspor Pertanian di Era Amran

5 Oktober 2018   14:44 Diperbarui: 5 Oktober 2018   15:09 285 0 0

" Ngaco kamu, Kepala Dinas ini main main", begitu ujar Nasrul Abid, Wakil Gubernur Sumatera Barat mendengar laporan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat. 

Kala itu sang Kepala Dinas datang melapor pada Nasrul, bahwa Menteri Pertanian Amran Sulaiman beserta rombongan akan hadir langsung melepas ekspor perdana 10 ribu ton manggis dari Padang ke Tongkok. Nasru tercengang lantaran jumlahnya yang begitu banyak.  

Cerita ini dikisahkan Nasrul sendiri di saat memberikan sambutan di sela pelepasan ekspor manggis di Jorong Sawah Laweh, Nagari Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (2/10).

"Alhamdulillah hari ini kami buktikan Sumatera Barat bisa bersaing di kancah internasional," sambungnya.

Menurut Nasrul tekad Kementan melalui Direktorat Hortikultura menjadikan buah manggis sebagai komoditas unggulan tropis patut diacungkan jempol. 
Ini terlihat dari road map (peta jalan) pengembangan tanaman manggis. 

" Untuk Sumatera Barat telah ditetapkan delapan daerah Kabupaten/Kota sebagai daerah kawasan manggis yang telah diperkuat dari Surat Keputusan Gubernur Nomor 521.305.2013 tanggal 26 Maret 2013 tentang Penetapan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yaitu Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Solok Selatan, Pesisir Selatan, Sijunjung, Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang," terang Nasrul.

Urus Ijin Ekspor Tak Keluar 1 Rupiah Pun

Bukan hanya Wakil Gubernur yang tercengang, capaian ekspor 10 ribu ton manggis dari Sumatera Barat juga membuat pengusaha yang terheran-heran dengan insentif yang ia terima dari Kementerian Pertanian. 

Direktur Kerjasama Antar Lembaga PT.Bumi Alam Sutera (BAS) Muhammad Bayu Vesky, sebagai perwakilan 10 eksportir manggis, menceritakan insentif berupa kemudahan pengusuran izin ekspor.  

" Kami rasakan pelayanan yang luar biasa sampai masa karantina hingga di ekspor. Hebatnya, tidak ada pungutan satu rupiah pun. Petugas dari dinas datang ke sini pun kami tidak diminta dana apa pun. Ini karena Bapak Menterinya orang yang antikorupsi," ujar Bayu di hadapan Mentan Amran.

Kementerian Pertanian Kementan sangat serius mendorong ekspor. Selain tanpa biaya, pengurusan ijin ekspor juga begitu cepat. 

"Bayangkan dalam 38 hari, kami sudah dua kali ekspor manggis ke China via ke Bandara Minangkabau. Hari ini kami kirim lagi dua truk," tambahnya. 

Semua kemudahan ini memang bagian dari janji dan komitmen Kementan, untuk terus mendorong upaya ekspor bahan pangan hasil pertanian Indonesia ke berbagai negara di dunia.  

Setelah mengekspor bawang merah, jagung, telur, daging ayam, benih sayuran, tanaman hias, dan berbagai komoditas perkebunan dan komoditas pangan lainnya kini giliran manggis dari Ranah Minang diekspor ke China.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan prediksi ekspor manggis di tahun 2018 mencapai 60.000 ton atau naik 553 persen dari 2017 yang hanya 9.167 ton. Ekspor ini merupakan 38 persen dari total produksi manggis nasional 2018 sebesar 166.725 ton. Dari Kabupaten Ranah Minang ini, Indonesia mengekspor manggis perdana kontrak dengan China sebanyak 10.000 ton.

" Menariknya, dari 10 eksportir, baru pertama kali ini eksportir dari Sumatera Barat sehingga perlu dicontoh daerah lain. Hari ini kita buktikan, berkat kemajuan teknologi yang kita hasilkan sendiri, kita tingkatkan lagi ekspor. Ekspor komoditas hortikultura ke berbagai negara," kata Amran usai melepas ekspor manggis di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (2/10/2018).

Menurutnya, potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan secara berdaulat yakni tanpa impor. Sentra produksi manggis di Indonesia tersebar dari Sumatera sampai Nusa Tenggara Barat.

Di tahun 2017, produksi manggis Sumatera Barat mencapai 34.422 ton atau 21 persen dari produksi nasional 161.751 ton. Sumatera Barat menjadi sentra manggis terbesar nomor 2 setelah Jawa Barat yang produksinya 42.122 ton atau 26 persen dari produksi nasional.

Adapun produksi manggis se-Sumatera di tahun 2017 mencapai 65.372 ton atau 40 persen dari produksi nasional. Untuk 2018, prognosa produksi manggis sebesar 166.725 ton, naik 3 persen dari 2017.

" Karena itu kami imbau lakukan gerakan masif ekspor dan investasi agar pertumbuhan ekonomi nasional semakin membaik. Sektor pertanian salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi," ujar Amran.

Berdasarkan data BPS diketahui ekspor pertanian 2017 totalnya Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016, sehingga neraca perdagangan pertanian 2017 surplus Rp 214 triliun. Ekspor komoditas hortikultura segar Januari sampe Juli 2018 sebesar Rp 1,3 triliun, naik 60,5 persen dari Januari sampai Juli 2017 yang hanya Rp 0,76 triliun.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi menambahkan proses ekspor manggis ini tidak instan, sehingga melalui proses mulai dari penyiapan kebun, registrasi dan penyiapan packaging house, serta pengurusan perizinan ekspor dan sebagainya.

Ekspor manggis ini terwujud karena semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia-China sehingga memberikan dampak positif bagi perdagangan kedua negara. Yakni dibukanya kembali peluang ekspor manggis ke Negeri Panda tersebut setelah empat tahun sejak dikeluarkannya larangan impor komoditas manggis dari Indonesia.

" Dibukanya kembali ekspor manggis ke China ditandai dengan penandatanganan protokol manggis oleh badan karantina kedua negara pada 11 Desember 2017 yang disusul dengan ekspor perdana 1 ton manggis pada Januari 2018," jelas Suwandi.

Berdasarkan data BPS diketahui nilai ekspor manggis ke China pada tahun 2012 mencapai 8.200 ton dengan pangsa pasar 18,84 persen dan menjadikan China sebagai pasar ekspor manggis terbesar Indonesia.

" Karenanya untuk meningkatkan investasi dan ekspor termasuk mendorong ekspor manggis dari Sumbar, Kementan memberi berbagai kemudahan investasi, pembinaan mutu produk petani, membantu proses registasi kebun, standar packaging house, pelayanan perkarantinaan dan lainnya untuk ekspor," tandas Suwandi.

Perlu diketahui, selain Sumatera Barat, daerah sentra produksi manggis yakni Bali dan Jawa Barat. Kedua daerah telah rutin mengekspor manggis ke China dan berbagai negara.

Bravo pertanian Indonesia. Ekspos terus bahan pangan hasil pertanian ke penjuru - penjuru dunia. (*)