Mohon tunggu...
Ridha Afzal
Ridha Afzal Mohon Tunggu... Nurse

#IndonesianCaretakingTraveler

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Mereka yang Berprestasi Tanpa Penghargaan

19 Juli 2020   18:15 Diperbarui: 19 Juli 2020   18:11 68 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mereka yang Berprestasi Tanpa Penghargaan
Dokumen Pribadi

Setiap kali saya berkunjung ke rumah orang, rata-rata pemandangan yang saya temui sama. Tidak orang kaya, tidak orang sederhana. Baik pejabat, akademisi, ataupun pegawai biasa. Mereka meletakkan piala, piagam penghargaan atau apapun namanya, di ruang tamu. Ada yang digantungkan. Ada yang menempel di dinding, ada pula yang didudukan di atas buffet. Berjajar jika jumlahnya beberapa. Satu hal yang menjadi pertanyaan saya: adakah ini memiliki tujuan?

Tentu saja ada. Tujuannnya adalah, bisa saja ini sebagai sebuah bentuk kebanggaan diri sendiri agar diketahui oleh orang lai. Ada pula yang sekedar pengingat bahwa dirinya, atau siapapun dalam anggota keluarganya, yang telah bekerja keras guna meraihnya. Ada lagi yang mungkin tujuannya untuk memberikan motivasi pada orang lain yang melihatnya.

Saya tidak menganggap bahwa hal itu tidak baik. Malah baik sekali. Hanya saja, bagaimana dengan mereka yang tidak pernah jadi juara? Betapa sedih bagi yang tidak punya piala atau penghargaan sama sekali di rumahnya. Bukan karena tidak berprestasi, namun karena tidak pernah punya kesempatan untuk ikut serta meraihnya.

Suatu hari, saya mengikuti sebuah prosesi wisuda anak-anak Sekolah Dasar (SD). Saya mikir, setingkat SD saja menggunakan istilah "Wisuda". Betapa berlebihan. Namun saya mencoba berfikir positif. Pasti ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh manajemen sekolah di balik acara yang bagi sementara orang disebut 'sia-sia' ini.

Para wali/orangtua murid harus menunggu lama proses wisudanya karena terlalu banyak pembagian hadiah yang menurut saya 'tidak penting'. Mereka dipanggil satu per satu, naik panggung, dipotret, diberi penghargaan bergilir dalam bentuk Piala, Sertifikat, Mainan dan lain-lain. 

Penghargaan itu bukan hanya diberikan kepada lulusan terbaik, juara satu, dua dan tiga saja. Ada untuk murid dengan predikat paling rajin, kreatif, menyukai IT, pintar menggambar, pandai baca Al Quran, dan lain-lain. Pokoknya, hampIr semua murid mendapatkan hadiah, piala atau piagam.

Saya mencoba mencari jawaban atas ketidak-ngertian saya terhadap pembagian penghargaan kepada hampir semua murid ini. Pada akhirnya ketemu. Yakni, bahwa semua orang itu membutuhkan dukungan agar bisa maju. Setiap orang butuh penghargaan agar bisa menjadi lebih baik. The appreciation is positive.  

The Value of a Hard Work
Empat hari terakhir ini saya bekerja keras. Untuk sebuah kegiatan yang saya sebenarnya tidak dibayar. Dari pagi hingga malam. Saya sedang mempersiapkan sebuah acara Webinar, topiknya "Can Writing Skills be Used to Make Money?" Topik yang menurut saya sangat menarik.

Ada tiga pekerjaan 'besar' yang saya lakukan. Pertama, marketing. Saya harus memasang iklan di berbagai media social guna menarik peminat. Even ini murni gratis, tanpa sponsor. Tidak juga ada iklan yang tersembunyi. Yang kedua, saya harus bikin video, merekam pembicara. 

Yang ini tidak mudah. Karena pemateri harus disiapkan terlebih dahulu, direkam dalam bentuk video, diedit, diberi musik kemudian diupload di You Tube. Yang ketiga, membuat group di Telegram.

Alhamdulillah hasilnya tidak sia-sia. Saya bisa menyelesaikan ketiga pekerjaan besar tersebut tepat waktu. Terkumpul 305 peserta yang ingin gabung dalam Webinar. Videonya cukup bagus. Cukup representative untuk disebut sebagai sebuah presentasi professional. Group Telegram juga telah terbentuk.

Today Achievement
Pagi tadi, tanggal 19 Juli 2020, tepatnya pukul 08.55 acara dimulai. Selain sebagai Program Cordinator, saya memiliki peran macam-macam. Video Maker, Video Director, Video Editor, Presenter serta Moderator.  Saya rangkap tugas 6 orang menjadi satu.

Pagi-pagi saya sambut dengan penuh semangat. This program has to run successfully. Demikian suntikan semangat yang saya tancapkan sejak dini hari, memulai hari yang bagi kebanyakan orang libur. Tidak bagi saya.

Saya buka acara dengan mengucapkan Selamat Datang kepada para peserta yang hadir, join dengan Webinar kami. Meski ada kendala di beberapa lokasi karena network problem, secara umum saya puas dengan partisipasi mereka. Saya bukan pembicaranya. 

Namun sebagai bagian dari Team Work, acara ini berhasil dengan baik. Ketika saya tanyaka kepada pembicara, berapa nilai yang diberikan demi terselenggaranya acara ini, beliau berkata,: "Delapan...".  

Wow......Saya menyebutnya, this is an achievement. Ini adalah sebuah prestasi. Anda bisa lihat tampilan karya saya sebagai bukti di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=iqu6BcQYZIc

I deserved it
Lega rasanya menyelesaikan tugas besar. Saya dapat apa? Secara materi, saya tidak mendapatkan apa-apa. Tidak juga ada orang yang memberikan pujian, kecuali ucapan terimakasih dari peserta juga pemateri atas kelancaran acara ini.

Apa yang kemudian saya lakukan adalah, memberikan 'penghargaan' kepada diri saya sendiri atas prestasi ini. Saya tidak perlu menunggu atau berharap pada orang lain untuk memberikan penghargaan atas prestasi ini. Saya pikir tidak perlu.

Bersama seorang rekan, kami berdua pergi ke Kebun Teh Wonosari, Lawang-Jawa Timur. Sebetulnya saya sudah pernah ke sana. Ini kali yang ke tiga. Hanya saja, karena rekan saya yang juga sama-sama dari Aceh ini belum tahu, tidak ada salahnya kami wisata ke Kebun Teh. Bukan hanya sebagai penghibur di kala penat. Tetapi bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Pesan yang ingin saya sampaikan kepada pembaca adalah, tidak perlu berharap penghargaan dari orang lain atas prestasi diri sendiri. Kita bisa ciptakan, kita beli, kita berikan untuk diri sendiri. Tidak harus mahal. Retribusi masuk Kebun Teh hanya seharga Rp 12.000. Tidak mahal, tetapi bisa memberi kepuasan.

Besar dan nilai sebuah penghargaan itu relatif. Sebenarnya, diberi orang lain ataupun pemberian dari diri sendiri itu, hanya persoalan perspektif.

Malang, 19 July 2020
Ridha Afal  


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x