Mohon tunggu...
Ridha Afzal
Ridha Afzal Mohon Tunggu... Perawat - Occupational Health Nurse

If I can't change the world, I'll change the way I see it

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Bangun Subuh, Body, and Soul

14 November 2021   05:10 Diperbarui: 14 November 2021   06:49 95 10 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Source: thetrivedieffect.com 

Alhamdulillah, tahun ini setidaknya tujuh journal saya tulis, 4 sudah terbit, dua sudah disetujui dan dalam proses penerbitan, satu sedang direview. Dua buku sedang saya susun. Semua ini saya lakuka di  sela-sela kerja rutin.

Bukan untuk mengejar target, bukan pula untuk dapat reputasi. Karena saya bukan dosen, bukan dekan. Apalagi rector atau direktur. Namun saya ingin jadi manusia produktif, bermanfaat. Itu saja. Titik!

Rumusnya bagaimana?

Akhir-akhir ini, jam Salat Fajr semakin pagi. Di Makassar pukul 04.15. itu pagi banget bagi rata-rata orang. terlebih yang tidak biasa bangun pagi. Susah membiasakan diri bangun pagi seperti itu. Kalau Salat Subuh jam 04.14, minimal 15 menit sebelumnya sudah harus get up. Bahkan 30 menit yang ideal.

Sesudah bangun pagi. Little exercise. Sedikit menggerakan badan, kaki, pinggang dan tangan khususnya. Tidak perlu lama-lama. Cukup lima menit saja.

Mengapa kita tidak bleh langsung bangun dan beranjak dari tempat tidur? Tidak jaran sisa-sisa mengantuk masih ada. Ada potensi untuk jatuh. Khususnya orang tua. Dianjurkan tidak langsung bangkit.

Kemudian ke dapur, minum air hangat segelas. Pernah tahu fungsi air hangat bagi pencernaan? Pernah dengar menyiram selokan atau saluran limba keluarga yang tersumbat? Disiram air panas kan?

Kira-kira demikian analoginya.

Dengan minum air hangat, jangan air panas, fungsinya untuk memperancar saluran pencernaan. Membersihkan kotoran di lambung, usus halus, usus besar dan sekitarnya. Juga jangan lupa ini sehat pula untu ginjal. Salah satu organ terpenting dalam tubuh. Lebih bagus lagi, makan buah saat perut masih kosong.

Menurut IRR (Indonesian Renal Registrar), asosiasi ahli ginjal se-Indonesia, jumlah penderita gagal ginja kronis mencapai sekitar 27 juta di Indonesia. Hanya 2% yang lapor. Salah satu penyebabnya adalah karena kurang minum, tidak membiasakan diri konsumsi air hangat dini hari, dan kurang gerak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kesehatan Selengkapnya
Lihat Kesehatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan