Mohon tunggu...
Ricky Sitorus
Ricky Sitorus Mohon Tunggu...

Kunjungi Blog saya : theothing.blogspot.com Follow me on Instagram and Twitter @sitorusricky Any inquiries: rickysitorus@hotmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Oh, "Body Shaming"

29 November 2018   06:00 Diperbarui: 29 November 2018   06:16 219 1 0 Mohon Tunggu...

And so body shaming going to be something popular nowadays...

Saya tahu persis, jadi bahan hinaan karena ejekan banyak orang itu adalah hal yang paling menyedihkan dan menakutkan. Penilaian orang akan fisik kita sejatinya bikin kita kepikiran. Beberapa mungkin kuat, tapi yang lainnya bisa se-depresi itu menanggapi hal seperti ini.

Dan, ya, kalau ada yang menghina keadaan fisik Kamu, sekarang Kamu bisa lapor ke polisi dan mereka yang menghina Kamu bisa masuk penjara. Oh, that easy!

Tapi, yakin kalau ada yang menghina fisik Kamu dan mereka masuk penjara, lantas kehidupan Kamu dengan tubuh Kamu yang gak se-indah Katy Pery atau Justin Bieber akan baik-baik aja?

Yakin diluar sana gak ada lagi yang bakal ngehina Kamu?

In my opinion, pesan moralnya adalah, kita gak akan pernah tau di luar sana orang-orang bicara apa tentang kita. Kita gak tau nama kita diperbincangkan secara negatif atau positif. Yang berlanjut pada penilaian orang tentang kita. Entah kita dianggap keren, atau justru jadi bahan hinaan. Dan sialnya, kita gak bisa cegah hal itu.

Tapi yang paling pasti, seperti apa pun perkataan, pandangan, dan penilaian orang tentang keadaan fisik kita, teruslah berlaku baik dan menyenangkan. Entah akhirnya kamu dibenci, disukai, dipuja atau dihina.

Gak perlu, susah payah jadi bentuk yang sempurna, gak perlu bikin badan Kamu jadi bagus, atau muka Kamu jadi putih berseri. Kamu kurus ya terima, Kamu gendut ya bersyukur, Kamu jelek ya udah. Toh, ini yang Tuhan kasih. Gak usah susah payah bikin orang terkesan dengan bentuk dan rupa Kamu. Kalau Kamu dihina karena keadaan fisik Kamu, jangan marah, jangan nangis, jangan dendam. Percuma, toh tetep aja Kamu besok harus jalanin hidup kan?

Tapi nilai diri Kamu sendiri, seberapa banyak orang yang bahagia saat mereka ada disekitar Kamu? Seberapa bergunanya Kamu buat mereka? Dan sebahagia apa Kamu sekarang?

Dan saat itu terjawab, maka Kamu punya kekuatan penuh buat mengendalikan kebahagiaan Kamu sendiri, ketimbang ambil pusing sama omongan orang soal bentuk Kamu.

Dan soal omongan orang yang gak bisa Kamu cegah, gak penting lah, toh Kamu udah bisa kendalikan kebahagiaan Kamu, kan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN