Mohon tunggu...
Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Mohon Tunggu... Penulis - Yuditya Hamdani Hamanay

Penulis sains amatir

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mekanika Gelombang: Ledakan Erotisme Schrodinger yang Datang Terlambat

20 September 2021   07:06 Diperbarui: 20 September 2021   07:11 139 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mekanika Gelombang: Ledakan Erotisme Schrodinger yang Datang Terlambat
Source: simplycharly.com

[Note: tulisan ini merupakan rangkaian dari seri tulisan perkembangan teori kuantum, dan merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul mengenal aljabar kuantum Dirac]

Kemunculan mekanika kuantum matriks membuka jalan bagi fisikawan-fisikawan muda untuk memecahkan teka-teki seputar atom yang belum terpecahkan sebelumnya. Contohnya, Pauli dan Dirac, menggunakan mekanika baru untuk mendapatkan fitur utama dari spektrum emisi atom Hidrogen. Pauli menggunakan versi mekanika matriks Heisenberg, sedangkan Dirac menggunakan pendekatan aljabar kuantum versinya sendiri. Selanjutnya, Pauli juga menggunakan mekanika baru ini untuk menjelaskan efek Stark. Jadi, mekanika matriks kelihatannya akan menjadi tempat bermain-main bagi generasi baru fisikawan kuantum. Dalam makalahnya, Pauli menulis:

"Bentuk teori kuantum Heisenberg sepenuhnya menghindari visualisasi mekanik-kinematik dari gerakan elektron dalam keadaan stasioner (orbit stabil) atom."

Pesannya jelas bahwa untuk membuat kemajuan maka kita harus melepaskan diri dari beban konseptual warisan fisika klasik dan memusatkan perhatian hanya pada apa yang dapat diamati dan diukur di laboratorium. Pemikiran untuk memvisualisasikan bagaimana sifat, gerak dan orbit atau perilaku elektron dalam atom pada keadaan stabil harus ditinggalkan.

Di sisi lain, fisikawan yang lebih tua mungkin sedikit berjuang karena kompleksitas matematika yang digunakan dalam mekanika matriks, serta kurangnya 'visualizability’ yang ditawarkan. 

Fisikawan-fisikawan yang lebih tua ini sudah terbiasa dengan ‘tradisi’ bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan fisika harus dapat divisualisasikan secara fisis, sehingga konsep abstrak dengan sedikit ruang untuk memvisualisasikan perilaku elektron dalam atom yang ditawarkan mekanika matriks, menjadi sesuatu yang sulit diterima.

Oleh karena itu, nampak jelas bahwa arah pengembangan teori kuantum di masa-masa yang akan datang telah ditetapkan sebagai ajang unjuk gigi bagi para fisikawan muda. Namun, pada akhirnya, revolusi kuantum para kaum muda ini dikalahkan oleh terobosan dari seorang fisikawan berusia 38 tahun bernama Erwin Schrödinger, yang pada saat dia selesai merumuskan mekanika gelombangnya, maka landskap teori kuantum yang baru hampir sepenuhnya berubah.

Erwin Rudolf Josef Alexander Schrodinger adalah seorang fisikawan Austria yang lahir pada 12 Agustus 1887 di Wina, Austria, dari pasangan Rudolf dan Emily Schrodinger. 

Ia mendapatkan gelar doktor di bidang fisika di Universitas Wina pada tahun 1910, dan selama periode perang dunia 1 dari tahun 1914-1918 mengikuti dinas militer sebagai perwira artileri dalam pasukan Austria. 

Pada tahun 1917, ia ditransfer kembali ke Wina dan bertugas di sana, dan pada tahun 1920 menikahi seorang wanita bernama Annemarie Bertel – lebih dikenal dengan panggilan Anny. Schrodinger sempat pindah ke Jena, lalu Stuttgart, dan kemudian Breslau sebelum mengamankan jabatan guru besar (professor) fisika teori di Universitas Zurich pada tahun 1921.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan