Mohon tunggu...
....
.... Mohon Tunggu...

Analis Politik-Hukum Kompasiana |

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kasus Mirna: Dua Ahli Bersaksi Memberatkan, Kenapa Lagi?

1 September 2016   21:33 Diperbarui: 10 September 2016   15:28 0 21 20 Mohon Tunggu...
Kasus Mirna: Dua Ahli Bersaksi Memberatkan, Kenapa Lagi?
Ahli Kriminologi, Roni Nitibaskara (kiri) , Jessica Kumala Wongso dan Otto Hasibuan (Kanan)- Dok:Kompas TV

Hari ini Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali mengelar perkara pidana kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa tunggal Jessica Kumala Wongso. Pada persidangan hari ini Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Roni Nitibaskara (Guru Besar Kriminologi) dan Sarlito Wirawan (Guru Besar Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia). Dalam analisa ini saya hanya akan menganalisa analisa ahli yang penuh dengan kebohongan-kebohongan;

CCTV 7

Pada pukul 16:22:59 WIB, Jessica duduk di paling ujung, setelah mengambil sesuatu dari dalam tas, menengok ke belakang sesaat, lalu ia langsung pindah tempat duduk ke tempat/dekat tempat dimana  Mirna nanti duduk (16:23:38) dan memperbaiki posisi duduknya beberapa kali setelah itu bergeser dan mengibaskan rambut dengan kedua tangannya (16:23:43).

Analisa Kriminolog , Roni Nitibaskara;

Mengibaskan rambut adalah sinyal menenangkan/menyamankan diri sendiri ketika berada dalam dalam situasi dan kondisi yang tegang, situasi dan kondisi yang dianggap membuatnya tidak nyaman, gelisah, cemas. Ketika seseorang berada dalam kondisi di atas, ia akan menyentuh bagian tubuh dirinya.

Menarik sekali jika menyimak keterangan yang disampaikan ahli. Ahli memilih kalimat ‘’Mengibaskan rambut adalah sinyal menenangkan/mengamankan diri sendiri ketika berada  dalam situasi dan kondisi yang tegang’’. Nah sekarang kita berbicara tentang fakta yang ada di masyarakat.

Seringkali kita lihat ada wanita-wanita yang mengibas-ngibas rambutnya dimana saja itu tanpa memperdulikan tempat. Seringkali kita bisa lihat di tempat umum, jalan dan sebagainya. Nah jika ahli dalam analisanya menganggap bahwa mengibas-ngibas rambut yang dilakukan Jessica adalah sinyal untuk menenangkan/menyamankan diri ketika dalam siatusi atau kondisi yang tegang. Maka pertanyaan yang harusnya dicecar habis-habisan oleh Otto Hasibuan adalah:

  1. Apakah wanita yang mengibas-ngibas rambutnya langsung dapat dipastikan berada atau sedang dalam kondisi yang menegangkan, cemas, tidak nyaman dan gelisah?
  2. Bagaimana sebenarnya korelasi antara kondisi yang menegangkan dengan  gerakan tangan mengiba-ngibas  rambut (yang dianggap untuk menenangkan atau menyamankan diri dari situasi yang menegangkan tersebut) dengan situasi tegang?
  3. Dimana korelasi antara orang yang sedang atau dalam kondisi/situasi yang mengundang kecemasan dengan mengibas-ngibas rambut?
  4. Apa hubungan antara tidak nyaman dan gelisah dengan gerakan mengibas-ngibas rambut?
  5. Karena bisa saja wanita yang mengibas-ngibas rambutnya karena ingin mengikat rambutnya dengan jepit rambut (pengikat rambut), bisa pula karena ingin merapikan rambut karena rambutnya yang berantakan akibat rambutnya yang panjang atau tidak rapi. Karena jika orang yang sedang dalam situasi atau kondisi cemas , tidak mungkin orang tersebut mengibas-ngibas rambutnya agar terlihat tidak cemas. Kurang logis jika mengibas-ngibas rambut  menjadi alasan untuk menyamankan diri. Untuk memastikan orang itu cemas atau tidak , maka yang dilihat bukan gerakan tangan mengibas-ngibas rambut tetapi bisa dilihat dari mimik wajah orang yang bersangkutan/ekspresi wajahnya.

Analisa Kriminolog,Roni Nitibaskara:

Orang dengan wajah asimnetris mudah berubah suasana hatinya tergantung mood. Hal tersebut dapat terjadi secara singkat atau lama. Orang dengan tipe wajah ini memiliki minat dan melakukan banyak hal serta dapat mencapai kesuksesan dalam karier.

Dari tipe wajahnya ia termasuk tipe kurang percaya diri dan membangun harga dirinya dengan pengetahuan, cenderung belajar kembali sebelum melakukan hal baru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x