Mohon tunggu...
Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Mohon Tunggu... Penulis - Fisika holic

Penulis sains amatir

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mengapa Sebagian Besar Benda Langit Berputar?

4 November 2021   08:35 Diperbarui: 4 November 2021   08:50 145 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Setiap hari sepanjang hayat, kita habiskan waktu-waktu kita di dalam sebuah planet yang berputar pada sumbunya seperti sebuah gasing. Putaran ini mengakibatkan terbitnya matahari di pagi hari hingga waktu terbenamnya di sore hari menjadi fenomena alam yang rutin kita hadapi setiap hari. Planet bumi kita tidak sendirian dalam bertingkah pusing seperti ini, ketujuh saudara-saudaranya pun memiliki perilaku yang sama walau dengan kecepatan putaran yang berbeda satu sama lain.

Planet bumi kita menghabiskan waktu kurang lebih 24 jam untuk menyelesaikan satu putaran -- periode 24 jam ini yang kita sebut sebagai satu hari. Beberapa saudaranya yang berukuran raksasa seperti Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus memiliki periode rotasi lebih cepat dari Bumi. 

Dengan kata lain, lamanya satu hari di planet-planet tersebut lebih cepat daripada di bumi, bahkan ada yang hanya membutuhkan setengah hari bumi untuk menyelesaikan satu putarannya. 

Sedangkan planet-planet sisanya memiliki periode putaran yang lebih lama dari bumi, bahkan Venus membutuhkan waktu yang setara dengan 243 hari di bumi untuk menyelesaikan satu kali putaran - artinya satu hari di venus sama dengan 243 hari di bumi.

Perilaku rotasi yang dimiliki bumi bersama dengan planet-planet yang lain sebenarnya merupakan perilaku dasar yang diwariskan dari induk tata surya, yaitu bintang katai kuning yang bernama matahari. 

Sedangkan perilaku rotasi matahari itu sendiri adalah perilaku yang dimiliki oleh semua jenis bintang dan galaksi sejak mereka lahir (baca: terbentuk). Jadi, bukan hanya benda-benda langit yang ada dalam tata surya kita saja yang berotasi, melainkan sebagian besar benda langit di alam semesta ini.

Dari hasil pengamatan astronomi dan riset teoritis di bidang fisika, terutama kosmologi, menghasilkan fakta bahwa memang sebuah bintang (termasuk matahari) terbentuk atau lahir sudah dalam kondisi berputar, jadi bintang tidak akan mungkin terlahir dalam kondisi diam. 

Karena bintang adalah induk dari sebuah sistem benda langit, maka benda-benda langit yang terbentuk sesudahnya mewariskan perilaku rotasi yang dimiliki bintang sejak proses pembentukannya.

Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana awal mula perilaku rotasi dari sebagian besar benda-benda langit maka kita perlu mengetahui bagaimana proses terbentuknya sebuah sistem tata surya. Tata surya yang dimaksudkan ini bukan hanya sebatas pada sistem Tata Surya kita, melainkan untuk semua sistem bintang yang ada di alam semesta. 

Jadi, walaupun dalam penjelasan selanjutnya kita tetap menggunakan istilah 'tata surya kita', maka tata surya yang dimaksud kurang lebih mewakili apa yang terjadi pada semua sistem bintang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan